Home MotoGP Massimo Rivola Belum Move-on dari Kasus Kontrak Martin, Desak Kontrak MotoGP Dilindungi...

    Massimo Rivola Belum Move-on dari Kasus Kontrak Martin, Desak Kontrak MotoGP Dilindungi Lembaga Independen!

    Massimo Rivola - Jorge Martin
    Massimo Rivola - Jorge Martin

    RiderTua.com – Halo Sobat RiderTua di mana pun berada. Massimo Rivola (CEO Aprilia) mengatakan bahwa kerja keras tim dan pembalapnya akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. 4 pembalapnya finis di 5 besar pada balapan pembuka musim di GP Thailand, dengan Marco Bezzecchi berhasil mendominasi akhir pekan dan memenangkan race utama hari Minggu..

    Selain itu Jorge Martin yang tahun lalu dirundung cedera berkepanjangan, juga mampu tampil sangat baik dalam balapan dengan finis ke-4. Kondisi fisiknya menunjukkan kemajuan yang signifikan. “Secara fisik para pembalap terlihat jauh lebih baik daripada yang kita lihat di Valencia. Jadi jujur ​​saja, kami punya banyak alasan untuk senang memulai musim ini. Akhirnya dia (Martin) merasa motor itu miliknya. Itu jelas juga bagus untuk tim, karena dia benar-benar dapat menguasai motor, bekerja sama dengannya bersama Marco,” ujar Rivola.

    β–ΆDaftar Isi

    Massimo Rivola Belum Move-on dari Kasus Kontrak Martin, Desak Kontrak MotoGP Dilindungi Lembaga Independen!

    Marco Bezzecchi - Jorge Martin - Massimo Rivola
    Marco Bezzecchi – Jorge Martin – Massimo Rivola

    Massimo Rivola mengungkapkan bahwa para teknisi sempat terkejut karena Jorge Martin langsung gas pol dan menunjukkan kecepatan yang luar biasa. “Faktanya, pada run pertama dalam tes hari pertama di Thailand, kami semua kaget melihat dia langsung cepat. Saya bilang kepadanya, ‘pelan saja’. Dia menjawab, ‘saya sudah pelan’. Ini menunjukkan bahwa Martin masih perlu menambah jarak tempuh dan pengalaman, untuk mengkonsolidasikan kecepatan dan kepercayaan dirinya,” jelas bos asal Italia itu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Pembalap yang kini menjadi patokan Aprilia adalah Marco Bezzecchi. Dalam debutnya bersama Aprilia tahun lalu, rider Italia itu langsung nyetel dengan RS-GP dan menyelesaikan musim di peringkat 3 dalam klasemen. Kemampuannya beradaptasi dengan berbagai sirkuit dan gaya balap, sangat mengesankan. Dulu RS-GP adalah motor yang hanya kuat di sirkuit cepat, kini motor ini juga kompetitif di sirkuit stop and go (banyak pengereman dan akselerasi). Dan Bezzecchi sudah membuktikannya.

    “Sekarang kami punya referensi yang jelas yaitu Marco. Dia sangat bertekad untuk menunjukkan bahwa performa kuatnya musim lalu belum berakhir dan akan melanjutkan momentum tersebut. Performa kuatnya dalam tes membuat tim berekspektasi tinggi untuk balapan-balapan selanjutnya,” jelas Rivola.

    Massimo Rivola - Jorge Martin - Marco Bezzecchi - Aprilia
    Massimo Rivola – Jorge Martin – Marco Bezzecchi – Aprilia

    Usai balapan pertama musim ini, terlihat jelas bahwa Ducati, Aprilia, KTM, dan Honda menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. “Suatu hari nanti, siapa pun bisa meraih podium atau memenangkan balapan. Level yang setara ini menjanjikan musim yang penuh kejutan dan balapan seru hingga akhir,” ujar Rivola.

    Selain fokus pada pengembangan motor 2026, para pabrikan juga sudah melakukan persiapan untuk menghadapi era MotoGP yang baru pada 2027, dengan perubahan regulasi yang cukup besar. “Setiap pabrikan harus melihat ke 2 arah sekaligus, yakni memperhatikan masa kini dan masa depan. Di pertengahan musim, kita harus fokus pada tahun berikutnya,” imbuh Rivola.

    Rivola melanjutkan, “Jelas, target kami adalah bertarung untuk memperebutkan podium setiap balapan akhir pekan. Saya tidak ingin berbicara tentang juara dunia, tetapi target kami adalah berada dalam mode ‘serang’ setiap akhir pekan. Targetnya adalah agar Aprilia konsisten naik podium, mengkonsolidasikan performa motor dan para pembalap.”

    Massimo Rivola - Marco Bezzecchi
    Massimo Rivola – Marco Bezzecchi

    Butuh Lembaga Resmi yang Bisa Melindungi Kontrak

    Massimo Rivola juga membahas soal manajemen kontrak dan jendela transfer, yang menjadi topik penting di MotoGP. “Ya, menurutku kita harus memilikinya. Tetapi ini bukan hanya soal memiliki jendela transfer, karena pada akhirnya jendela transfer tidak mencegah seseorang untuk bernegosiasi dengan orang lain. Artinya, aturan itu lebih berfungsi untuk menentukan kapan kontrak resmi bisa ditandatangani, bukan untuk melarang pembicaraan sebelumnya,” ujar Rivola.

    Rivola juga menekankan pentingnya perjanjian-perjanjian kontrak dilindungi di lembaga resmi. “Bagian penting lainnya adalah menyimpan kontrak tersebut di lembaga resmi pihak ketiga, misalnya MotoGP atau IRTA atau apa pun, sehingga kontrak tersebut diakui secara resmi dan tidak bisa diganggu gugat. Dengan begitu, kejelasan dan keamanan kontrak bisa lebih terjamin,” tegasnya.

    Massimo Rivola - Marco Bezzecchi
    Massimo Rivola – Marco Bezzecchi

    Rivola menyoroti bahwa kontrak saat ini sangat rumit. “Saya tidak tahu. Anda menandatangani kontrak dan kemudian Anda bisa keluar tahun berikutnya, seharusnya tidak seperti itu,” ujarnya.

    Saat ini, perlindungan kontrak di MotoGP masih berada di bawah manajemen internal Dorna selaku pemilik MotoGP. “Saat ini, Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna) menangani bagian perlindungan kontrak ini. Dan seperti yang kita lihat tahun lalu, dalam kasus kami melawan Jorge Martin, dia turun tangan karena dia melindungi posisi pabrikan yang memegang kontrak. Jujur, menurutku idealnya mereka seharusnya dilakukan oleh pihak ketiga yang independen,” pungkas Rivola.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini