RiderTua.com – Setelah menyapu bersih kemenangan dalam 2 balapan di Le Mans, Jorge Martin berharap bisa melanjutkan momentum tersebut di GP Catalunya akhir pekan ini. Penampilan rider Aprilia itu yang mendominasi di GP Prancis mengingatkan kita pada masa kejayaannya pada 2024 lalu.
Martin mengawali latihan hari Jumat dengan motivasi yang tinggi. Setelah beberapa lap, dia melakukan teknik menikung yang menjadi ciri khasnya ‘shoulder down’ (bahunya nyaris atau menyentuh aspal) yang memukau di tikungan 5.
Namun 19 menit sebelum FP1 berakhir, juara dunia MotoGP 2024 itu crash di Tikungan 12 yang terkenal berbahaya. Crash ini cukup keras yang membuatnya sampai menabrak air fence (pagar udara). Dampaknya terlihat cukup menyakitkan, Martin tampak linglung (mungkin merasa pusing) dan memegangi lengan kirinya.
Jorge Martin: Jatuh di Tikungan 12 Sangat Berbahaya, Mengingatkan Saya Pada Insiden Luis Salom

Paolo Bonora (manajer tim Aprilia) menjelaskan bahwa saat crash itu terjadi, lengan kiri Jorge Martin terhantam motornya. Setelah kembali ke paddock, Martin langsung masuk ke truk pribadinya ditemani Dr. Angel Charte (dokter MotoGP). Beberapa menit kemudian, muncul kabar yang melegakan bahwa dia tidak mengalami cedera serius.
Kayaknya hari itu memang hari ‘sial’nya Martin. Rider asal Madrid itu kembali crash kali ini di tikungan 2, setelah ban depannya selip pada akhir sesi pra kualifikasi sore hari. Martin langsung bangkit, dia terlihat sangat marah, mengumpat, dan menggerakkan tangannya dengan kesal. Untungnya crash kali ini tidak terlalu keras seperti sebelumnya.
Setelah mengalami 2 kali crash dalam sehari, bukan fisik Martin yang cedera tapi yang sakit justru mental dan emosinya. Akhirnya rider berusia 27 tahun itu hanya menempati posisi ke-17 dalam time sheet gabungan sehingga gagal lolos langsung ke Q2 untuk hari Sabtu.

“Saya baik-baik saja. Saya beruntung tidak terjadi hal yang lebih buruk pagi ini. Itu crash yang sangat berbahaya dan menakutkan. Tapi saya cukup oke untuk balapan di sore hari, secara fisik saya merasa sangat baik. Setelah crash di sore hari, sekarang saya merasakan sakit di beberapa bagian tubuh yang lain. Kami akan memeriksakannya, tetapi saya rasa saya akan fit 100 persen pada hari Minggu,” ujar Martin.
BTW, Tikungan 12 sirkuit Montmelo dikenal berbahaya dan dari dulu banyak dikritik oleh para pembalap, karena pembatas lintasannya terlalu dekat. Usai crash yang dialami Martin di tikungan 12, Alex Marquez menegaskan bahwa area tersebut harus dibuat lebih aman.
Apakah Martin setuju dengan pendapat Alex? “Tentu saja! Sangat berbahaya kalau crash disana. Saya sebenarnya tidak suka mengatakannya, tetapi tikungan itu mengingatkan saya pada Luis Salom. Saat crash, saya langsung teringat padanya. Mereka harus membuat area ini lebih aman karena sangat berbahaya di sana,” jawab Martin merujuk pada insiden saat Luis Salom (pembalap Moto2 asal Spanyol) meninggal dunia dalam crash di Tikungan 12 selama sesi FP2 pada 2016.

Apa penyebab crash yang dialami Martin di Tikungan 12? “Sudut kemiringan saya lebih besar dan saya juga mengerem lebih keras dibandingkan di lap sebelumnya. Tapi sebenarnya saya cukup santai dan tidak memaksakan diri. Masalah besar kami adalah kesulitan memanaskan ban depan di pagi hari. Akibatnya kami tidak bisa ngepush maksimal, sehingga tidak bisa menghangatkan ban. Itu seperti lingkaran setan. Di sore hari semuanya membaik karena menggunakan ban medium,” ungkap Martinator.
Meski sempat pusing usai crash, Martin menegaskan bahwa kondisinya kini sudah membaik. “Saya merasa sangat baik. Untungnya, kami punya dokter dan fisioterapis yang luar biasa. Di sore hari, saya sama sekali tidak merasakan efek apa pun dari crash pertama,” pungkas rider yang saat ini menempati peringkat 2 dengan perolehan 127 poin atau hanya terpaut 1 poin dari pemimpin klasemen sekaligus rekan setimnya Marco Bezzecchi.






