RiderTua.com – Marc Marquez sempat crash di tikungan 2 setelah ban depannya kehilangan grip di sesi FP1 Jumat pagi di Assen. Beruntungnya juara dunia 9 kali itu tidak sampai terluka dan beberapa saat kemudian bisa melanjutkan sesi. Pada akhirnya rider Ducati Lenovo itu hanya mampu menempati posisi ke-10 kalah 0,446 detik di belakang pembalap tercepat Marco Bezzecchi (Aprilia). “Itu murni kesalahan saya. Ban depan saya kehilangan grip dan saya terjatuh,” ungkapnya.
Di awal-awal sesi pra kualifikasi Jumat sore, Marquez bertahan di posisi 10 besar. Tak lama sebelum sesi berakhir, adiknya Alex Marquez mengalami crash yang cukup keras. Red flag pun dikibarkan dan Marc kembali ke garasi. Saat digarasi itulah, dia melihat adiknya berjalan sempoyongan dan tampak linglung akibat benturan. Ketika sesi kembali dimulai, waktu hanya tersisa 3 menit dan Marc memilih untuk melepas helmnya dan menyudahi sesi. Waktu itu, rider berusia 33 tahun yakin bahwa dirinya pasti lolos ke Q2. pada akhirnya dia menempati posisi ke-6 tertinggal 0,342 detik dari pembalap tercepat Bezzecchi.
Marc Marquez: Balapan di Assen Risikonya Sangat Tinggi, Saya Berharap Turun Hujan Tapi Mustahil

Marc Marquez mengatakan, “Target saya memang hanya masuk 10 besar. Ketika saya melihat catatan waktu saya aman, saya memutuskan untuk tetap di pit. Besok adalah hari yang berbeda. Saya langsung sadar, saya punya masalah di trek ini. Tahun ini akan lebih sulit ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Saya akan mencoba bertahan sebaik mungkin.”
Apa yang membuat sirkuit Assen begitu sulit baginya? “Perubahan arahnya terlalu cepat dan lintasannya juga sangat sempit. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal di sini. Saya merasa tidak nyaman saat mengendarai motor di beberapa area trek ini. Di tikungan 1 saya merasa nyaman, tetapi di tikungan 2, 3, dan 4 saya tidak bisa menikmatinya,” keluh Marquez.
Apakah Marquez tidak menyukai sirkuit Assen? “Bukan berarti saya tidak menyukainya. Maksud saya, saya juga pernah menang di sini. Tapi lintasan ini sangat cepat, sempit, dan area run-off nya dipenuhi kerikil. Bahkan ukuran batunya cukup besar. Ini adalah salah satu trek di mana saya berharap hujan turun. Tapi itu mustahil terjadi tahun ini. Layoutnya sendiri bagus dan saya menyukainya. Tapi risiko yang kita ambil di trek ini sangat tinggi, itu yang saya tidak suka. Namun pada akhirnya, kita semua adalah pembalap profesional. Kita tidak mungkin menyukai semua dari 22 sirkuit yang ada,” tegas rider asal Cervera Spanyol itu.

Mulai GP Belanda, hole-shot devide dilarang digunakan pada motor MotoGP. Dan pada hari Jumat, para pembalap berkesempatan berlatih start tanpa perangkat tersebut. Sebagai pembalap yang sudah membalap di MotoGP sejak perangkat itu belum ada, Marquez mengatakan, “Itu bermuara dari dua hal. Mulai dari start hingga masuk tikungan pertama, ini justru menjadi lebih berbahaya. Tapi sejak titik pengereman hingga masuk tikungan, menjadi lebih aman.”
“Dari 4 kali latihan start, 2 diantaranya roda depan saya sama sekali tidak menyentuh aspal hingga mendekati tikungan pertama karena wheelie. Kalau membalap sendirian akan lebih mudah menanganinya dengan mengurangi gas. Kita akan lihat bagaimana ketika semua motor start secara bersamaan dan siapa yang mau mengurangi gas. Tapi itu normal di balapan.”
“Perangkat rear device masih boleh digunakan sehingga bagian belakang motor tetap berada pada posisi rendah saat akselerasi. Karena itulah performa motor tetap meningkat. Tapi kami sudah tidak pakai perangkat depan (front device). Ini membuat titik pengereman terasa lebih alami. Tetapi mulai dari start hingga titik pengereman, bisa saja terjadi insiden. Saya harap semua pembalap tetap mengendalikan situasi. Di Catalunya pada 2016 atau 2017, Petrucci menyenggol saya lalu dia menabrak dinding pembatas. Hal-hal seperti itu bisa saja terjadi lagi,” imbuhnya.

Apakah akan lebih baik jika perangkat belakang (rear device) juga dilarang? “Itu tidak mungkin. Kalau rear device juga dilarang, saya rasa motor akan jauh lebih sulit dikendalikan karena perangkat itu tak hanya digunakan saat start saja tapi juga saat balapan. Sementara hole-shot device hanya digunakan saat start saja,” jawab Marquez.
Bagaimana kondisi Alex? “Saya sudah mengeceknya dan dia tidak mengalami cedera. Tapi sekujur tubuhnya terasa sakit, karena dia crash dalam kecepatan yang sangat tinggi,” pungkas Marquez yang saat ini berada di peringkat 4 dengan perolehan 140 poin atau selisih 40 poin dari pemimpin klasemen Bezzecchi.
Ducati baru saja mengumumkan secara resmi perpanjangan kontrak Marc Marquez untuk 2027 dan 2028. Dia akan memiliki rekan setim Pedro Acosta yang usianya terpaut 11 tahun lebih muda darinya selama 2 tahun kedepan.
Marc Marquez: Balapan di Assen Risikonya Sangat Tinggi, Saya Berharap Turun Hujan Tapi Mustahil






