Home MotoGP Davide Tardozzi (Ducati): Untuk Menjadi Juara Dunia Tidak Perlu Memenangkan Semua Balapan

    Davide Tardozzi (Ducati): Untuk Menjadi Juara Dunia Tidak Perlu Memenangkan Semua Balapan

    Davide Tardozzi - Ducati
    Davide Tardozzi - Ducati

    RiderTua.com – Davide Tardozzi memperkirakan persaingan sengit antara Aprilia dan Ducati akan terus berlanjut hingga akhir musim. Namun soal menang dan kalah dalam balapan, manajer tim Ducati Lenovo itu menegaskan bahwa itu tergantung dari karakter sirkuit. Karena menurutnya, ada trek yang cocok dengan RS-GP dan sebaliknya ada trek dimana Desmosedici yang unggul.

    “Situasinya akan seperti itu, akan ada sirkuit yang menguntungkan Aprilia dan sirkuit yang menguntungkan Ducati menjelang akhir musim,” ujar Tardozzi.

    Davide Tardozzi (Ducati): Untuk Menjadi Juara Dunia Tidak Perlu Memenangkan Semua Balapan

    Jorge Martin - Ai Ogura - Marco Bezzecchi
    Jorge Martin – Ai Ogura – Marco Bezzecchi

    Aprilia mendominasi kemenangan dalam 3 seri pertama musim 2026 berkat Marco Bezzecchi. Kemudian Ducati bangkit melalui keberhasilan Marc Marquez dan Alex Marquez yang berhasil finis di posisi 1 dan 2 di Jerez. Sejak saat itu, pemenang grand prix di setiap seri bergantian antara dua pabrikan asal Italia itu yakni Aprilia (di Le Mans), Ducati (di Catalunya), Aprilia (di Mugello), Ducati (di Balaton Park dan Brno), Aprilia (di Assen), Ducati (di Sachsenring), dan kemudian Aprilia (di Silverstone).

    Dalam klasemen pembalap, pembalap Aprilia masih menguasai 3 besar dengan Jorge Martin, Bezzecchi, dan Ai Ogura. Sementara sang juara bertahan Marc Marquez berada di peringkat 4 sekaligus menjadi pembalap Ducati dengan peringkat terbaik di klasemen. Usai pulih dari cedera, juara dunia 9 kali itu berhasil memangkas ketertinggalan poin dari 102 poin menjadi hanya 18 poin setelah balapan di Sachsenring.

    Namun dalam sprint race di Silverstone, Marquez hanya finis ke-9. Rider berusia 33 tahun itu mengeluhkan penurunan performa ban belakangnya yang sangat drastis. “Kami tidak menyangka akan ada masalah sebesar itu di Sprint. Kami pikir, mungkin kami bisa bersaing untuk posisi ke-4, ke-5, atau ke-6 bukan ke-9. Kami harus menghadapi masalah ini dan mencari solusinya, karena hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi,” tegas Tardozzi.

    Marc Marquez - Davide Tardozzi
    Marc Marquez – Davide Tardozzi

    Dalam grand prix hari Minggu, Marquez tidak mengalami masalah ban namun dia hanya mampu finis di posisi ke-7 sebagai pembalap Ducati terbaik ke-3. Karena hanya mengumpulkan 10 poin dari GP Inggris, membuat Marquez tertinggal 40 poin di belakang pemimpin klasemen Jorge Martin.

    “Untuk menjadi juara dunia, tidak perlu memenangkan semua balapan. Yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin saat kita bukan yang tercepat, dan menyerang saat kita menjadi yang tercepat,” pungkas Tardozzi.

    Seri berikutnya akan digelar di Aragon pada 28-30 Agustus mendatang. Ini merupakan salah satu trek dimana Marc Marquez dan Ducati sangat kuat, dimana pabrikan asal Borgo Panigale itu memenangkan 4 balapan terakhir di sirkuit sepanjang 5 km tersebut. Dan seri selanjutnya adalah GP San Marino pada 11-13 September, yang merupakan balapan kandang bagi Ducati maupun Aprilia. Tahun lalu Marc Marquez memenangkan grand prix dan Marco Bezzecchi memenangkan sprint race. Kekuatan RS-GP dan Desmosedici di Misano bisa dikatakan imbang.

    Davide Tardozzi - Pecco Bagnaia - Marc Marquez
    Davide Tardozzi – Pecco Bagnaia – Marc Marquez

    Setelah Misano, rangkaian balapan luar Eropa (flyaway rounds) akan berlangsung di Jepang, Indonesia, Australia, dan Malaysia dimana hasilnya sulit diprediksi.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini