RiderTua.com – Mesin Yamaha M1 V4 mengalami masalah di Sepang.. Bro readers RiderTua sekalian. Paolo Pavesio (Direktur Pelaksana Yamaha Motor Racing) mengungkapkan adanya masalah teknis yang terdeteksi pada sore hari di hari pertama tes Sepang. Kemudian Yamaha pun memutuskan tidak menurunkan para pembalapnya ke lintasan dan hanya berada di pit sepanjang hari pada hari kedua.
“Masalah yang dialami Fabio Quartararo pada sore hari di hari pertama, membuat kami berpikir itu bisa terjadi pada motor lainnya. Jadi kami memutuskan untuk menghentikan para pembalap. Ada potensi masalah safety, jadi kami melakukan evaluasi yang diperlukan. Setelah itu kami menyadari bahwa dengan tindakan yang tepat, motor akan aman kembali. Jadi kami pun memutuskan kembali ke lintasan. Intinya, motor tidak pernah benar-benar dalam bahaya. Kami memastikan bahwa masalah tersebut tidak akan terjadi pada motor lain, sebelum kami kembali ke lintasan,” jelas Pavesio.
Proyek Mesin Yamaha M1 V4 Dipertaruhkan: Maju Kena, Mundur Kena!

Meskipun masih ada kekhawatiran, Yamaha memastikan bahwa masalah tersebut berhasil diatasi. Tapi mereka sadar bahwa masih ada risiko dalam pengujian. “Secara keseluruhan kami menjalankan tes hari ketiga tanpa masalah itu. Jadi saya akan mengatakan ya, kami mampu mengatasi masalah tersebut. Meskipun begitu, kita masih berbicara tentang prototipe yang digas pol hingga limitnya,” ujar Paolo Pavesio.

Usai Crash Fabio Quartararo? Yamaha Hentikan Sementara Tes di Sepang!
Yamaha memilih untuk menundaturun ke lintasan hari kedua Tes MotoGP Sepang sembari…
Apakah ada kemungkinan akan kembali menggunakan motor tahun lalu (M1 Inline-4) sebagai langkah antisipasi? “Tidak. Ini adalah proyek baru, masih muda dan ambisius. Jadi tidak ada kemungkinan untuk kembali menggunakan motor tahun lalu. Melakukannya jelas tidak akan masuk akal, karena tidak akan strategis dan juga berpotensi gagal,” tegas Pavesio.
Fokus Yamaha adalah pada pengembangan dan peningkatan berkelanjutan dari M1 V4, dengan keyakinan bahwa data yang diperoleh di tes Valencia dan Sepang akan menjadi dasar untuk sepanjang musim.

Meski Quartararo mengalami crash selama tes, namun dia punya kemampuan untuk terus fokus di lintasan terlepas apa yang terjadi. “Fabio punya kemampuan hebat untuk tidak terpengaruh oleh faktor eksternal saat dia berkendara. Dan crash adalah sesuatu yang lumrah terjadi. Jika crash tersebut terjadi di balapan akhir pekan, dia akan tetap melanjutkan balapan. Tetapi karena crash terjadi saat tes dan dia telah menghabiskan 3 hari tes (tes shakedown) di mana dia sudah memilih suku cadang terpenting, atas persetujuan kami dia memutuskan untuk berhenti. Selama tes, kami bekerja seperti biasa,” jelas Pavesio.

Alex Rins: Setelah Motor Fabio Quartararo dan Toprak Razgatlioglu Mengalami Kerusakan, Kini Semua Masalah Sudah Terkendali
Awalnya, masalah tersebut di'bungkus' oleh cederanya Quartararo yang mengalami patah pada jarinya…
Rookie Toprak Razgatlioglu mengaku agak sulit dalam proses adaptasinya. “Motor perlu dikembangkan dan pembalap akan berkembang bersamanya. Masa ‘bulan madu’ telah berakhir dan kami menyiapkan M1 khusus, mempertimbangkan bagaimana feelnya di atas motor. Dia mengevaluasi kembali beberapa hal, menyadari bahwa dia harus menyesuaikan gaya balapnya dengan karakteristik intrinsik tertentu dari motor dan ban Michelin. Dia adalah pria yang cerdas, dia memiliki tim yang suportif, dan hubungan yang sangat baik dengan manajer timnya,” tegas Pavesio.

Pavesio menambahkan, “Ini akan menjadi musim yang mewakili bagian dari sebuah perjalanan. Pada 2024 kami mencapai titik terendah, pada 2025 kami kembali naik podium dan menggandakan poin kami di klasemen konstruktor. Target untuk tahun ini adalah untuk meningkatkan performa, tetapi saya tidak berekspektasi untuk melakukannya dengan stabil, melainkan peningkatan sepanjang tahun. Semakin baik performa kami musim ini, semakin baik titik awal untuk tahun depan, mengingat tidak sepenuhnya pasti bahwa semuanya akan dimulai dari nol.”
“Semua yang kita pelajari tentang V4 tahun ini, akan berguna untuk tahun depan. Pada 2026 akan seperti naik roller coaster. Kami siap, karena tahu akan ada pasang surut dan ini akan memberi kami kekuatan untuk meningkatkan performa kami dan kembali ke tempat yang kami inginkan yakni di puncak roller coaster,” imbuhnya.

Soal para rivalnya, Pavesio mengatakan, “Siapa pun yang berada di depan akan selalu berada di depan, dan itu bukan hal yang mengejutkan. Beberapa telah melanjutkan perjalanan mereka ke puncak, dan secara umum saya selalu mengucapkan selamat kepada para rival yang bertarung, terutama karena mereka menginspirasi kami. Yang menarik dari tantangan kita adalah kita membidik target yang terus bergerak. Jadi kita harus mendekati fase pertama ini secara rasional, mengingat kita berada di awal perjalanan. Motor baru ini memiliki potensi yang lebih besar daripada yang sebelumnya.

Paolo Pavesio (Yamaha): Toprak Razgatlioglu Masuk ke MotoGP di Usia yang Sudah Matang, Ini Membantunya Menghadapi Tekanan
Usai meraih juara dunia Superbike bersama Yamaha pada 2021, Toprak ingin naik…






