RiderTua.com – Seperti seri-seri sebelumnya, Fabio Quartararo juga tak punya ekspektasi tinggi di MotoGP Mugello akhir pekan ini. Setelah selalu finis di barisan belakang, rider tim pabrikan Yamaha itu membuat kemajuan mulai balapan kandangnya di Le Mans dengan finis di posisi ke-6 di grand prix. Kemudian dia finis ke-5 di GP Catalunya. Menjelang balapan di Mugello, Quartararo hanya menempati peringkat 13 dengan perolehan 37 poin dalam klasemen.
“Saya tidak punya ekspektasi, karena ini akan menjadi akhir pekan yang sangat berat bagi kami. Saya hanya ingin menikmati balapan, itu hal terpenting bagi saya saat ini. Jujur, masalah terbesar Yamaha bukan hanya terletak pada kurangnya tenaga. Dulu motor kami mampu menikung dengan baik dan punya grip yang memadai, tetapi sekarang kami tidak punya grip atau kemudahan saat masuk tikungan, ditambah lagi tentu saja masalah mesin. Jadi, ini akan sulit,” keluh El Diablo.
Fabio Quartararo: Saya Tidak akan Hadir ke Rapat Komisi Keselamatan Karena Tidak Ada Masalah yang Perlu Dibahas

Saat tes hari Senin di Barcelona, Fabio Quartararo juga mengeluh bahwa Yamaha tidak menemukan peningkatan yang dapat membantu untuk tampil lebih baik di Mugello.
Juara dunia MotoGP 2021 itu menjelaskan, “Jujur, treknya punya grip yang sangat baik. Saya mencatatkan waktu 1:38,8 menit atau lebih lambat 0,3 detik dari catatan waktu saya di Q2, padahal saya tidak melakukan time attack dan sebenarnya saya masih bisa lebih cepat lagi. Tetapi itu bukan kondisi yang real. Kita tidak akan pernah menemukan feel seperti itu. Karena trek tidak pernah punya grip sebesar itu selama balapan, tidak seperti saat tes. Jelas, dengan cengkeraman yang bagus maka kita punya potensi yang jauh lebih baik.”
Menilik kondisi dan situasi Yamaha saat ini, Quartararo pesimis bisa meraih podium di Mugello. Namun balapan akan sangat menyenangkan apabila dirinya mampu bersaing di 10 besar. “Perbedaannya besar, karena saya lebih suka melihat diri saya berada di barisan depan ketimbang di barisan belakang. Saya sangat menikmati balapan di Le Mans karena saya tahu saya bisa bertarung. Sementara dalam Sprint race, saya duel melawan pembalap seperti Pedro Acosta dan Joan Mir yang pernah beberapa kali duel melawan saya sebelumnya. Itu jauh lebih menyenangkan. Tetapi saya rasa, akhir pekan ini akan berat,” ungkap rider asal Prancis itu.

Apa pendapat Quartararo soal kemungkinan penghapusan motor kedua mulai 2027? “Saya rasa itu keputusan yang salah. Bagaimana kalau terjadi falg to flag? Selain itu, menurutku itu juga bagus untuk pertunjukan ketika ada pembalap yang jatuh di kualifikasi, kita bisa lari ke pit lalu mengambil motor kedua. Saya setuju tetap menggunakan dua motor,” tegasnya.
Quartararo menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik untuk menghadiri rapat Safety Commission, dimana pertemuan ini menjadi sangat penting usai terjadi dua kali red flag dan tiga kali start di GP Catalunya.
“Saya tidak akan datang. Bagi saya, tidak ada masalah yang perlu dibahas. Ini soal balapan. Kalau kami berada di rumah, hal seperti itu tidak akan pernah terjadi. Tetapi semua orang di paddock tahu bahwa kami melakukan olahraga berisiko tinggi. Saya rasa itu adalah pertama kalinya dalam hidup saya, balapan MotoGP mengalami dua kali red flag,” tegas rider berusia 26 tahun itu.

Quartararo juga menegaskan bahwa risiko cedera adalah bagian dari pekerjaan sorang pembalap dan semua orang menyadari risiko tersebut. “Dalam kasus Alex Marquez, sebenarnya tidak ada bisa dilakukan. Sedangkan apa yang terjadi pada Zarco, itu bisa saja terjadi karena insiden itu terjadi di tikungan pertama. Dia hanya bernasib sial. Pada akhirnya restart memang sulit, tetapi begitulah adanya. Kami berada di sini untuk balapan dan kami tahu bahwa besok kami bisa saja mengalami patah kaki, patah lengan, atau mengalami cedera serius. Itu bagian dari pekerjaan kami,” pungkas rider yang tahun depan kabarnya akan pindah ke tim pabrikan Honda itu.






