Home MotoGP Pecco Bagnaia Memuji Motor Masa Depannya: Aprilia Terlalu Kuat, Ducati dkk Tertinggal...

    Pecco Bagnaia Memuji Motor Masa Depannya: Aprilia Terlalu Kuat, Ducati dkk Tertinggal Jauh!

    Pecco Bagnaia - Aprilia
    Pecco Bagnaia - Aprilia

    RiderTua.com – Halo Bro-Sis RiderTua, ada perkembangan yang nggak biasa, pembalap Ducati Pecco Bagnaia memuji motor lawan… Dia yakin motor masa depannya, Aprilia RS-GP, unggul sangat jauh dari Ducati…!

    MotoGP Amerika di Austin benar-benar jadi tamparan keras buat Pecco Bagnaia.. Setelah hari Sabtu hampir meraih kemenangan di balapan sprint, hari Minggu berubah menjadi mimpi buruk yang bikin mental terkuras.. Pembalap Italia itu menyaksikan Ducati-nya secara bertahap merosot hingga ia kesulitan hanya untuk tetap bertahan tanpa jatuh di lap-lap akhir..

    Pecco Bagnaia Memuji Motor Masa Depannya

    Yang awalnya terlihat seperti tanda-tanda membaik setelah finis kedua di hari Sabtu… dan memanfaatkan kesalahan Marc Marquez dan Marco Bezzecchi, berubah total di balapan utama. Pecco memulai dari baris depan berkat penalti Bezzecchi, tapi realita di lintasan jauh berbeda dibanding hari sebelumnya.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Pecco Bagnaia - Aprilia
    Pecco Bagnaia – Aprilia

    “Hari ini benar-benar buruk,” kata pembalap asal Turin itu saat turun dari motornya… Pecco menjelaskan bahwa masalah ini bukan hanya kejadian sekali saja di Austin, tapi sudah jadi pola sepanjang musim 2026.. “Sayangnya, sejak awal musim, saya selalu kehilangan banyak kecepatan di hari Minggu, saya tidak bisa bersaing, dan kami sedang mencoba mencari solusi untuk memperbaikinya,” katanya…

    Meskipun tim bekerja dengan baik saat sesi latihan bebas, semuanya seperti runtuh saat race day tiba.. Bagnaia memulai dengan baik, tetapi kegembiraannya hanya bertahan sebentar. “Hari ini tidak ada cara untuk bisa cepat. Dari lap pertama, saya tidak bisa memacu motor dan ban saya aus setelah hanya delapan lap,” katanya pasrah…

    Feel buruk sudah muncul sejak sesi pagi hari. Saat sesi pemanasan, Pecco menyadari bahwa motornya tidak merespons seperti pada hari Sabtu. Motor terasa lebih berat dan, dan kehilangan grip secara signifikan, membuatnya tidak bisa mengendarai dengan gaya andalannya…

    Sepanjang balapan, Bagnaia mencoba untuk tetap bersama Fabio Di Giannantonio, berharap situasinya akan membaik. “Saya pikir bisa. Saya lihat Fabio mencoba mengejar grup depan, jadi saya memilih menunggu karena tidak merasakan grip di belakang dan tidak mau terlalu menghabiskan ban,” katanya. Namun, strategi itu sia-sia: ban belakang tetap hancur bahkan tanpa dipaksa melaju agresif..

    Pecco Bagnaia - Aprilia - Marco Bezzecchi
    Pecco Bagnaia – Aprilia – Marco Bezzecchi

    Frustrasi Bagnaia mencapai puncaknya ketika ia melihat Aprilia melaju seperti di level yang berbeda. Sementara ia berjuang untuk menjaga motornya tetap tegak, motor-motor Noale justru terlihat melaju mulus tanpa drama, bagai malaju di atas rel sendiri. “Aprilia tahun ini benar-benar melangkah jauh, mereka meningkat sangat besar,” aku Pecco memuji ‘motor masa depan’nya itu tanpa ragu.

    Yang paling menyakitkan bagi pembalap Ducati ini adalah melihat bagaimana para rivalnya telah memecahkan masalah yang dulunya merupakan kekuatan utama merek Borgo Panigale: manajemen ban. Menurut Pecco, Aprilia bisa melaju kencang tanpa merusak ban, sesuatu yang kini justru jadi masalah besar bagi Ducati.

    Situasi di Ducati sangat kritis. Pecco mengeluhkan motor yang tidak bisa mengerem dan berbelok dengan baik, sehingga ia harus mengandalkan ban belakang untuk menutup kekurangan tersebut, yang membuat ban cepat aus. Di lap-lap terakhir Austin, Bagnaia mencatatkan waktu yang sangat lambat, bahkan disalip dari sisi luar oleh Luca Marini. “Di lap terakhir Marini menyalip saya dari luar, saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa,” keluhnya.

    Ketika ditanya apakah Aprilia sekarang jadi motor terbaik, Pecco menjawab tanpa ragu. Ia bahkan menegaskan jaraknya cukup besar. “Aprilia lebih unggul, dan cukup jauh di depan (Ducati dkk),” tegas pembalap Italia itu.

    Pernyataan ini makin menarik karena muncul di tengah rumor yang mengaitkannya dengan tim pabrikan Aprilia untuk musim 2027 dengan kontrak 2+2 tahun.. Meskipun belum secara resmi di umumkan mengenai masa depannya, pernyataannya memperjelas bahwa, saat ini, ia benar-benar melihat performa RS-GP sebagai acuan tertinggi.!!

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Kalau denger Pecco ngomong kayak gini, rasanya kayak lagi lihat perubahan kekuatan di MotoGP secara real time. Dulu Ducati jadi patokan, sekarang justru Aprilia yang mulai bikin rider lain β€œiri”. Dan yang lebih menarik, ini bukan sekadar keluhan biasa..ini datang dari rider yang tahu persis dalamnya performa Ducati. Kalau tren ini terus berlanjut, bukan nggak mungkin musim ini bakal jadi momen di mana peta persaingan berubah total… dan Ducati harus kerja ekstra keras buat balik ke atas..

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini