RiderTua.com – RiderTua readers, ada update penting dari berbagai sumber. Manajer tim Yamaha WSBK Paul Denning menyoroti akuisisi Dorna oleh Liberty Media yang dilakukan tahun lalu yang kemudian berganti nama menjadi MotoGP Sport and Entertainment Group. Di MotoGP sudah terlihat adanya beberapa perubahan, tapi di Superbike sejauh ini masih sama saja seperti sebelumnya.
“Mereka bukan orang bodoh. Mereka tahu persis apa yang mereka beli. Setelah saya ngobrol dengan pihak Liberty dan juga Dorna, terlihat bahwa ini benar-benar proyek baru bagi mereka. Mereka 100 persen fokus pada peluang yang ada di MotoGP untuk 2026, setelah itu barulah mereka melihat gambaran besar termasuk Superbike,” ujar Denning.
Bos Yamaha WSBK: Menggabungkan MotoGP dan WSBK dalam Satu Akhir Pekan, Saya Harap Ide Seperti Ini Dipertimbangkan Liberty Media

Paul Denning menilai tidak akan ada perubahan besar di WSBK dalam waktu dekat. Ini artinya, Superbike harus bersabar. “Saya yakin akan ada perubahan tetapi tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Mereka membeli Dorna untuk menghasilkan uang, jadi pasti mereka akan mencari cara untuk memperkuat kedua kejuaraan. Tetapi untuk Superbike, jelas akan menjadi langkah kedua setelah MotoGP,” tegasnya.
Saat ini Superbike jelas masih dibawah bayang-bayang MotoGP. Saat MotoGP berkembang secara global, WSBK justru menghadapi beberapa masalah yang sudah terjadi selama bertahun-tahun. Hampir semua balapan berlangsung di Eropa (kecuali Australia), pemasaran berskala internasional masih terbatas, dan semakin sulitnya mencari dana terutama untuk tim satelit.

Denning mengungkapkan, “Kejuaraan Dunia Superbike cukup sehat dalam beberapa hal, tetapi kesulitan dalam hal lain. Masalah yang paling jelas adalah kurangnya balapan di luar Eropa. Tim satelit juga semakin kesulitan untuk mengumpulkan dana.”
Namun jika dilihat dari perspektif olahraga, Denning menilai bahwa WSBK masih berada pada level yang sangat tinggi. Meskipun kehilangan Toprak Razgatlioglu, kualitas balapan tetap bagus. “Akses yang dimiliki penggemar di paddock, benar-benar luar biasa. Ini menjadi daya tarik sekaligus menciptakan suasana yang berbeda dibanding kejuaraan lain,” imbuhnya merujuk pada satu kelebihan yang dimiliki WSBK.
Denning berharap Liberty Media berani berpikir lebih terbuka dan tidak terikat pada tradisi lama. Mereka harus mengevaluasi kembali struktur yang ada dan mengeksplorasi ‘jalan’ baru. “Saya hanya ingin Liberty melihat kedua kejuaraan ini seperti kertas kosong di masa depan. Tidak terlalu fokus pada tradisi atau cara lama,” jelasnya.

Denning punya ide yang inovatif agar WSBK lebih dekat dengan MotoGP. “Mengapa Kejuaraan Dunia Superbike tidak mendukung event balapan MotoGP di Brasil? Mengapa tidak menggabungkan kedua seri balap tersebut dalam satu event di platform yang sama?” tegasnya.
Ide seperti ini mustahil terwujud di era Dorna sebelumnya.Β Namun dengan Liberty Media, mungkin saja bisa terjadi. “Dulu ide seperti ini sulit dilaksanakan karena terbentur tradisi. Tapi sekarang mungkin akan dipertimbangkan di masa depan. Saya berharap setidaknya ide-ide seperti ini layak masuk dalam diskusi,” pungkas Denning.
BTW, setelah merampungkan 2 seri pertama musim 2026, 2 pembalap tim pabrikan Yamaha WSBK yakni Andrea Locatelli berada di peringkat 11 dengan perolehan 25 poin dan Xavi Vierge di peringkat 14 dengan 15 poin dalam klasemen sementara.






