RiderTua.com – Pembaca setia RiderTua sekalian, dalam beberapa bulan terakhir merek mobil asal China semakin mendominasi pasar roda empat secara global. Kalau kompetitornya tidak bisa mengejar ketertinggalannya, mereka bisa kesulitan menghadapi merek tersebut.
Penjualan Dari Merek Mobil China Semakin Meningkat
Honda menjadi salah satu diantaranya yang harus berhadapan dengan merek mobil asal China di pasar global. Awalnya mereka cukup pede untuk bisa melawan kompetitornya tersebut, tapi kini mereka mulai kesulitan untuk bersaing di pasarnya dengan banyaknya mobil yang dijual. Belum lagi kebanyakan berupa mobil ramah lingkungan yang dibanderol dengan harga terjangkau.

Karena ketatnya persaingan di pasarnya, Honda memutuskan untuk membuat divisi riset dan pengembangannya (R&D) menjadi lebih mandiri. Sebab sebelumnya divisi ini sempat digabung agar proses pengembangannya bisa dilakukan dengan cepat dan efisien, tapi ini justru menimbulkan masalah baru. Sebab ini tidak akan membuat para insinyur bereksperimen dengan bebas, sehingga membuat mereka tertinggal dari kompetitornya, terutama rival dari negara lain.
Dengan membuat divisi R&D lebih mandiri, mereka bisa mempercepat inovasi untuk produknya agar bisa bersaing di pasarnya. Tentu tidak mudah baginya untuk bisa menyaingi merek seperti BYD hingga Chery yang sudah menghadirkan mobil dengan fitur canggih nan lengkap. Apalagi dengan harganya yang terjangkau, membuat produknya menjadi incaran banyak orang di pasarnya.

Terlalu ‘Overprice’?
Namun produk roda empat dari Honda sering dikritik karena harganya yang terlalu ‘overprice’, itupun fiturnya tidak terlalu banyak. Memang model seperti HR-V dan Brio Satya cukup laris di pasarnya, tapi kalau dibiarkan begitu saja untuk model lainnya, mereka tidak bisa bersaing dengan kompetitor. Tidak hanya merek asal China saja, tetapi juga merek senegaranya seperti Toyota yang memegang dominasi terkuat di pasar mobil.

Tapi setidaknya divisinya tersebut bisa fokus dalam melakukan pengembangannya sendiri tanpa gangguan apapun. Sehingga mereka bisa menghadirkan produk tanpa harus menunggu bertahun-tahun lamanya.







