Home MotoGP Valentino Rossi: Kepuasan Terbesar Saya Adalah Membuat Orang Lebih Mengenal Dunia Balap...

    Valentino Rossi: Kepuasan Terbesar Saya Adalah Membuat Orang Lebih Mengenal Dunia Balap Motor, Melebihi Pencapaian 9 Gelar Dunia Saya

    Valentino Rossi
    Valentino Rossi

    RiderTua.com – Valentino Rossi menjadi sosok yang mendapat sambutan paling meriah dalam acara ‘Moto d’Italia – Cultura oltre la pista’ yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Italia. Tak hanya sang legenda berjuluk The Doctor itu, sejumlah tokoh dari dunia balap juga hadir dalam acara tersebut seperti Max Biaggi, Pecco Bagnaia, Marco Bezzecchi (tidak hadir karena proses pemulihan dari cedera), Giacomo Agostini, Claudio Domenicali (CEO Ducati), Mauro Grassilli (Direktur olahraga Ducati), Massimo Rivola (CEO Aprilia), Carmelo Ezpeleta (CEO MotoGP), dan Giovanni Copioli (Presiden FMI-Federasi Motor Italia).

    Rossi, Biaggi, Agostini, Bagnaia, dan Bezzecchi dinobatkan sebagai ‘Duta Diplomasi Olahraga’ oleh Antonio Tajani (Menteri Luar Negeri Italia) dalam acara tersebut. Acara tersebut bertujuan untuk mempromosikan industri sepeda motor Italia ke tingkat internasional. Selain fashion, Italia juga terkenal memiliki beberapa brand sepeda motor yang sudah melegenda di dunia. Dengan ditunjukkan para pesohor dari dunia balap motor menjadi duta, negara ingin sepeda motor ‘Made in Italy’ terus mendunia.

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    Valentino Rossi: Kepuasan Terbesar Saya Adalah Membuat Orang Lebih Mengenal Dunia Balap Motor, Melebihi Pencapaian 9 Gelar Dunia Saya

    Valentino Rossi - Mandalika
    Valentino Rossi – Mandalika

    Dalam acara tersebut, Valentino Rossi mengatakan, “Melihat masih ada banyak orang yang mengenakan topi saya merupakan suatu kehormatan bagi saya. Kepuasan terbesar saya adalah berhasil membuat begitu banyak orang yang sebelumnya tidak mengenal dunia balap motor menjadi mencintainya. Bagi saya ini melebihi pencapaian 9 gelar dunia saya.”

    Meski sudah pensiun dari MotoGP, tapi Rossi tetap terlibat dalam dunia balap motor melalui tim VR46 Racing yang saat ini berkompetisi di MotoGP dan juga VR46 Riders Academy yang didirikannya. Akademi ini merupakan sebuah proyek yang membantu pembalap muda mencapai level dunia.

    “Saya tidak pernah kehilangan gairah terhadap olahraga ini. Sejak 2013 saya punya ide untuk membantu pembalap muda mencapai MotoGP, dan ternyata hasilnya melebihi ekspektasi saya. Pembalap terbaik seperti Pecco, lahir dari akademi ini. Saat ini Italia masih berada di puncak, baik dari sisi pabrikan maupun pembalapnya,” jelas rider berusia 47 tahun itu.

    Meskipun sekarang Rossi berkompetisi di balap mobil, tapi dia mengakui bahwa sensasi mengendarai motor MotoGP tidak tergantikan. “Saya beruntung masih bisa menjalani olahraga ini, meskipun dari sisi yang berbeda. Saya masih merindukan balapan di MotoGP, tetapi saya tidak menyesal memutuskan pensiun. Sekarang saya ikut balapan mobil dan saya sangat menikmatinya,” ujar pemilik VR46 Ranch itu.

    Pecco Bagnaia juga menekankan pentingnya balap motor sebagai bagian dari identitas Italia. “Olahraga ini adalah salah satu ciri khas negara kami. Kemenangan selalu menjadi sesuatu yang luar biasa bagi saya. Tetapi bisa menang dengan Ducati dan di sirkuit seperti Mugello, sungguh fantastis,” jelas juara dunia 3 kali itu.

    Valentino Rossi - Pecco Bagnaia
    Valentino Rossi – Pecco Bagnaia

    Bagnaia juga berbagi cerita tentang pengalaman barunya sebagai seorang ayah. BTW, saat balapan di Assen, istrinya Domizia Castagnini melahirkan Baby yang diberi nama Oliveiro Bagnaia. “Ini pengalaman yang luar biasa. Untungnya, baby kami banyak tidur dan jarang menangis,” ujarnya sambil tersenyum.

    Rossi pun langsung menanggapinya dengan guyonan khasnya. “Sekarang memang masih mudah karena dia masih kecil. Ibarat kata, ini seperti melakukan tes pra musim. Ketika mereka tumbuh besar, barulah balapan sesungguhnya dimulai,” ujar sang guru sambil tertawa.

    Soal masa sulit yang pernah dihadapi selama kariernya, Pecco mengatakan, “Masa-masa indah selalu datang setelah melewati masa-masa sulit. Kesulitan justru membantu kita berkembang. Kita harus selalu percaya pada tujuan yang ingin dicapai dan jangan pernah melupakan ‘nilai’ diri sendiri. Rasa takut sangat penting dalam olahraga ini, karena itulah yang membuat kita tahu batas kemampuan kita.”

    Memasuki libur musim panas, Pecco hanya berada di peringkat 8 dengan perolehan 143 poin atau tertinggal 47 dari rekan setimnya Marc Marquez yang berada di peringkat 3. Tahun depan Pecco pindah ke tim pabrikan Aprilia untuk menjadi rekan setim baru dari sahabatnya Marco Bezzecchi.

    © ridertua.com

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini