Home MotoGP Fabio Di Giannantonio : GP25 Bikin Bingung! Diggia Merasa Ban Depan ‘Mati...

    Fabio Di Giannantonio : GP25 Bikin Bingung! Diggia Merasa Ban Depan ‘Mati Rasa’ Saat Balapan

    Fabio Di Giannantonio
    Fabio Di Giannantonio

    RiderTua.com – Setelah mengalami pasang surut dalam 7 seri pertama MotoGP musim 2025, Fabio Di Giannantonio berharap memiliki feel yang bagus dan tampil konsisten dalam balapan akhir pekan di Aragon.

    “Silverstone menjadi titik balik bagi kami, dimana kami belajar banyak tentang motor kami di sana. Menurutku kami dapat memulai akhir pekan di Aragon dengan persiapan yang solid. Di Silverstone, setelah menjalani hari Sabtu saya memiliki ekspektasi tinggi untuk balapan. Tetapi beberapa masalah kecil membuat saya kesulitan untuk tampil apik di main race. Untuk Aragon, kami seharusnya berada dalam posisi yang baik untuk menjalani akhir pekan yang solid,” ujar Diggia yang finis ke-3 dalam sprint dan ke-9 dalam main race di GP Inggris dua pekan lalu.

    Fabio Di Giannantonio : GP25 Bikin Bingung! Diggia Merasa Ban Depan ‘Mati Rasa’ Saat Balapan

    Fabio Di Giannantonio bersama dua pembalap pabrikan Ducati Marc Marquez dan Pecco Bagnaia sama-sama menunggangi GP25 musim ini. Marquez telah menggunakan sasis baru untuk beberapa balapan. Apakah Diggia juga ingin mencoba sasis tersebut? “Itu salah satu hal yang ingin saya tanyakan kepada Gigi Dall’Igna. Tampaknya sasis itu bekerja dengan baik pada GP25. Saya ingin mengujinya, untuk melihat apakah itu juga lebih baik untuk saya,” jawab rider berusia 26 tahun itu.

    Fabio Di Giannantonio - Franco Morbidelli
    Fabio Di Giannantonio – Franco Morbidelli

    Bagnaia kesulitan dengan Desmosedici versi terbaru musim ini. Juara Dunia 3 kali itu tidak mampu menemukan feel yang dibutuhkan untuk mengendalikan bagian depan motor.

    Apakah Diggia kesulitan dengan masalah yang sama? “Motor ini sulit. Di Silverstone kami mampu meningkatkan feel dan saya juga lebih cepat ketimbang balapan sebelumnya. Namun motor ini seperti memiliki semacam filter yang terpasang di bagian depan, sehingga kita benar-benar tidak dapat membangun kepercayaan diri (mati rasa.. tidak tahu apakah bannya licin, mencengkeram, atau akan tergelincir),” keluh rider VR46 Ducati itu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Diggia tidak bisa membandingkan GP24 dengan GP25 karena tahun lalu dia menunggangi GP23 dan belum pernah mengendarai GP24. “Tahun lalu saya mencoba memacu motor melampaui batasnya. Tahun ini saya memacu motor dalam batasnya dan saya tidak bisa gas pol karena bagian depan membatasi saya. Namun, kami dapat memperbaikinya. Dulu, motor sulit dikendarai di awal musim dan kami mampu memperbaikinya secara signifikan selama musim berlangsung. Sekarang cukup jelas bahwa bagian depan GP25 terasa sulit, jadi sekarang kami harus melihat bagaimana kami dapat secara bertahap meningkatkannya ke GP24 meskipun saya jelas belum pernah mengendarai motor itu,” jelas rider asal Roma Italia itu.

    Pada 2024, kondisi cengkeraman di Aragon sulit setelah diaspal ulang dan Di Giannantonio hanya finis di posisi ke-8 pada main race hari Minggu. “Kita lihat nanti, apakah kali ini kondisi cengkeramannya lebih normal daripada tahun lalu. Namun ini salah satu trek favorit saya karena ada banyak tikungan kiri, yang lebih saya sukai daripada tikungan kanan. Saya sangat menikmati balapan di trek ini,” pungkas rekan setim Franco Morbidelli itu.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini