Home MotoGP Massimo Rivola: Terlalu Dini Tengok Klasemen, Jangan Remehkan Marc Marquez!

    Massimo Rivola: Terlalu Dini Tengok Klasemen, Jangan Remehkan Marc Marquez!

    Marc Marquez - Massimo Rivola
    Marc Marquez - Massimo Rivola

    RiderTua.com – Dilihat sejarah mengejar poin saat ini bukan hil yang mustahal.. Meski saat ini Aprilia dalam performa yang sangat bagus dan menjadi acuan bagi para pesaingnya, namun Massimo Rivola tak mau jumawa. CEO Aprilia itu mengaku bahwa hasil apik ini berkat kerja keras selama bertahun-tahun. “Perubahan ini tidak terjadi hanya dalam 1 tahun, melainkan merupakan hasil dari evolusi bertahap dari waktu ke waktu. Saat ini Aprilia adalah tolok ukur,” katanya.

    Setelah menjalani 6 seri pertama MotoGP musim 2026, dua pembalap Aprilia Marco Bezzecchi dan Jorge Martin berada di peringkat 1 dan 2 dalam klasemen pembalap dengan hanya dipisahkan 15 poin saja. Sementara itu Aprilia memuncaki klasemen konstruktor unggul 16 poin atas Ducati, dan tim Aprilia Racing memimpin klasemen tim unggul 117 poin atas tim Pertamina Enduro VR46.

    Massimo Rivola (Aprilia): Marc Marquez Tetap Kandidat Juara Dunia, Ingat Dulu Pecco Bagnaia Pernah Berhasil Mengejar Lebih dari 90 Poin

    Massimo Rivola - Marc Marquez
    Massimo Rivola – Marc Marquez

    Namun banyak yang beranggapan bahwa dominasi Aprilia karena diuntungkan dengan kondisi fisik Marc Marquez yang belum sepenuhnya fit usai cedera di Mandalika tahun lalu. Ditambah lagi dengan absennya sang juara bertahan di GP Catalunya.

    “Pertama, saya sangat prihatin pada Marc. Karena saya selalu mengatakan, bagi kami sungguh luar biasa bisa melawan pembalap dan motor terkuat dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu adalah motivasi nyata bagi kami. Jadi saya mendoakan yang terbaik untuknya dan berharap dia segera kembali,” ujar Massimo Rivola.

    Meski memimpin, Aprilia tak mengubah filosofi mereka yakni tetap fokus balapan demi balapan. “Hanya fokus melihat klasemen justru akan menjadi kesalahan terbesar buat kami. Kami mencoba fokus pada musim ini dan apa yang bisa kami kendalikan sekarang, bukan pada apa yang mungkin terjadi di masa depan. Berpikir bahwa kami sudah kuat atau bahwa kami sudah mengamankan sesuatu, dapat membuat kami melakukan kesalahan besar,” tegas bos asal Italia itu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Jorge Martin - Marco Bezzecchi
    Jorge Martin – Marco Bezzecchi

    Meskipun Marco Bezzecchi tampil sangat kuat dalam race utama, namun rider asal Rimini Italia itu beberapa kali gagal finis (DNF) dan kehilangan banyak poin terutama dalam sprint race hari Sabtu. Akibatnya, meskipun memimpin klasemen, selisihnya dengan pembalap yang berada di peringkat 2 tidak terlalu jauh.

    Rivola menjelaskan, “Marco berada di level yang luar biasa. Alasan dia kehilangan sekitar 30 poin, karena dia masih belajar. Le Mans adalah konfirmasi yang bagus bagi saya, karena dia puas finis di posisi ke-2 dan meraih podium pada hari Sabtu. Dia harus puas. Karena kalau dia ingin bersaing untuk memperebutkan gelar dunia, dia harus melakukan seperti yang dilakukan Jorge Martin pada 2024. Seorang pembalap yang memenangkan 11 balapan faktanya justru tidak mampu memenangkan Juara Dunia, seperti Pecco Bagnaia. Tetapi Jorge selalu berhasil mencetak poin.”

    “Saat ini, Jorge adalah pembalap yang selalu mencetak poin. Jorge punya keuntungan besar, karena pernah memenangkan gelar dunia sekaligus juga pernah kehilangannya. Jadi, dia sudah punya pengalaman menghadapi situasi semacam ini. Tingkat kedewasaan Martin dalam beberapa tahun terakhir, berbeda dari Marco yang tentu saja punya peluang untuk menantangnya,” imbuhnya.

    Podium MotoGP Prancis 2026 - Jorge Martin - Marco Bezzecchi - Ai Ogura
    Podium MotoGP Prancis 2026 – Jorge Martin – Marco Bezzecchi – Ai Ogura

    Debut Martin bersama Aprilia penuh dengan drama. Pembalap asal Madrid itu praktis absen sepanjang musim 2025 karena cedera dan kebetulan saat itu RS-GP belum menunjukkan sebagai motor kompetitif yang bisa menyaingi Ducati. Hal tersebut bikin Martin frustrasi dan memutuskan untuk hengkang dari Aprilia sebelum kontraknya selesai. Jelas, keputusan Martin tersebut bikin Aprilia berang dan menantang untuk menyelesaikannya di meja hijau. Pada akhirnya Martin memutuskan bertahan dan berkomitmen mempersembahkan hasil terbaiknya musim ini.

    Menurut Rivola hal tersebut tidak akan mempengaruhi persaingan dalam perebutan gelar dunia musim ini. “Ketika kita tiba di akhir musim nanti, jika kedua pembalap berada dalam persaingan untuk memperebutkan gelar dunia, maka keduanya akan mendapat kesmepatan yang sama. Apakah mereka akan memiliki ‘senjata’ yang sama? Tentu saja. Dan bukan hanya mereka, tetapi keempat pembalap kami (termasuk tim Trackhouse). Yang penting adalah Aprilia menang,” tegasnya.

    Soal peluang memenangkan gelar dunia musim ini, Rivola yakin pertarungan akan berlangsung hingga seri terakhir. “Saya rasa perebutan gelar dunia akan berakhir di Valencia. Balapan terakhir akan fantastis dan kami akan berusaha keras untuk itu. Seperti yang saya katakan sejak awal, targetnya adalah bersaing di setiap balapan. Kalau kami terlibat perebutan gelar hingga ke Valencia, kami akan bertarung habis-habisan di sana,” jelasnya.

    Marc Marquez
    Marc-Marquez

    Marc Marquez akan comeback di GP Mugello akhir pekan ini setelah absen di Catalunya karena cedera. Bagi Rivola, Marquez tetap menjadi kandidat juara dunia musim ini. “Kami tahu Marc akan kembali lebih kuat dari sebelumnya, seperti yang selalu dia lakukan. Dia sudah melakukannya sekali, dua kali, tiga kali, jadi dia akan melakukannya lagi,” tegasnya.

    Rivola melanjutkan, “Ingat, dulu Pecco pernah bangkit setelah tertinggal 90 poin di pertengahan musim. Jadi masih terlalu dini. Kami tidak boleh terlalu terpaku pada klasemen, tetapi lebih pada performa. Saya berharap dan berdoa agar kami berhasil,” pungkasnya.

    BTW, tim satelit Trackhouse juga tampil sangat impresif. Tim yang dimanajeri Davide Brivio itu menempati peringkat 3 dalam klasemen tim MotoGP. Sementara dua pembalapnya, Ai Ogura berada di peringkat 5 dan Raul Fernandez ke-6 dalam klasemen pembalap.

    Klasemen Usai Race Catalunya [Revisi Penalti]
    Klasemen Usai Race Catalunya [Revisi Penalti]
    Baru Berjalan 6 Seri, Massimo Rivola Yakin Marc Marquez Masih Punya Peluang Juara Dunia

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini