RiderTua.com – Diogo Moreira satu-satunya yang dapat menyaingi Marc Marquez? kok bisaa?.. Halo pembaca RiderTua di mana pun berada. Johann Zarco bersama beberapa pembalap Prancis dan Belgia menggelar latihan di sirkuit Cartagena selama 2 hari. Sayangnya rekan setim barunya Diogo Moreira tidak bisa berlatih bersamanya..
Apakah Zarco kecewa? “Tidak. Lagipula, saya menghadapi terlalu banyak masalah dengan motor saya pada hari pertama. Saya tidak menyesalinya. Mau berjalan baik atau tidak saya akan tetap fokus pada saya sendiri, seperti yang saya lakukan hari ini. Tapi di akhir sesi, kami bersenang-senang. Barry Baltus dan saya memasang ban baru dan mencatat satu lap yang bagus bersama. Itu menyenangkan,” ujar rider berusia 35 tahun itu sambil tersenyum.
Johann Zarco: Diogo Moreira Satu-satunya yang Dapat Menyaingi Marc Marquez

Johann Zarco tampak lebih akrab dengan Diogo Moreira dibandingkan dengan 2 rekan setim sebelumnya yakni Takaaki Nakagami dan Somkiat Chantra. “Ya, itu benar. Nakagami mampu berbicara bahasa Inggris dengan sangat baik dan dia sangat ramah, kami sudah saling kenal sejak 2007-2008. Tapi memang benar, dia bukan tipe orang yang ekspresif, katakanlah begitu,” ungkap Zarco sambil tertawa.

Johann Zarco, Jonathan Rea dan Fabio Quartararo ‘The Dream Team’ Honda untuk Balapan Suzuka 8 Hours 2026?
Bagi Honda, ajang Suzuka 8 Hours sangat prestisius. Dan seperti yang diharapkan,…
Rider asal Cannes Prancis itu melanjutkan, “Dengan Diogo, mungkin akan lebih mudah akrab. Mungkin kami juga akan lebih sering bertemu saat latihan. Jika saya meningkatkan intensitas latihan dan mulai mencoba flat track, akan ada kesempatan untuk bertemu dengannya. Atau di supermoto, karena Diogo juga melakukannya. Nakagami sendiri belum pernah balapan di supermoto. Selain itu, orang yang menyiapkan motor Diogo dan juga yang membantunya di balapan adalah seorang mekanik motor yang luar biasa. Saya berhubungan baik dengannya, jadi juga menciptakan kedekatan dengan Diogo. Bukan berarti hubungan kami sangat akrab, tetapi saya rasa kami akan sering bersama.”
Terkait flat track, dengan berpartisipasi pada balapan ‘TT Christmas’ yang digelar di Rocco’s Ranch di Barcelona pada Januari lalu, Zarco punya kesempatan untuk berlatih. Apakah dia ingin lebih sering melakukannya? “Saya bukan tipe pembalap yang serba bisa. Tapi memang benar bahwa balapan di flat track seperti ini cukup menyenangkan. Itulah mengapa, saya ingin lebih sering melakukannya. Itu sangat menyenangkan,” jawabnya.

Zarco menambahkan, “Kita tidak hanya fokus pada performa semata. Kita semua ingin tampil sebaik mungkin, tetapi kita juga harus ingat bahwa ada penonton yang senang melihat para pembalap Grand Prix tampil dan itu adalah pertunjukan yang seru. Penonton tidak selalu menilai kita berdasarkan hasil dan performa. Jadi momen seperti ini harus kita nikmati, di mana kita bisa gas pol tanpa terlalu banyak risiko. Tapi sekali lagi, tidak ada yang namanya ‘zero risk’ selalu ada kemungkinan cedera. Tapi ini adalah kompromi yang sangat menyenangkan.”

Johann Zarco: Aleix Espargaro Sangat Cepat dan Moreira Cepat Beradaptasi dalam Tes, Ini Bikin Saya Tambah Optimis
Saat peluncuran tim LCR Castrol untuk musim 2026, Honda RC213V milik Zarco…
“Suasana dan tempatnya juga cukup bagus. Pengelola Roccoβs Ranch telah melakukan sesuatu yang fantastis. Ini adalah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di Prancis karena aturan safety, benar-benar mustahil. Mereka berhasil membangun sesuatu yang sangat luar biasa, yang berkembang dari tahun ke tahun. Saya pertama kali mengenal Rocco’s Ranch pada 2014 dan saya melihat mereka telah berkembang pesat. Tampaknya tidak ada konstruksi yang permanen, hanya kabin kayu atau tenda. Sangat pedesaan, sebuah peternakan yang sesungguhnya,” imbuh rider tim LCR Honda itu.
Apakah gaya balap Zarco berubah? “Melakukannya seperti di Barcelona, ββββdengan lompatan dan gerakan yang sedikit lebih akrobatik. Sebenarnya, ini tentang melihat tikungan secara berbeda. Biasanya saya suka menekan ke depan untuk berbelok, dan dengan motor seperti ini cara itu tidak berhasil. Jadi sedikit berubah. Selain itu lompatannya sangat kecil, tetapi kita masih bisa belajar untuk mengatasinya. Dan itu juga soal teknik tubuh dan teknik berkendara, yang akan saya pelajari. Ini membuka wawasan baru bagi saya,” jawabnya.

Dengan Moreira, Zarco menemukan rival yang bagus untuk berkembang. Apakah dia raja di kelas ini? “Saya masih mengenalinya, tetapi melihat cara dia membalap dan apa yang mampu dia lakukan, sejak lama saya sudah mendengar bahwa dia sangat bagus di kelas ini bahkan di supermoto. Saya sudah melihat beberapa videonya. Saya rasa dia satu-satunya yang dapat menyaingi Marc Marquez di kelas ini. Karena jika dibandingkan dengan pembalap cepat lainnya, Marc Marquez jelas jauh lebih unggul. Dia dapat balapan di kelas apa pun dan tetap tampil bagus. Itu membuat perbedaan yang sangat besar,” tegasnya.

Diogo Moreira: Motor Honda Sangat Bagus, Masih Ada Waktu untuk Meningkat dan Belajar
"Saya sangat lelah. Tapi menurut saya perkembangannya sangat bagus. Hari demi hari,…
Apakah menurut Zarco, Moreira punya kemampuan adaptasi yang sama dengan Marquez? “Menurut saya Diogo punya bakat yang sama. Dia belum punya kecepatan yang sama seperti Marc Marquez, setidaknya dia belum menunjukkannya sebaik Marc. Tetapi dalam semua aspek lainnya, saya rasa dia memiliki kemampuan yang sama. Saya belum pernah melihat pembalap lain dengan kualitas seperti itu,” jawabnya.
Ketika seorang pembalap mahir di flat track, apakah itu membantu mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi dengan motor apa pun? “Mungkin saja, karena itu membuat pikiran kita jauh lebih fleksibel. Menurut saya flat track memaksa kita untuk mundur selangkah, memandang situasi dan masalah secara menyeluruh dari perspektif yang jauh lebih tinggi. Itu menarik. Bisa jadi itu akan berguna untuk tahun depan,” ungkap Zarco.

Sebagai pembalap MotoGP senior yang sudah berpengalaman, apakah Zarco masih punya keinginan untuk belajar dari Moreira atau pembalap muda lainnya? “Tentu saja. Dalam hal berkendara, mengetahui apa yang mereka rasakan, apa yang mereka katakan kepada tim, dan bagaimana mereka berkembang. Saya merasa, kadang saya terjebak dalam masalah yang sama. Saya memiliki feel yang baik dengan motor ini, yang sudah terbukti efektif. Tetapi saya merasa sering menghadapi masalah yang berulang-ulang. Di situlah kita harus membuka pikiran dan berkata pada diri sendiri, ‘tunggu, coba lihat masalah ini dari sudut pandang yang berbeda. Tanpa melupakan apa yang sudah bekerja dengan baik, tetapi kita harus tetap berkembang,” ujar Zarco.

Diogo Moreira: Masih Takut dengan Tenaga Besar Motor MotoGP? Hanya di Lap Pertama!
Moreira baru saja menyelesaikan tes shakedown selama 3 hari di Sepang (29-31…
Apakah Zarco masih punya keinginan untuk belajar dan berkembang dalam gaya balapnya? “Ya, saya sangat ingin terus berkembang karena saya tahu semua kemajuan ini akan membuat membalap menajdi lebih mudah. ββDan yang terpenting, saya akan meningkatkan kecepatan dan saya akan mampu melakukan lebih banyak hal. Dengan begitu, saya akan memiliki lebih banyak energi di atas motor. Dan energi itu sangat penting untuk menghadapi balapan dan menjalani keseluruhan musim,” pungkasnya.

Singkatnya, menurut Johann Zarco, Diogo Moreira adalah satu-satunya yang dapat menyaingi Marc Marquez di kelas Supermoto dan Flat Track (disiplin off-road), bukan di kelas utama MotoGP…






