RiderTua.com – Selama beberapa tahun, Brad Binder selalu menjadi pembalap terbaik sekaligus menjadi acuan di KTM. Namun sejak Pedro Acosta bergabung dengan tim pabrikan, status itu telah berubah. Binder justru berada di bawah bayang-bayang rekan setimnya itu. Acosta menyelesaikan tahun pertamanya di KTM di peringkat 4 dalam klasemen, sementara Binder ke-11. Dan musim ini, rider berusia 21 tahun itu kembali berada di peringkat 4 dan Binder ke-14 setelah menjalani 6 seri pertama.
Rider asal Afrika Selatan itu dikenal sebagai salah satu pembalap yang sulit sekali disalip. “Saya sendiri tidak tahu. Mungkin karena terkadang saya terlalu late braking. Bisa jadi, justru karena itu saya terlalu lambat. Saya late braking, motor jadi terlalu lama berhenti di tikungan, dan kemudian tidak bisa melaju cepat lagi. Jadi ya, tampaknya saya sulit disalip, tetapi bagi saya itu hal yang bagus,” jelas Binder.
Brad Binder: Rossi atau Marquez? Keduanya Luar Biasa, Sulit Membandingkannya, Tetapi Valentino Tetaplah Valentino! He’s My Hero!

Pada 2021, Brad Binder menjadi pembalap dengan jumlah overtaking terbanyak di MotoGP. “Waktu itu, saya sangat buruk di kualifikasi tetapi lebih kuat ketika balapan. Saya selalu bisa maju kedepan. Sekarang saya masih buruk dalam kualifikasi, tetapi saya tidak sekuat dulu lagi dalam balapan. Saya tidak bisa menyalip banyak pembalap seperti dulu. Tetapi pada akhirnya, di MotoGP semuanya bergantung pada kecepatan. Jika kita lebih cepat dibanding pembalap di depan, maka kita akan selalu menemukan cara untuk menyalip,” jelas rider berusia 30 tahun itu.
Apa perbedaan motor MotoGP dengan motor produksi? “Motor MotoGP benar-benar berada di level atas. Rem, sasis, dan suspensinya jauh lebih baik. Semuanya berada di level yang lebih tinggi. Motor ini menuntut kita untuk berkendara lebih kuat, tetapi lebih presisi. Kita bisa memberi banyak tekanan pada motor dan motor tetap bisa merespons dengan baik. Disisi lain motor produksi jauh lebih halus, lebih fleksibel, dan kita harus jauh lebih hati-hati. Karena jika terlalu agresif, motor akan menjadi seperti mie karet,” jawab kakak Darryn Binder itu.

Soal rivalitas Marc Marquez dan Valentino Rossi, Binder mengatakan, “Saya sebenarnya tidak tahu. Bagi saya, sejak kecil Rossi adalah nomor satu. Di mata saya, dia adalah raja MotoGP. Saya rasa semua yang dilakukan Rossi adalah cara yang benar. He’s my hero di MotoGP. Sangat sulit untuk membandingkan keduanya. Mereka berdua adalah pembalap yang luar biasa dengan kelebihan masing-masing. Tetapi Valentino adalah Valentino.”
Rumornya, tim pabrikan KTM sudah melakukan kesepakatan baru dengan Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio untuk 2027. Di saat Acosta pindah ke tim pabrikan Ducati Lenovo, Binder justru masih bertanya-tanya soal masa depannya.
Apakah Binder akan tetap berada di MotoGP? “Kita lihat saja nanti. Untuk saat ini, sepertinya saya masih bisa bertahan. Akan menyenangkan apabila bisa melanjutkan di paddock tahun depan. Itu target saya, itulah yang saya inginkan. Saya ingin tetap di MotoGP. Tetapi kalau keadaan tidak berjalan seperti yang saya inginkan, apa yang bisa saya lakukan? Begitulah hidup dan saya akan menjalaninya selangkah demi selangka,” pungkas rider berjuluk ‘Brad Attack’ itu.

Mau ngobro seru bro? silakan sambangi aja FP MotoGPCrash – Brad Binder: Rossi atau Marquez? Keduanya Luar Biasa, Sulit Membandingkannya, Tetapi Valentino Tetaplah Valentino! He’s My Hero!






