
RiderTua.com – Pada lap pembuka saat restart kedua, Jorge Martin crash ketika berada di posisi ke-2 dalam balapan MotoGP Catalunya setelah bersenggolan dengan Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia). Raul melanjutkan balapan, sementara rider tim pabrikan Aprilia itu harus kembali ke pit. Steward FIM MotoGP memutuskan tidak ada tindakan lebih lanjut untuk insiden tersebut..
Setelah memarkir RS-GP-nya di luar pit, Martin sempat bertepuk tangan dengan sinis sebelum memasuki garasi. Melihatnya masuk, semua kru menyambutnya termasuk Massimo Rivola (CEO Aprilia) dan Paolo Bonora (manajer tim). Ketika Martinator terlihat kesal dan marah-marah, semua orang di tim berusaha menenangkannya. Namun juara dunia MotoGP 2024 itu tetap saja ngamuk bahkan sempat mendorong tubuh Bonora…
Kericuhan di Garasi Aprilia! Jorge Martin Mendorong Paolo Bonora (Manajer Tim).. Akhirnya Minta Maaf!

Usai balapan Jorge Martin mengatakan, “Cerita saya hari ini sebenarnya tidak penting, pikiran saya tertuju pada Alex (Marquez) dan Johann (Zarco). Saya memang punya potensi untuk menang. Tapi beginilah balapan. Bagaimanapun juga saya akan mengambil sisi positifnya, saya sangat cepat.”
Martin akhirnya mengakui bahwa reaksi marah-marahnya setelah masuk garasi, sangat tidak pantas. “Saya juga ingin mengatakan bahwa saya juga sangat kecewa dengan cara saya memasuki garasi. Saya mencoba menenangkan diri selama balapan. Tetapi begitu saya masuk garasi, saya kembali emosi, tekanannya meningkat. Saya meminta maaf kepada Paolo Bonora karena saya telah mendorongnya. Tindakan itu sama sekali tidak perlu,” ungkap rider asal Madrid Spanyol itu.

Martin lalu mencari Bonora untuk meminta maaf secara langsung. “Saya mencarinya di kantornya, tetapi dia tidak ada di sana. Jadi saya akan mencarinya lagi sekarang,” imbuhnya.
Sebelumnya, Rivola tertangkap kamera sedang menyampaikan kekesalannya terhadap manuver Raul Fernandez saat berbicara dengan manajer tim Trackhouse Davide Brivio.

Crash yang dialami Martin tersebut sangat merugikannya, mengingat dia sedang dalam misi menggulingkan posisi rekan setimnya Marco Bezzecchi sebagai pemimpin klasemen. Sebelum balapan, dia hanya terpaut 2 poin dari Bezzecchi. Jadi, seandainya Martin bisa menang atau setidaknya finis ke-2, maka dia bisa menjadi pemimpin klasemen yang baru.
Di sisi lain, MarcoBezz merasa tidak bisa tampil maksimal di Barcelona karena gripnya sangat rendah sehingga tidak cocok dengan gaya balapnya. Rider asal Rimini Italia itu menjalani balapan dengan semboyan ‘alon-alon asal finis’ di GP Barcelona kali ini. Dia tidak mau mengambil risiko yang membuatnya bisa terjatuh atau justru menjatuhkan rival. Pada akhirnya murid Valentino Rossi itu finis ke-5 lalu naik ke posisi 4 setelah Joan Mir kena penalti 16 detik karena melanggar aturan tekanan ban.
BTW, Martin tak mau berkomentar soal Raul yang tidak dihukum oleh Stewards. Karena gagal finis, defisitnya dari Bezzecchi kini bertambah besar menjadi 15 poin.

Debat hangat di FP MotoGP Crash – Hasil RACE Catalunya Setelah PENALTI





