RiderTua.com – Ternyata ruwet juga jadi bos tim, selalu pasang mata untuk next rider mereka ya..! Sebagai manajer tim Pramac Racing, Gino Borsoi mengaku bahwa dia suka mengikuti perkembangan talenta muda sejak usia dini sekaligus menilai kesiapan beberapa pembalap untuk naik ke MotoGP. Salah satu pembalap Moto2 yang kerap dirumorkan akan pindah ke kelas utama tahun depan adalah Izan Guevara. Rider muda tim BLU CRU Pramac Yamaha itu saat ini menempati peringkat 2 dengan perolehan 86 poin dalam klasemen, tertinggal 18,5 poin dari pemimpin klasemen Manuel Gonzalez.
Apakah Izan Guevara siap untuk naik ke MotoGP? “Tahun lalu dia menjalani tes di Valencia, atau pada hari Rabu usai balapan. Waktu itu, dia benar-benar tampil sangat baik dengan kondisi yang ada dan bagaimana tes tersebut diorganisir. Jujur saja sikapnya, catatan waktunya, dan gaya balapnya membuat kami terkesan. Itu menunjukkan bahwa para pembalap Moto2, seperti Diogo Moreira, sebenarnya sudah siap untuk naik ke MotoGP,” tegas Borsoi.
Gino Borsoi (Pramac): Izan Guevara ke MotoGP? Seperti Diogo Moreira, Semua Pembalap Moto2 Siap Naik ke MotoGP

Namun Gino Borsoi mengakui masih sulit memastikan, apakah Izan benar-benar siap saat ini? “Itu pertanyaan yang sulit dijawab karena kami harus melihatnya terlebih dulu dalam tes yang jauh lebih terorganisir, dengan lebih banyak hari dan lebih banyak lap. Waktu itu dia hanya melahap sedikit lap. Dengan begitu kami akan mendapat gambaran yang lebih jelas. Tetapi secara umum, saya rasa ketika pembalap benar-benar cepat dan konsisten di Moto2, mereka juga bisa tampil bagus untuk MotoGP,” tegas bos asal Italia itu.
Menurut Borsoi, ada beberapa faktor yang menentukan apakah pembalap sudah siap naik ke MotoGP atau belum. “Konsistensi, mentalitas, dan etos kerja. Izan sekarang bekerja sendiri. Jika diperhatikan, dia selalu fokus pada sendiri dan berusaha memaksimalkan potensi motor Boscoscuro. Dia selalu menjadi pembalap terbaik di Boscoscuro, dan tentu saja gaya balapnya yang lebih teknis adalah sesuatu yang kami perhatikan. Kami mencoba memahami apakah gaya balap seperti itu sangat cocok dengan kebutuhan MotoGP atau tidak,” imbuhnya.

Borsoi menilai bahwa era baru dengan motor MotoGP 850cc merupakan waktu yang tepat bagi para rookie yang naik kelas? “Ya, benar. Menurutku, ini juga waktu yang tepat untuk pembalap rookie karena mereka naik ke motor yang lebih mudah, motor dengan lebih sedikit fitur, dan motor yang secara teoritis lebih sederhana. Mereka juga akan menggunakan ban Pirelli, yang sudah mereka kenal. Jadi saya rasa, ini adalah tahun yang paling tepat dan terbaik bagi seorang rookie yang ingin naik kelas,” jawabnya.
Siapa yang menentukan atau memilih pembalap di Tim Pramac? “Ini keputusan kelompok, bukan hanya Pramac atau Yamaha saja. Kami sering berdiskusi soal pembalap muda, dan saya pribadi suka mengikuti perkembangan mereka sejak kecil. Kami membahas pembalap-pembalap yang sedang naik daun dan pembalap muda yang menurut kami bisa menjadi masa depan, bukan hanya di Moto2 atau MotoGP. Hubungannya sangat seimbang dan saya suka karena semua pihak mau mendengarkannya. Kami sudah berpikir tidak hanya tentang MotoGP dan Moto2 di masa depan, tetapi tentang sesuatu yang lebih besar,” jawab Borsoi.
Soal adaptasi Toprak Razgatlioglu yang terlihat lebih kesulitan, Borsoi menjelaskan, “Jelas, ini lebih sulit dari yang dia bayangkan. Terutama karena dia datang sebagai juara dunia WSBK 3 kali dan tentu saja langsung ingin tampil bagus. Tapi ketika masuk ke MotoGP, ada banyak hal yang harus dipelajari. Sama-sama motor dengan dua ban hitam, tetapi sebenarnya tidak seperti itu. Cara mengeremnya berubah, dan itulah yang paling sulit baginya.”

“Kekuatan Toprak di Superbike terletak pada pengeremannya. Tapi gaya pengereman yang sangat kuat, tidak mungkin dilakukan di MotoGP karena berbagai alasan, yang tidak akan kita bahas detail teknisnya, tetapi itu memang tidak memungkinkan. Dan mengubah sesuatu yang sudah tertanam sejak kecil, sangat rumit dan sulit.”
“Yang saya sukai dari dia adalah, terlepas dari segalanya, orangnya sangat positif dan sadar bahwa dia harus belajar dan tidak terlalu banyak mengeluh. Dia benar-benar berusaha memahami apa yang dia butuhkan untuk melaju cepat. Itulah yang saya sukai. Dia juga masih menjaga suasana yang baik di garasi dan itu tidak mudah, terutama ketika hasilnya belum sesuai ekspektasi dan khususnya ketika kita punya pembalap dengan standar yang sangat tinggi,” pungkas Borsoi.
Menurut admin, ‘persaingan di kelompok bawah’ tim Pramac akan menarik di mana menjelang seri ke-7 di Mugello akhir pekan ini Toprak berada di peringkat 22 dengan perolehan 4 poin. Sementara rekan setimnya Jack Miller ke-23 dengan 2 poin dalam klasemen. Siapa yang akan membuat gap poin, apakah Toprak menjauh atau Miller yang lebih pegalaman bisa mengejar dan menyalip poin Toprak..?







