RiderTua.com – Nasib apes menghampiri Marco Bezzecchi di bulan Juni kemarin. Setelah merayakan kemenangan dan banyak kesuksesan lainnya dengan Aprilia pada balapan kandang mereka di Mugello, rider tim pabrikan Aprilia itu mengalami 3 kali crash dalam waktu yang cukup berdekatan.
Pertama, dia menjadi salah satu korban dari crash massal di tikungan pertama Balaton Park yang dipicu rekan setimnya sendiri Jorge Martin. Kedua, setelah crash dalam sprint di Brno Bezz menampar seorang marshal yang membuatnya diskors dilarang ikut balapan pada hari Minggu. Ketiga, terjadi pada race utama di Assen dimana rider berusia 27 tahun itu crash di lap ke-2 dengan cukup keras. Dalam crash ini MarcoBezz sempat dibawa ke rumah sakit. Kemudian hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dirinya lolos dari cedera.
Marco Bezzecchi: Saya Crash Saat Sedang Menyerang Marc Marquez

Marco Bezzecchi mengatakan, “Saya sudah mengalami banyak crash parah sepanjang karir saya, tetapi crash hari Minggu kemarin mungkin salah satu yang terburuk dalam karier saya. Untungnya, saya tidak mengalami cedera tetapi benturannya benar-benar keras.”
“Saat itu saya sedang menyerang Marc untuk memperebutkan posisi ke-4. Saya terlalu agresif saat masuk ke tikungan di luar batas kemampuan motor, roda depan kehilangan grip pada kecepatan hampir 200 km/jam. Setelah itu, saya sama sekali tidak bisa mengendalikan motor. Yang saya ingat hanya kerikil, kerikil, kerikil, dan akhirnya mendarat dekat dinding pembatas,” imbuh rider asal Rimini Italia itu.
Usai crash, Bezzecchi tak bisa langsung berdiri. Dia sempat terbaring lalu duduk agak lama di area run-off. “Saya tetap duduk di area run-off untuk mengatur napas, ditemani para marshal yang membantu saya berdiri. Dari sana, saya bisa berjalan sendiri ke ambulans. Itu yang patut disyukuri setelah mengalami crash yang sangat keras seperti itu,” ujar rider berjuluk Simply the Bezz itu.

Bezz melanjutkan, “Di medical center sirkuit, hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada masalah serius. Tetapi saya merasakan nyeri leher yang parah. Tim medis tidak ingin mengambil risiko, jadi mereka membawa saya ke rumah sakit di Groningen untuk menjalani pemeriksaan yang lebih menyeluruh. Untungnya, saya tidak mengalami cedera dan diperbolehkan pulang pada sore itu juga.”
Bezzecchi mengaku kecewa lantaran kehilangan peluang untuk meraih hasil maksimal dalam race utama di Assen. “Saya sangat berharap bisa tampil apik di Assen. Motor bekerja dengan sangat baik, baik dalam satu lap cepat maupun dalam race pace. Dan saya juga merasa nyaman. Tetapi dalam balapan, hanya butuh sedikit saja ‘sesuatu’ untuk mengubah segalanya,” imbuh putra Vito Bezzecchi (ayahnya selalu mendampinginya saat balapan) itu.
Akibat gagal finis di Assen, Bezzecchi kehilangan posisi sebagai pemimpin klasemen yang direbut Jorge Martin yang kini unggul 7 poin. “Saya kehilangan posisi sebagai pemimpin klasemen. Tetapi jujur, itu adalah hal terakhir yang ada di pikiran saya saat ini. Yang penting, saya baik-baik saja. Saya akan kembali mengendarai motor secepatnya, dan Aprilia berhasil menyapu bersih podium. Ini adalah kepuasan terbesar bagi seluruh tim, meskipun hari Minggu menjadi hati yang sangat sulit bagi saya,” ujar murid legenda MotoGP Valentino Rossi itu.

“Sekarang saya harus fokus pada pemulihan dan kemudian kembali bekerja. Assen adalah akhir pekan yang berat sekaligus menutup bulan yang sangat berat bagi saya. Tetapi kita harus terus membuat kemajuan,” pungkas Bezzecchi yang tahun depan akan punya rekan setim yang baru, Pecco Bagnaia.






