RiderTua.com – Hubungan Jorge Martin dan Aprilia akhirnya benar-benar mencapai ‘garis finish’… Begitu Yamaha umumkan Martin dan Ai Ogura sebagai pembalap pabrikan mereka untuk musim 2027–2028, babak baru buat kedua pembalap ini langsung dimulai. Di sisi lain, pengumuman ini juga jadi tanda berakhirnya kebersamaan Martin dengan Aprilia setelah satu setengah musim yang pasang surut. Bukannya berakhir manis, perpisahan ini justru makin memperjelas kalau hubungan juara dunia 2024 itu dengan pabrikan asal Noale memang sudah lama tak akur.
▶Daftar Isi
Tak Ada Ucapan Terima Kasih! Hubungan Jorge Martin-Aprilia Resmi Berakhir dengan Suasana Dingin
Yang paling mencolok bukanlah kepindahan Martin ke Yamaha, melainkan suasana yang menyertainya. Biasanya, setiap kali pebalap MotoGP berganti tim, publik akan melihat unggahan foto perpisahan, ucapan terima kasih, hingga pesan penuh penghargaan dari kedua belah pihak. Namun kali ini situasinya benar-benar berbeda. Tidak ada salam perpisahan dari Aprilia untuk Martin, dan Martin pun tak memberikan ucapan terima kasih kepada tim yang dibelanya. Keheningan itu seolah jadi gambaran paling jelas bahwa hubungan personal keduanya memang telah retak dan berakhir tanpa kehangatan.

Kontras tersebut semakin terasa ketika melihat bagaimana Aprilia memperlakukan Ai Ogura. Meski sama-sama akan tinggalkan keluarga Aprilia untuk gabung dengan Yamaha, pebalap Jepang itu justru dapat perpisahan resmi dari Trackhouse Racing, tim satelit Aprilia yang selama ini jadi rumahnya. Melalui saluran komunikasi resmi mereka, Trackhouse sampaikan salam perpisahan secara formal dengan nada penuh apresiasi, sesuatu yang sama sekali tak terlihat dalam kasus Jorge Martin.
Dalam pernyataannya, Trackhouse tegaskan bahwa mereka sangat menghargai dedikasi serta kerja keras Ai Ogura selama satu setengah tahun terakhir. Tim juga sampaikan doa terbaik untuk perjalanan karier sang pebalap di masa depan. Meski harus berpisah, Trackhouse memastikan fokus mereka tetap tertuju pada target besar musim 2026, yakni berjuang meraih gelar juara bersama susunan tim yang ada.
Menariknya lagi, gestur positif itu juga mendapat respons dari pihak pabrikan Aprilia. Pada unggahan perpisahan milik Trackhouse, akun resmi Aprilia ikut memberikan komentar berupa simbol hati berwarna biru disertai inisial “JP” sebagai bentuk apresiasi kepada pebalap Jepang tersebut. Namun, perhatian serupa sama sekali tak diberikan kepada Jorge Martin. Hingga pengumuman kepindahannya diumumkan, akun media sosial Aprilia tak memberikan ucapan, komentar, maupun gestur penghormatan kepada sang juara dunia.

Sikap Yamaha Terhadap Fabio Quartararo dan Alex Rins penuh rasa hormat
Perbedaan sikap itu semakin mencolok jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan Yamaha sehari sebelumnya. Pabrikan asal Jepang tersebut justru menutup kerja sama mereka dengan Fabio Quartararo dan Alex Rins secara profesional serta penuh rasa hormat. Yamaha bahkan siapkan video khusus yang merangkum berbagai momen terbaik kedua pebalap selama membela tim, lengkap dengan pesan perpisahan yang hangat.
Untuk Alex Rins, Yamaha memberikan penghargaan atas profesionalisme, determinasi, komitmen, dan semangat kerja sama yang selalu ia tunjukkan sepanjang kebersamaan mereka. Pabrikan itu juga ngaku bangga pernah jadi bagian dari perjalanan karier Rins dan berharap yang terbaik untuk langkah berikutnya.
Sementara itu, pesan untuk Fabio Quartararo terasa jauh lebih emosional. Hal itu tak bikin kita heran mengingat Quartararo bukan hanya seorang pebalap, tetapi juga sosok yang pernah membawa Yamaha meraih gelar juara dunia dan jadi salah satu ikon penting tim dalam beberapa musim terakhir. Yamaha secara khusus ucapkan terima kasih atas komitmen, gairah, dan berbagai momen berharga yang telah diberikan Quartararo selama membela warna biru.

Quartararo pun membalas penghormatan tersebut melalui pesan panjang yang penuh emosi. Ia ucapkan terima kasih kepada Yamaha atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan selama delapan musim kebersamaan mereka. Dalam pesannya, Quartararo juga mengenang perjalanan luar biasa yang telah dilalui bersama tim, mulai dari satu gelar juara dunia, 11 kemenangan, podium, pole position, hingga pengalaman kemanusiaan yang menurutnya akan selalu menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Suasana hangat di Yamaha itu jadi kebalikan dari kondisi yang terjadi di kubu Aprilia dan Jorge Martin. Hubungan keduanya memang telah lama berada dalam situasi yang tak nyaman sejak musim 2025. Musim tersebut jadi periode yang sangat berat bagi Martin karena harus berjuang hadapi rentetan cedera. Di tengah kondisi itu, sang pebalap bahkan sempat mencoba mengakhiri kontraknya lebih awal, sebuah langkah yang membuat pihak Aprilia merasa tersinggung dan memperkeruh hubungan kedua belah pihak.

Ketegangan kemudian semakin meningkat setelah insiden di GP Hungaria. Pada tikungan pertama sesaat setelah start, Martin melakukan kesalahan yang memicu kecelakaan beruntun. Dalam insiden tersebut, rekan satu pabrikannya sekaligus pemimpin klasemen saat itu, Marco Bezzecchi, ikut terjatuh. Peristiwa itu jadi salah satu momen yang semakin memperburuk situasi internal di dalam tim.
Pimpinan Aprilia disebut sangat menyayangkan insiden tersebut. Sejak saat itu, hubungan antara Martin dan manajemen tim semakin mendingin hingga akhirnya nyaris tak terlihat lagi adanya kedekatan di depan publik. Kini, setelah Yamaha secara resmi mengumumkan Jorge Martin sebagai pebalap mereka untuk musim 2027 dan 2028, gambaran akhirnya semakin jelas. Baik Martin maupun Aprilia tampaknya sama-sama ingin segera menuntaskan musim ini sebelum benar-benar menutup kerja sama mereka dan melanjutkan jalan masing-masing.

Akibat Perlakuan Martin Sendiri Terhadap Aprilia?
Bro.. Pada akhirnya, dinginnya perpisahan ini emang konsekuensi logis dari hubungan yang udah telanjur retak di kedua belah pihak. Mulai dari momen Jorge Martin yang sempat nyoba mutus kontraknya lebih awal demi bisa gabung ke Honda, sampai ke urusan perselisihan kontrak yang berujung ke meja hukum, rasa saling percaya antara si pebalap dan Aprilia perlahan-lahan luntur.
Jadi, kalau sekarang gak ada ucapan terima kasih atau salam perpisahan dari mereka berdua, ya gak heran lagi. Situasi ini justru makin memperjelas kalau hubungan profesional mereka sebenarnya udah kelar jauh sebelum pengumuman resmi Martin pindah ke Yamaha. Perpisahan sekarang ini cuma jadi penutup formal aja dari konflik panjang yang udah lama terjadi.
Jorge Martin dan Aprilia Berpisah Tanpa Kata, Kisah Perpisahan Paling Dingin di MotoGP 🤔






