RiderTua.com – Untuk kesekian kalinya musim ini, Pecco Bagnaia gagal menembus posisi 10 besar pada sesi pra kualifikasi Jumat sore di Aragon. Rider Ducati Lenovo itu sebenarnya masih punya peluang masuk 10 besar pada flying lap terakhirnya di sesi Practice sore hari. Namun di tikungan terakhir dia melebar hingga masuk ke jalur penyelamat (run-off area) dan nyaris tergelincir ke gravel.
Hanya mampu mengamankan posisi ke-13, jelas bikin Pecco sangat kecewa. “Saya tidak menyangka akan seperti ini. Saya sebenarnya mengira akan jauh lebih cepat di sini. Sayangnya, segalanya tidak berjalan lancar. Feel saya terhadap motor berubah sejak Silverstone. Di Silverstone dan Sachsenring, saya merasa percaya diri dan mengira kami akan terus berkembang dan hasilnya pun lebih baik. Namun sejak Silverstone, saya tidak lagi merasa senyaman itu. Saya kesulitan dengan hal-hal mendasar, saya bahkan sempat berisiko jatuh saat melaju dalam kecepatan sangat rendah,” ungkap juara dunia 3 kali itu kesal.
Pecco Bagnaia Frustrasi Usai Gagal ke Q2 di Aragon

Soal apa yang terjadi pada menit-menit terakhir sesi, Francesco Bagnaia menjelaskan, “Di putaran terakhir saya mencoba segalanya agar bisa masuk 10 besar. Lalu saya melebar di tikungan terakhir dan harus membatalkan putaran tersebut.”
Setelah itu Pecco sengaja tidak langsung kembali ke garasi tim. “Saya tidak langsung kembali ke pit setelah itu. Dalam kondisi seperti itu, berbahaya kalau kita berbicara tanpa berpikir. Saya bisa saja mengatakan sesuatu yang tidak pantas dan seolah-olah tidak menghargai kerja keras tim. Lebih baik saya menyendiri sebentar, menenangkan diri dan menarik napas. Lalu setelah itu saya kembali ke pit dan berdiskusi panjang dengan tim,” jelas rider berusia 29 tahun itu.
Pecco melanjutkan, “Saya kehilangan banyak waktu saat melakukan pengereman menjelang masuk tikungan. Cengkeraman ban belakang juga menjadi kendala bagi saya. Sejujurnya, cengkeraman di lintasan ini tampak cukup bagus karena sebenarnya lebih konsisten dibandingkan trek lain.”

“Tapi masalah saya adalah saat saya mulai menikung, bagian belakang motor langsung kehilangan traksi tanpa saya melakukan apa pun yang berlebihan. Saat saya mulai menarik gas, meskipun hanya 10 atau 15 persen, bagian belakang motor kehilangan grip. Bahkan sebelum motor kembali tegak sepenuhnya, sudah tidak stabil karena banyak bergerak. Ya, kondisinya memang seperti itu. Saya rasa tim punya solusi bagus untuk besok. Saya harap itu berhasil. Alex Marquez tampaknya berhasil membuat perbedaan di sini, jadi saya juga akan melihat datanya,” imbuh murid Valentino Rossi itu.
Saat berbicara dengan media, Pecco terlihat memakai alat pijat elektronik di tangannya. “Ini terapi magnet, ada peradangan di bagian itu. Tentu lebih mudah kalau kondisi tubuh benar-benar fit. Tapi untungnya peradangan ini tidak mengganggu kecepatan saya,” pungkas rider yang saat ini hanya menemati peringkat 8 dengan perolehan 143 poin dalam klasemen itu.
Tahun depan, Pecco akan pindah ke tim pabrikan Aprilia dan menjadi rekan setim baru Marco Bezzecchi yang menjadi pembalap tercepat pada sesi pra kualifikasi hari Jumat di Aragon.












