RiderTua.com – Memang tidak mengherankan kalau mobil hatchback-nya Geely benar-benar mendominasi pasar roda empat di kampung halamannya. Tapi baru-baru ini muncul temuan soal mobil yang dirakitnya tidak sesuai katalog kendaraan, dan ini berpotensi menimbulkan recall kalau masalahnya merambah sampai ke unit produksi massalnya.
▶Daftar Isi
Wheelbase EX2 Nggak Sesuai Data Resmi?
Boleh dibilang Geely EX2 menjadi model yang benar-benar diunggulkannya di pasar roda empat China. Model ini bahkan menjadi mobil listrik terlaris di kampung halamannya sepanjang tahun lalu, dan itu membuktikan kalau mobil seperti EX2 cukup banyak diminati oleh konsumen disana. Tentu tidak mengherankan kenapa Geely membawanya ke luar negeri, seperti di Indonesia sejak akhir tahun lalu, dan menjadi salah satu hatchback terlaris disana.

Namun belakangan ini pihak Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menemukan ada yang tidak beres dengan data wheelbase EX2. Dimana wheelbase pada unit sampel tidak sesuai dengan katalog resminya, dan disebutkan ukurannya melebihi batas yang ditetapkan, yaitu satu persen. Entah seperti apa perbedaannya, karena MIT tidak merinci wheelbase yang dipakai pada model unit sampel tersebut.
Mungkin terdengar sangat sepele, tapi perlu diingat kalau aturan di pasar mobil disana benar-benar ketat, bahkan ini juga berlaku untuk unit sampel. Walau untuk masalah yang dialami Geely EX2 lebih mengarah ke ketidaksesuaian produksi, bukan cacat produksi yang selalu berujung dengan recall mobil. Kalau sudah begini, Geely berpotensi mendapat sanksi dari pihak otoritas setempat gara-gara beda angka pada wheelbase mobilnya.

Mobil BYD Ikut Bermasalah?
Tidak hanya mobil Geely, BYD juga mengalami masalah serupa pada unit sampel Qin L DM-i, tapi untuk model ini tidak terkait dengan wheelbase. Melainkan konsumsi bahan bakarnya ketika mode Charge-Sustaining diaktifkan tidak sesuai dengan katalog resminya, dimana angkanya berbeda. Lagi-lagi MIT tidak merinci seberapa besar perbedaannya dengan unit sampelnya, tapi bukan menjadi masalah yang diabaikan begitu saja.
Kalau sudah begini, MIT bisa saja memberikan sanksi bagi keduanya, entah itu dalam bentuk penarikan terhadap unit yang disebut bermasalah atau recall. Terkadang produsen harus menyetop produksinya untuk sementara sampai mereka menyesuaikan modelnya sesuai dengan apa yang tertera dalam katalog kendaraannya. Tapi untuk sekarang MIT belum mengumumkan seperti apa sanksi yang akan diberikan untuk kedua merek tersebut.

Unit Ekspor Terdampak?
Tidak hanya unit untuk pasar dalam negeri, bisa jadi masalah perbedaan pada wheelbase-nya Geely EX2 juga merambah sampai ke unit ekspor. Tetap saja, karena belum ada informasi lebih lanjut, mereka belum bisa melakukan perbaikan pada unitnya, dan kalaupun ada perbedaan mereka harus mengecek berapa banyak unit yang terdampak. Bahkan kalau ditemukan ada ketidakserasian pada wheelbase unit dengan katalog kendaraan, memperbaikinya mungkin sudah tidak bisa memungkinkan lagi.
EX2 sendiri masih laris manis terjual di Indonesia, dan kelihatannya saat ini mereka tetap berjualan seperti biasa. Tapi masalah wheelbase ini tidak sampai mempengaruhi performa maupun kenyamanan berkendara secara keseluruhan, karena mobil masih bisa dipakai seperti biasa. Masalah tersebut tidak seperti masalah pada mobil lainnya yang sering berujung dengan recall, namun karena modelnya terlanjur dijual mereka tidak bisa mengubahnya lagi.

Kalau masalah pada BYD masih bisa ditangani, entah dengan cara memperbarui teknologi PHEV-nya agar sesuai dengan katalog resmi atau menggunakan cara lainnya. Bedanya, Qin L DM-i tidak dijual di Indonesia, dan satu-satunya mobil sedan yang dibawanya ke sini berupa Seal, itupun modelnya memakai tenaga listrik murni. Apalagi sejauh ini Qin L hanya dijual di China saja.
Geely EX2 sejauh ini masih mencetak hasil penjualan yang cukup memuaskan selama beberapa bulan terakhir. Walau kini persaingan di pasarnya berjalan lebih ketat dari sebelumnya dengan banyaknya rival baru di segmennya, termasuk Chery Q yang kini sudah dijual sejak akhir Juli lalu. Belum lagi model lainnya dari kompetitor lainnya.












