RiderTua.com – RiderTua readers, ada update dari berbagai sumber…. Kepala mekanik KTM untuk Pedro Acosta, Paul Trevathan, memuji kemampuan pembalap Spanyol itu karena dia ‘berjuang keras, bekerja, dan fokus’ setelah penampilan awal musim MotoGP 2026 yang mengejutkan banyak pihak, terutama dia adalah yang terkuat di pabrikan Austria itu…
Bahkan Acosta meninggalkan seri pembuka MotoGP Thailand sebagai pemimpin klasemen dunia setelah meraih kemenangan pada Sprint Race dan finis kedua pada balapan utama…..
Kepala Kru Paul Trevathan: Pedro Acosta Berhasil Menggali Kemampuan Dirinya dengan Begitu Dalam

Pembalap muda asal Spanyol itu sempat bertarung sengit dengan Marc Marquez di Sprint, terpaksa melebar ketika juara bertahan membalas, tetapi menang setelah pembalap Ducati itu menerima penalti….
Balapan panjang hari Minggu kita awalnya menyaksikan Acosta mampu mengungguli Marquez dan Raul Fernandez sebelum puas dengan posisi kedua yang aman di belakang pembalap dengan kecepatan yang luar biasa: Marco Bezzecchi…!!
Hasil posisi satu-dua Acosta tersebut juga menempatkan pabrikan KTM di puncak klasemen konstruktor di kejuaraan untuk pertama kalinya… “Pedro datang ke sini hanya untuk satu tujuan, yaitu memberikan semua yang dia miliki dan mencoba menjadi juara dunia,” kata Trevathan kepada media TNT Sports…
Dia melanjutkan..”Sungguh luar biasa cara dia menggali kemampuan terdalamnya yang benar-benar sulit dipercaya, Fokusnya juga luar biasa, dan kerja keras yang telah dia lakukan dari tahun lalu hingga tahun ini sangat fenomenal.”.

Meskipun finis keempat di klasemen pada tahun 2025, Acosta menyelesaikan musim MotoGP keduanya tanpa kemenangan balapan….
Selama tes pra musim dia menunjukkan bahwa dengan KTM dia akan kembali menjadi pesaing podium di setiap seri, tetapi Buriram melampaui ekspektasi.
Trevathan mengatakan pertumbuhan Acosta sebagai pembalap dan pribadi sangat penting… “Dia masih sangat muda dan terus berkembang setiap tahun sebagai seorang pria, dan dia mencoba untuk memahami semua situasi itu dan mengerti apa artinya menjadi pembalap MotoGP,” katanya.
“Itu menjadi tantangan besar tahun lalu. Mencoba menyatukan teknik balap, mencoba menyatukan semuanya. Dia memiliki kecepatan… ini sudah jelas sejak hari pertama, tapi semua pembalap di grid juga punya kecepatan… Saya pikir banyak orang lupa betapa cepatnya semua pembalap ini, berapa banyak juara yang duduk di grid,” ujarnya..
Perkembangan motor KTM selama musim dingin juga memainkan peran penting, namun Trevathan menegaskan bahwa kerja keras Acosta tetap menjadi faktor utama.

Menurut Trevathan tahun lalu KTM tidak terlalu kompetitif. Mereka bekerja sangat keras selama musim dingin, dan pabrikan melakukan pekerjaan luar biasa. Tapi Pedro juga memberikan kontribusi besar.. katanya..
Acosta terus membangun performanya dari tahun lalu, menyatukan semua aspek balapan, dan juga terus menekan tim di garasi agar bekerja lebih detail tanpa melakukan hal-hal yang berlebihan. Jadi tim KTM sebenarnya juga sangat senang, karena merupakan hasil kerja sama yang solid.. …
Kini Acosta menuju seri kedua musim ini di Brasil dengan keunggulan tujuh poin atas Marco Bezzecchi dan selisih 23 poin dari Marc Marquez di klasemen kejuaraan…
Pembalap KTM lain yang tampil paling dekat dengan Acosta di Buriram adalah rekan setimnya, Brad Binder, yang finis di posisi keenam (Sprint) dan ketujuh pada balapan Minggu….
Kalau melihat cara Pedro Acosta memulai musim ini, rasanya jelas bahwa pembalap muda Spanyol itu tidak datang ke MotoGP sekadar menambah pengalaman. Dia datang dengan ambisi besar. Mentalitasnya terlihat berbeda: agresif di lintasan, tapi juga semakin matang dalam mengelola balapan. Jika performa seperti di Thailand bisa terus ia jaga sepanjang musim, bukan tidak mungkin Acosta benar-benar menjadi ancaman serius bagi para bintang besar MotoGP. Dan kalau itu terjadi, musim 2026 bisa berubah menjadi panggung lahirnya era baru di kelas premier…!!










