RiderTua.com – Pecco oh Pecco! Pecco Bagnaia hanya mampu mengamankan posisi start dari P16 di MotoGP Inggris akhir pekan ini, atau posisi start terburuknya musim ini. Bukannya merangsek maju, juara dunia 3 kali itu justru kehilangan posisi dalam sprint race 10 lap di Silverstone. Awalnya sempat memperbaiki posisi, namun kemudian ban belakangnya kehilangan grip yang sangat parah terutama saat masuk pertengahan balapan.
Namun Pecco tak sendiri. Rekan setimnya Marc Marquez juga mengalami hal yang sama. Start dari P6, juara dunia 9 kali itu sempat berada di posisi ke-4 namun terus merosot dan pada akhirnya hanya finis di posisi ke-9. Sang Baby Alien yang biasanya tampil garang dan agresif serta akan melakukan apa saja demi meraih hasil terbaik, tak berdaya tatkala disalip 6 pembalap. Bahkan saat mendekati garis finis, dia nyaris di-overtake Diogo Moreira. Sementara Pecco hanya finis di posisi ke-17 kalah 23,722 detik dari pemenang Jorge Martin (Aprilia).
Pecco Bagnaia: Setelah 4 Lap, Bukannya Maju, Posisi Saya Justru Merosot
Francesco Bagnaia mengatakan, “Saya tidak bisa membayangkan hasil yang lebih baik hari ini. Tidak ada performa, tidak ada kecepatan. Hilangnya cengkeraman pada ban belakang sangat parah. Setelah 4 lap, bukannya maju ke depan, posisi saya justru merosot.”

“Pada dua lap terakhir, bahkan lutut saya tidak bisa menyentuh aspal di sisi kanan. Jadi, sangat sulit bagi saya untuk tampil kompetitif. Target di awal akhir pekan ini adalah masuk 10 besar. Namun melihat performa saya, sulit membayangkan hasil yang lebih baik daripada posisi ke-15,” imbuh rider asal Turin Italia itu kecewa.
Pecco juga memuji performa apik Alex Marquez yang mampu finis di posisi ke-4 setelah start dari P7. Rider Gresini Ducati itu bersama Fabio Di Giannantonio sukses membawa Desmosedici GP26 finis di 5 besar dalam sprint di Silverstone yang didominasi pembalap Aprilia (sapu bersih podium dengan Jorge Martin, Ai Ogura, dan Marco Bezzecchi).
Pecco menjelaskan, “Tim pabrikan sangat kesulitan hari ini. Saya dan Marc adalah pembalap paling lambat di lap-lap terakhir, jadi sulit membayangkan apa yang harus dilakukan. Saya memang sudah memperkirakan adanya penurunan performa, tapi tidak separah itu. Untungnya, di tim satelit ada Alex Marquez yang melakukan pekerjaan fantastis. Dia sangat kuat, sangat cepat, dan menjadi pembeda dibandingkan pembalap Ducati lainnya. Jadi, saya sangat berharap malam ini kami bisa mengatasi masalah kami.”
Pecco menegaskan bahwa masalah utama yang mereka hadapi memang berkaitan dengan ban. “Sisi kanan ban benar-benar sudah habis. Tapi ini bukan masalah bannya, melainkan motor kami yang tidak mendapatkan cengkeraman yang tepat. Yang mengkhawatirkan, beralih dari ban belakang soft ke medium hanya akan memberinya tambahan sekitar 4 lap sebelum masalah yang sama kembali muncul,” jelas rider berusia 29 tahun itu.

Race utama hari Minggu akan menempuh 20 lap atau dua kali lipat dari jarak sprint race. “Rasanya sama seperti di Thailand. Sangat sulit untuk mengaturnya karena kita tidak bisa mengerem dengan normal. Ketika kita mulai memberikan lebih banyak beban ke bagian depan motor, ban belakang mulai sliding,” jelas suami Domizia Castagnini itu.
Murid Valentino Rossi itu menambahkan, “Jadi, kita harus membiarkan motor melaju secara alami seperti saat kondisi lintasan basah (wet race). Selain itu, kita harus sangat halus saat membuka gas. Kalau tidak, roda belakang kita akan kehilangan traksi. Seperti yang terjadi pada Marc, sampai membuat airbag-nya aktif sebagai akibatnya.”
Nirpoin! Pecco tertahan di peringkat 8 kini justru semakin tertinggal dengan selisih 77 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin. Sementara Marc Marquez turun ke peringkat 4 terpaut 29 poin dari Martin.












