RiderTua.com – Apa kabar pembaca RiderTua? Tak hanya bekerja sebagai tes rider KTM, Pol Espargaro juga ‘nyambi’ kerja sebagai reporter untuk sebuah televisi Spanyol. Dan sejak lebih dari 1 tahun lalu, dia juga bekerja sebagai manajer pembalap. Wah, rangkap jabatan ini!
Kini Pol menjadi manajer Daniel Holgado (Aspar Team). “Jujur, menjadi manajer terjadi sepenuhnya secara tidak sengaja. Karena tidak saya rencanakan atau niatkan untuk melakukannya. Saya sudah mengenal Dani sebelumnya. Dia menghubungi saya untuk bertemu di GP Amerika tahun lalu. Dia bilang tidak merasa nyaman dengan manajernya saat itu. Dia mengalami beberapa masalah dan butuh sedikit bantuan secara umum. Bukan cuma soal manajemen tetapi juga soal latihan, yang intinya mencakup banyak hal. Lalu dia bertanya kepada saya, apakah saya bisa menjadi manajernya,” jelas rider berusia 34 tahun itu.

Pol Espargaro: Menjadi Manajer Dani Holgado, Itu Tidak Sengaja Bukan Saya Rencanakan dan Niatkan
Pol Espargaro melanjutkan, “Waktu itu saya menganggapnya seperti seorang kakak yang membantu adiknya sebisa mungkin. Sampai akhirnya dia mulai meraih hasil yang sangat bagus di Moto2, bahkan menjadi salah satu yang terbaik di klasemen. Tahun ini dia menjadi kandidat juara dunia dan mungkin akan mendapatkan kesempatan naik ke MotoGP tahun depan. Jadi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.”
Pol mengaku bahwa perannya tidak hanya bertindak sebagai manajer Dani Holgado, tetapi juga sebagai pelatih (coach). Dia memberi nasihat tentang cara menghadapi pers, nutrisi, kesehatan mental, hingga latihan fisik. “Dia mendapat dukungan luar biasa dari keluarganya. Orang tuanya sangat baik. Kedengarannya sederhana, tapi di dunia atlet elit, hal semacam ini sulit ditemukan,” imbuhnya.
Saat ini Dani Holgado berada di peringkat 3 dalam klasemen Moto2. Rumornya dia akan direkrut tim Gresini MotoGP untuk tahun depan. “Untuk masa depan, sekarang kami harus mulai bekerja keras untuk mempersiapkannya naik ke MotoGP, yang kami harap akan terjadi tahun depan. Jujur saja, ada pembicaraan dengan beberapa tim MotoGP. Dani adalah salah satu pembalap yang punya banyak prospek untuk tahun depan. Bersama David Alonso, dia adalah salah satu dari sedikit pembalap muda yang di usia 20 tahun sudah menunjukkan potensi besar dan performa yang sangat bagus sejak tahun pertamanya di Moto2,” jelas Pollycio.

Pol menambahkan, “Prospek Dani di MotoGP tahun depan cukup menjanjikan. Buat saya ini menyenangkan dan juga lebih mudah, karena Dani mempemudah segalanya. Dengan hasil yang luar biasa, praktis kontrak akan datang dengan sendirinya.”
Bagaimana Dani Holgado menangani rumor dan peluang naik ke MotoGP? “Situasi seperti ini sangat sulit untuk pembalap muda. Tapi untuk usianya, Dani sangat dewasa bahkan jauh lebih matang ketimbang saat saya seusia dia. Dia mampu menghadapi situasi ini dengan sangat baik. Lingkungan di sekitarnya juga sangat membantu secara emosional,” jawab Pol.
Pol melanjutkan, “Bukan hanya tekanan dari balapan dan beban sebagai salah satu kandidat juara dunia tetapi juga rumor yang beredar di media sosial dan pers, yang menyebut dia akan ditempatkan di tim ini atau itu. Dan itu sangat sulit untuk dihadapi. Jadi, lingkungan sekitar sangat penting. Tapi saya sangat tenang karena Dani memilikinya.”
Apakah di masa depan Pol akan tertarik mengelola lebih banyak pembalap? “Itu bukan rencana saya. Apakah saya akan melakukannya atau tidak, saya tidak tahu. Karena 2 atau 3 tahun lalu, saya tidak pernah membayangkan akan berada dalam situasi seperti ini,” tegasnya.

“Saat masih balapan, saya tidak pernah membayangkan akan menjadi reporter DAZN. Sekarang saya justru membantu salah satu pembalap yang berpotensi menjadi juara dunia Moto2. Ini adalah situasi yang tidak dapat saya kendalikan, tetapi saya menerimanya dan menjalaninya sebaik mungkin, dengan cara yang paling proaktif. Tetapi itu bukan tujuan utama saya.”
“Saya rasa hubungan saya dengan Dani terjalin secara alami dan tanpa dipaksakan, bahkan nyaris tanpa diinginkan. Tetapi saya sangat menikmatinya dan saya memberikan yang terbaik dalam segala hal yang saya lakukan. Oleh karena itu, akan sulit bagi saya untuk memberikan perhatian kepada lebih dari satu pembalap seperti yang saya lakukan dengan Dani. Dia saya anggap sebagai ‘anak asuh’ saya karena dia selalu berada di rumah saya sepanjang hari. Hubungan kami lebih dari sekadar manajer-pembalap, saya melihatnya hampir seperti kakak-adik. Dan saya rasa itu sulit untuk ditiru,” pungkas adik Aleix Espargaro (tes rider Honda) itu.






