RiderTua.com – Dr. Angel Charte yang menjabat sebagai Kepala Tim Medis MotoGP mengungkapkan bahwa sebagai tim medis dia bersama dengan fisioterapis dan seluruh tim bekerja sama untuk memberikan rasa aman bagi para pembalap. Bahkan hubungan diantara mereka sudah seperti keluarga sendiri.
“Saya menghabiskan waktu bersama mereka sepanjang tahun sehingga terbangunlah hubungan yang sangat dekat bahkan sudah seperti keluarga, tapi kami tetap profesional. Beberapa waktu lalu saat Marco Bezzecchi mengalami crash di Assen, dia tidak mau diperiksa oleh dokter-dokter Belanda. Dia bilang kepada saya, ‘anda-lah yang harus memeriksa saya’. Padahal Bezzecchi adalah sosok yang berkarakter kuat. Tak hanya dia, tapi juga Brad Binder, Pecco Bagnaia, dan pembalap lainnya. Saya rasa mereka merasa sangat aman bersama kami,” ungkap dr. Charte sambil tersenyum.
Dr. Angel Charte (Kepala Tim Medis MotoGP): Tugas Kami Adalah Menyelamatkan Nyawa!

Dr. Angel Charte menegaskan, “Saya bukan dokter yang selalu benar dalam segala hal, tetapi saya punya pedoman dan protokol yang selalu saya ikuti. Saya bekerja di rumah sakit selama 40 tahun dan selalu menangani pasien dengan cara yang sama.”
Apakah seseorang harus memiliki karakter khusus, baik secara medis maupun profesional untuk bisa menangani situasi darurat yang terkadang sangat mengerikan? “Saya tidak mengatakan setiap dokter cocok untuk pekerjaan ini. Kami para dokter spesialis perawatan intensif, memang berbeda. Saat pasien tiba di unit gawat darurat (UGD) rumah sakit, situasinya memang serius, namun berbeda kondisinya,” jawab Dr. Charte.
Dokter asal Spanyol itu menambahkan, “Di sini, saya berangkat menuju lokasi crash dengan kondisi yang benar-benar tenang. Sangat tenang. Karena kalau saya sendiri panik, kepanikan itu akan menular kepada seluruh tim. Dan bekerja dalam keadaan tegang, jelas berbeda dengan bekerja dalam keadaan tenang.”

“Saat saya mendapat laporan, ‘tikungan 12, pembalap tidak sadarkan diri’, sebenarnya saya tidak tahu persis apa yang akan saya hadapi. Namun, saya bisa membayangkan berbagai kemungkinan. Mungkin dia mengalami pendarahan dalam, patah tulang paha, patah tulang terbuka, paru-paru memar, gegar otak, atau cedera otak traumatis yang sangat parah. Karena itulah, dalam situasi seperti itu tidak boleh ada keraguan sedikit pun,” imbuhnya.
Pada saat itu, apa hal pertama yang harus dilakukan dokter? “Mungkin akan terdengar seperti pembelaan atas pekerjaan kami, tapi itulah kenyataannya. Tugas kami bukan membuat diagnosis lengkap ketika waktunya tidak memungkinkan. Tugas kami adalah menyelamatkan nyawanya. Tidak boleh ada keraguan di sini. Kita tahu ada sesuatu yang harus dilakukan dan kita harus melakukannya dengan serius, penuh tanggung jawab, dan profesional. Jika tidak mampu melakukan itu, Anda tidak cocok untuk pekerjaan ini. Anda juga tidak akan cocok bekerja di unit perawatan intensif rumah sakit,” tegas Dr. Charte.
Dia melanjutkan, “Saudara laki-laki saya adalah seorang dokter ahli bedah. Setelah 10 tahun bekerja di unit gawat darurat, akhirnya dia membutuhkan bantuan psikologis karena terkadang dia merasa harus berperan sebagai Tuhan bahwa dia bisa menyelamatkan sebagian pasien namun tidak yang lainnya. Bagaimana Anda bisa melepaskan beban pikiran setelah menangani crash parah?”
“Saya pun juga harus menghadapi rasa frustrasi. Jika saya terlalu memasukkan kondisi setiap pasien yang sakit parah ke dalam hati, saya pasti sudah meninggal 30 tahun yang lalu. Saat pulang ke rumah, biasanya saya mencoba melakukan analisis singkat mengenai apa yang telah terjadi. Saya berdiskusi dengan tim saya di ICU maupun di instalasi gawat darurat untuk memastikan, apakah ada hal yang mungkin terlewat.”
“Kalau perlu, saya akan menelepon mereka dan berkata, ‘tolong kalian memeriksa bagian ini dengan lebih teliti’. Tapi saya berusaha untuk melepaskan beban pikiran itu. Jika saya tidak bisa melepaskannya, saya pasti sudah mati. Anda tidak bisa pergi tidur dengan semua beban pikiran itu,” jelasnya.
Pernahkah ada kasus yang sangat berat yang terbawa hingga ke rumah, terutama yang melibatkan anak muda? “Kadang-kadang memang ada. Terutama kalau korbannya anak muda atau anak-anak. Mereka adalah orang-orang yang sering kali membuat kita benar-benar terikat secara emosional,” jawab Dr. Charte.

Sudah berapa tahun Dr. Charte bekerja di bidang ini? “Saya sudah lama sekali bekerja di ‘Mundial’ ini. Saya mulai saat berusia 23 tahun yakni pada 1979 atau 1980,” jawabnya.
Apakah selama itu Dr. Charte pernah meminta bantuan psikolog? “Yah, hidup setiap orang memang rumit baik secara pribadi, keluarga, maupun profesional. Sebenarnya, saya sendiri pernah mencoba berkonsultasi dengan psikolog,” pungkasnya.












