RiderTua.com – Halo Bro-Sis RiderTua. Chicho Lorenzo (buapaknya Jorge Lorenzo) menyoroti performa Ducati yang kembali kuat dan mampu membalikkan keadaan di Jerez. Dalam 3 seri sebelumnya, Aprilia mendominasi dengan menyapu bersih 3 grand prix pertama. Di Jerez, grid menjadi sangat kompetitif dan tidak ada lagi satu pabrikan yang benar-benar mendominasi.
“Hingga saat ini Aprilia memang cukup mendominasi, dengan Marco Bezzecchi yang sering menang dan Jorge Martin berada sangat dekat di belakangnya. Tetapi sekarang situasinya menjadi jauh lebih seimbang. Jika melihat grid, Ducati, KTM, Honda, dan Aprilia semuanya bercampur di barisan depan. Itu menunjukkan betapa tingginya level persaingan tahun ini,” ujar Chicho.
Chicho Lorenzo: Aksi Potong Kompas Marc Marquez Berbahaya, Meski Tidak Ada Pembalap Lain Itu Tetap Berisiko

Chicho Lorenzo memuji penampilan Alex Marquez yang berhasil memenangkan GP Spanyol di Jerez. “Itu adalah salah satu balapan paling solid yang ditampilkan Alex yang pernah saya lihat di MotoGP. Bukan cuma karena dia menang, tetapi caranya memenangkan balapan sungguh luar biasa. Saat duel melawan Marc Marquez, overtake-nya sangat sempurna. Bersih, tanpa kontak, dan di waktu yang tepat. Itu menunjukkan kendali penuh,” ujar Papanya juara dunia MotoGP 3 kali Jorge Lorenzo itu.
Soal teknik berkendara saat ini dan betapa sempitnya margin kesalahan di MotoGP modern, Chicho menekankan bahwa performa saat ini bergantung pada detail yangΒ sangat presisi termasuk batas sudut kemiringan.
“Batasnya sekitar 64 derajat. Kalau lebih dari itu, kita akan bermain-main dengan risiko crash. Setelah melewati batas itu, sedikit saja perubahan bisa merubah segalanya. Motor memang berbelok lebih baik saat kita semakin miring, tetapi masalahnya kita semakin dekat dengan tanah/aspal. Ini benar-benar batas yang sangat tipis,” tegas Chicho.

Dalam race utama hari Minggu, Marc Marquez crash di tikungan 11 di sirkuit Angel Nieto Jerez. Menurut Chicho, crash tersebut berasal dari pola yang sama. “Itu crash karena terlalu miring. Situasi seperti ini sering terulang. Perbandingan dengan pembalap lain sekali lagi menjadi kunci untuk memahami perbedaan minimal tersebut. Di tikungan yang sama dan pada kecepatan yang sama, beberapa pembalap berhasil menjaga motor sedikit lebih tegak. Dan perbedaan sekecil itu bisa mengubah segalanya,” jelasnya.
Dalam sprint hari Sabtu yang diguyur hujan, Marquez sempat crash karena belum ganti motor dengan ban hujan. Saat itu dia crash di tikungan 13 yang kebetulan dekat pit. Marquez langsung bangkit lalu mengambil motornya yang masih menyala, setelah menunggu semua pembalap lewat kemudian dia menyeberang trek dengan melewati rumput dan langsung masuk pit dari jalur yang tidak biasa. Tindakan Marquez tersebut kemudian menimbulkan kontroversi. Bahkan kemenangannya di sprint dianggap tidak sah karena dia melanggar aturan.
“Saya rasa itu berbahaya. Menyeberang lintasan seperti itu, walaupun tidak ada pembalap yang datang dari belakang, tetap berisiko. Situasi seperti ini selalu rumit, karena kita tidak tahu apa yang mungkin terjadi atau siapa yang mungkin muncul di belakang kita. Dalam 1 detik, semuanya bisa berubah dalam sekejap,” jelasnya.
Menurut Chicho harus ada aturan yang jelas soal itu. “Masalahnya, seringkali tidak dijelaskan secara gamblang dalam peraturan. Tetapi itu tidak mengubah fakta bahwa manuver itu sangat berbahaya,” tegasnya.

Di Jerez, 4 motor Aprilia finis di 6 besar. Performa Martin menjadi sorotan karena dia tampil kuat meski baru saja pulih dari cedera, dan konsisten meraih podium. “Dia melakukan pekerjaan yang sangat solid, tanpa tekanan berlebihan, dan itu membantunya tetap di posisi teratas,” ujarnya.
Sejak tahun lalu, Marco Bezzecchi menjadi ujung tombak Aprilia dan menyelesaikan musim di peringkat 3 dalam klasemen. Tahun ini, murid Valentino Rossi itu kembali menunjukkan performa kuatnya. Dia memenangkan 3 grand prix pertama dan saat ini menjadi pemuncak klasemen. Meski di Jerez dia hanya finis ke-2 namun menurut Chicho, rider asal Rimini Italia itu masih menjadi tolok ukur pembalap lain.
Di sisi lain Chicho menegaskan bahwa Marc Marquez masih menjadi sosok yang ‘menakutkan’ di MotoGP. “Kita tidak pernah bisa mengesampingkan pembalap seperti itu. Sampai dia memutuskan untuk pensiun, dia akan selalu berada dalam persaingan. Dia punya kemampuan untuk mengatasi kesulitan pasca cedera sebagai salah satu pencapaian besar di dunia balap motor. Apa yang telah dia lakukan setelah semua yang terjadi, sangat sulit untuk ditiru dalam olahraga ini,” pungkasnya.







