RiderTua.com – Sebelum meninggalkan KTM, Pedro Acosta ingin meraih kemenangan pertamanya di MotoGP bersama pabrikan asal Austria itu. Rider berusia 22 tahun itu mengaku kini berani mengambil lebih banyak risiko untuk mewujudkan ambisinya itu.
Acosta meraih kemenangan sprint pertamanya pada balapan pembuka musim di Buriram Thailand. Dan sejauh ini sudah berhasil 8 kali finis di posisi ke-2 dalam grand prix, tanpa mampu memenangkan satu pun race utama.
Pedro Acosta: Nothing to Lose! Gas Pol Raih Kemenangan MotoGP Pertama Bersama KTM
Menjelang GP Misano akhir pekan ini, Pedro Acosta menempati peringkat 6 dalam klasemen tertinggal 67 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin dan selisih 43 poin dari Marco Bezzecchi yang berada di peringkat 3. Meski begitu, dia tetap menjadi pembalap KTM terbaik di klasemen. Tiga rekan sesama KTM-nya, Enea Bastianini dan Brad Binder masing-masing hanya menempati peringkat 12 dan 13. Sementara Maverick Vinales ke-22.

Saat jumpa pers pada hari Kamis di Misano, Acosta mengatakan, “Kami tidak bekerja dengan cara yang berbeda. Hanya saja, kami mengambil lebih banyak risiko. Sekarang kami ‘nothing to lose’. Kami memang jauh dari pemimpin klasemen, tapi tidak terlalu jauh dari peringkat 3. Jadi kami masih punya target. Tetapi cara kerja kami tidak berubah, kami hanya mengambil lebih banyak risiko, lebih sering mengubah setelan motor, menaikkan atau menurunkan parameter, apa pun yang diperlukan.”
“Saya cukup senang dengan cara kami mengambil risiko ini. Sekarang saya lebih bisa memahami jika ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai harapan. Saya mampu mengambil langkah mundur sejenak untuk mengevaluasi situasi,” imbuh rider asal Murcia Spanyol itu.
Tahun depan, Acosta akan pindah ke tim pabrikan Ducati Lenovo. Tapi dia menegaskan bahwa saat ini fokusnya belum tertuju pada era baru di MotoGP yang akan dimulai tahun depan. “Saya masih punya waktu panjang di musim dingin untuk memikirkan musim 2027. Namun sampai hari terakhir musim ini, saya adalah pembalap KTM. Karena itulah, saya akan berusaha meraih hasil terbaik,” tegasnya.
Bagi Acosta, hasil terbaik yang dimaksudnya tentu saja adalah kemenangan grand prix. “Kalau saya gagal meraihnya, itu bukan karena saya tidak berusaha. Saya membuat perbedaan besar dibandingkan pembalap KTM lainnya, saya selalu berada di posisi 5 besar dan terus mendorong KTM lebih keras untuk meraih hasil maksimal. Namun, kita harus paham bahwa Aprilia dan Ducati berada satu atau dua langkah di depan. Lalu, Honda juga sangat cepat saat ini. Kami berada di level yang sama dengan Honda dan Yamaha. Hal ini harus kita akui dengan jelas,” jelas rider berjuluk Hiu Mazarron itu.

Sebelum musim berakhir, Acosta ingin meraih kemenangan. “Saya berharap kemenangan itu bisa terjadi di beberapa sirkuit. Tetapi saya akan tetap merasa puas, asalkan tidak ada yang berpikir bahwa saya tidak mengerahkan segalanya selama 3 tahun ini bersama KTM.”
Seri mana yang mungkin memberikan Acosta peluang untuk menang? Acosta menunjuk pada serangkaian balapan di Asia. “Biasanya kami cukup cepat di Jepang. Secara keseluruhan, kami cukup kompetitif di setiap sirkuit di Asia kecuali Phillip Island, tempat dimana saya selalu kesulitan. Saat ini saya senang, karena kami jauh lebih konsisten dalam hal keandalan mesin. Kami tidak mengalami masalah teknis apa pun. Tahap pertama sudah beres. Sekarang saatnya mencoba meningkatkan performa,” pungkas calon rekan setim Marc Marquez itu.
BTW, tahun lalu Acosta finis di posisi ke-5 dalam Sprint Race di Misano. Tapi DNF dalam grand prix hari Minggu gara-gara masalah rantai.












