RiderTua.com – Sama seperti kemarin, dimana Marc Marquez finis ke-7 kemudian naik ke posisi ke-6 karena rekan setimnya Pecco Bagnaia dihukum turun satu posisi karena melanggar track limit, juara dunia 9 kali itu juga tidak merasa senang atau kecewa setelah finis di posisi ke-6 dalam race utama hari Minggu di Assen. Tapi kemudian dia harus turun ke posisi ke-7 setelah melanggar track limit, senasib dengan Pecco.
“Saya memang sudah memperkirakan akan finis di posisi ke-6, 7, atau 8. Kalau melihat jalannya balapan, posisi ke-5 adalah hasil maksimal. Tetapi pada akhirnya saya finis di posisi ke-7. Hal positifnya adalah kami berhasil menjalani balapan tanpa cedera dan itu adalah target utama saya disini,” ujar rider berusia 33 tahun itu.
Marc Marquez: Ada 5 Pembalap yang Bersaing untuk Merebut Kemenangan Sekaligus Gelar Dunia di Setiap Balapan

Usai sprint race kemarin, Marc Marquez mengaku memang hanya ingin ‘main aman’ di Assen. Keputusannya itu mempengaruhinya dalam memilih ban untuk balapan panjang. “Saya memilih ban belakang soft karena secara fisik saya tidak mampu memaksimalkan potensi ban di setiap lap. Jadi saya berkata pada diri sendiri bahwa ‘saya akan mengendarai motor dengan santai dan hanya menyerang di lap-lap tertentu’. Untuk strategi seperti itu, ban belakang soft lebih cocok,” ujar pemenang 101 balapan di semua kelas balap itu.
Menghindari cedera memang menjadi prioritas Marquez di Assen, apalagi setelah terjadi banyak crash disana. Strategi Marquez memang jenius. Karena dua pekan lagi, MotoGP akan menyambangi Sachsenring Jerman yang merupakan trek favorit Marquez. Disana, kita akan kembali melihat performa Marquez yang sebenarnya. “Kita lihat apa yang bisa saya capai di sana. Tentu saja saya berharap bisa tampil lebih baik di sana ketimbang di sini,” tegas pacar Gemma Pinto itu.

Marquez kembali mengkritik sirkuit TT Assen. “Saya mengalami banyak kesulitan saat harus berpindah dari tikungan kiri ke kanan. Terutama saat harus berpindah dari tikungan kiri lalu langsung memasuki titik pengereman di tikungan kanan. Di area itulah saya kesulitan dan hari ini para rival saya menyerang tepat di area tersebut,” jelas juara dunia MotoGP 7 kali itu.
Marquez melanjutkan, “Dan pada hari Jumat, ketika saya mencoba untuk balapan sesuai keinginan saya, saya justru jatuh di area itu karena posisi saya tidak tepat. Assen adalah trek yang sangat bagus. Tetapi ada banyak area yang harus diperbaiki. Karena setiap pembalap yang masuk ke area gravel dengan kecepatan tinggi bisa mengalami highside. Saya sendiri tidak tahu apa solusinya.”
“Tetapi pada hari Jumat, kita melihat Fermin (Aldeguer) sebenarnya mengalami crash yang cukup normal. Tetapi ketika dia masuk ke area gravel, dia justru mengalami highside. Hari ini ketika Bezzecchi juga masuk ke area gravel, dia juga sampai terguling-guling. Jadi kita harus mencari solusi agar balapan disini lebih aman,” imbuh rider asal Cervera Spanyol itu.

BTW, Bezzecchi yang crash di tikungan 15 di lap ke- 2 kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih komprehensif. Sedangkan Aldeguer terpaksa mundur dari balapan akhir pekan yang tertisa setelah crash pada hari Jumat. Sementara adiknya Alex Marquez yang juga crash pada hari Jumat, sangat beruntung tidak mengalami masalah fisik.
Usai balapan di Belanda, Marquez kembali turun ke peringkat 5 dan tertinggal 40 poin pemimpin klasemen yang baru Jorge Martin. Sementara Ai Ogura yang berhasil memenangkan balapan di Assen, menyalipnya di klasemen dan kini menempati peringkat 4 unggul 13 poin atas Marquez.






