RiderTua.com – Ini pasti bukan Marc Marquez, tapi begitulah faktanya. Dengaren!!! Tak seperti biasanya, juara dunia 9 kali itu terlihat sangat kesulitan pada latihan hari Jumat di Le Mans. Rider Ducati Lenovo itu hanya menempati posisi ke-9 di FP1 pagi hari. Performanya tak kunjung membaik hingga sesi sore hari. Bahkan dia justru merosot ke posisi 13 tertinggal 0,464 detik dari Johann Zarco (LCR Honda) yang mencatatkan waktu tercepat. Ini artinya The Baby Alien gagal langsung lolos ke Q2 untuk hari Sabtu.
“Sejak awal memang sudah sulit. Saya butuh waktu untuk membangun feel dengan motor. Kemudian saya beralih ke set-up yang menurut saya terbaik. Memang semakin cepat, tapi saat time attack terakhir saya tidak mampu mencetak waktu yang bagus. Kami harus terus berusaha, yang penting motor bekerja dengan baik dan saya nyaman dengannya,” ujar rider berusia 33 tahun itu.
Marc Marquez Gagal Lolos ke Q2: Saya Punya Lebih Banyak Masalah dalam Kondisi Kering, Hujan akan Sedikit Membantu

BTW, 3 pembalap Ducati Pecco Bagnaia, Fabio Di Giannantonio, dan Alex Marquez yang juga menunggangi Desmosedici GP26 sangat kompetitif di Le Mans. Mereka masing-masing menempati posisi ke-2, 3, dan 4 pada hari Jumat sehingga langsung lolos ke Q2.
Marc Marquez kehilangan kesempatan memperbaiki catatan waktunya karena yellow flag dikibarkan, dimana rekan setimnya Pecco crash sesaat sebelum sesi berakhir. Pemenang balapan 99 kali itu mengaku bahwa sebenarnya motornya berfungsi dengan baik. Tapi sepertinya dia lebih kesulitan dengan time attack ketimbang race pace. Selain itu dia juga mendapatkan feel pada bagian depan, tapi menurutnya itu karena gaya balapnya. Dia harus mengubah jika ingin meningkat di area itu.
Tahun lalu, Marquez tak terbendung dan tak terkalahkan. Tapi pada latihan hari Jumat di Le Mans kal ini dia hanya menjadi pembalap Ducati terbaik ke-4. Apakah ini sekedar hari ‘sial’ atau rival yang semakin maju? “Saya belum menjadi pembalap Ducati tercepat sepanjang musim ini,” jawabnya singkat.

Sejurus kemudian Marquez menambahkan, “Saya sempat berpikir mungkin hanya di seri pertama saja, tetapi setelah itu saya semakin kesulitan. Kalau membandingkan lap time, saya lebih lambat. Saya harus tetap tenang, terus bekerja, dan mencoba untuk meningkatkan performa tanpa melakukan hal-hal gila dengan motor. Saya hanya perlu berkendara dan membangun kepercayaan diri.”
Menurut prakiraan cuaca, diperkirakan akan turun hujan pada hari Minggu. Apakah Marquez punya peluang yang lebih baik dalam wet race? “Tentu saja, kalau hujan semuanya lebih terbuka. Sepertinya saya justru punya lebih banyak masalah dalam kondisi kering. Tetapi saya percaya kami dapat meningkatkan performa dalam kondisi kering. Q1 adalah sesi terburuk dan tersulit sepanjang akhir pekan. Kami mencoba untuk meningkatkan performa baik dalam wet race maupun dry race,” jelas rider asal Cervera Spanyol itu.
Tidak seperti Pecco, Diggia, atau adiknya Alex, Marquez memilih set-up pada aerodinamika yang berbeda. “Ini adalah keputusan teknis yang saya buat bersama Ducati. Tinggi badan saya berbeda. Di Giannantonio, Pecco, dan Alex jauh lebih tinggi. Untuk posisi saya di motor, Ducati percaya ini adalah fairing yang tepat untuk saya. Tapi arah pengembangannya secara umum sama seperti yang lain,” imbuhnya.







