RiderTua.com – Ketika Iker Lecuona melihat Jorge Martin kehilangan kendali di Tikungan pertama pada race hari Minggu di Balaton Park dan kemudian memicu crash massal, rider Spanyol itu langsung teringat insiden sama yang terjadi di balapan Superbike tahun lalu. Saat itu rider tim Aruba.it Ducati itu menjadi salah satu korban dari crash yang menjatuhkan 7 pembalap sekaligus, yang mengakibatkan Iker mengalami patah lengan.
Lecuona mengaku sudah melihat tanda-tanda bahaya dan bereaksi dengan menarik kopling serta langsung memperlambat motornya secara drastis saat insiden terjadi didepannya. “Ketika saya melihat Martin melakukan pengereman pertama, saya dan semua pembalap yang ada di sekitar saya mengerem dengan keras karena kami tahu akan ada bahaya. Karena motornya bergoyang hebat saat masuk tikungan, di permukaan aspal yang sangat sulit,” ungkap rider berusia 26 tahun itu.
Iker Lecuona: Ketika Melihat Martin Mengerem Kami Tahu akan Ada Bahaya

Ketika Iker Lecuona ditanya, apakah insiden tersebut mengingatkannya pada insiden yang menimpanya tahun lalu? “Ya, jujur saja. Karena alasan itulah, ketika saya melihat gerakan Martin, saya langsung mengerem, menarik kopling, dan menghentikan motor. Karena tahun lalu lengan saya patah di sini, bukan karena kesalahan saya. Juga karena alasan itulah, ketika saya melihat kesalahan itu, saya pikir mungkin akan jadi red flag. Ketika tidak ada red flag, saya tahu semua orang baik-baik saja.”
Usai insiden di tikungan pertama, Lecuona yang awalnya start dari posisi ke-16 menyelesaikan lap pertama di posisi ke-13 sebelum melakukan comeback yang impresif. Kemudian naik ke 10 besar, maju ke posisi ke-8 setelah Joan Mir terjatuh, lalu mengover-take Jack Miller di last lap dan bertahan di posisi ke-7 hingga garis finis.
Itu merupakan hasil terbaik Lecuona di MotoGP, sejak GP Inggris di Silverstone pada 2021 saat masih membalap untuk tim Tech3 KTM. “Sangat menyenangkan bisa kembali ke MotoGP dengan finis di 7 besar. Jujur, saya benar-benar bahagia. Saya melakukan beberapa overtaking, bertarung, beberapa kali melebar lebih banyak dari yang saya duga, jadi saya kehilangan banyak waktu ketika saya mengejar Miller. Tapi ketika saya sampai tepat di belakangnya di lap terakhir, saya tahu saya harus menyalipnya,” jelasnya.
Lecuona melanjutkan, “Saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Jadi sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada Ducati, Gresini, dan tim Aruba. Jujur, saya melihat kecepatan dan potensi saya. Kami tidak pernah berada di posisi terakhir di sini, jadi terima kasih kepada tim.”

Akhir pekan ini Lecuona kini kembali beraksi di WSBK di Misano. Saat ini dia berada di peringkat 2 dalam klasemen di belakang rekan setimnya Nicolo Bulega. Apakah dia akan kembali bertugas menggantikan Alex Marquez di tim Gresini untuk seri berikutnya di Brno? Lecuona menegaskan bahwa hal itu akan bergantung pada kondisi fisik Alex.
“Saya tidak tahu. Untuk saat ini, saya harus fokus pada pemulihan tubuh saya untuk menghadapi balapan di Misano. Lalu kita lihat nanti. Saya harap Alex bisa kembali balapan lagi. Untuk saat ini, jujur saja saya tidak tahu apa-apa soal Brno. Saya ditunjuk untuk menggantikan Alex di Balaton Park saja, saya baru diberitahu hari Senin. Jadi mungkin sampai menit terakhir, saya tidak akan tahu apakah saya akan pergi ke Brno atau tidak,” pungkas Iker Lecuona yang hanya 1 musim berkompetisi di MotoGP itu.
BTW, rekan setimnya Fermin Aldeguer termasuk di antara pembalap yang terjatuh dalam crash massal yang disebabkan Martin di Tikungan 1. Aksi comeback Lecuona di kelas utama berbuah manis, dia berhasil mencetak 9 poin hanya dari 1 penampilan saja.






