RiderTua.com – Marco Bezzecchi sadar betul bahwa dirinya masih perlu meningkatkan performanya jika ingin meraih gelar juara dunia tahun ini. Meski menjadi pemimpin klasemen dan tak terkalahkan di balapan panjang hari Minggu sejauh ini, Bezz tetap tak puas dengan kesalahan yang telah ia lakukan mulai awal musim (terutama di Sprint).. Namun, ia menolak untuk menganggap dirinya sebagai kandidat juara kalau kesalahan-kesalahan itu masih sering muncul…
Tiga Kemenangan Beruntun, Marco Bezzecchi Tetap Kalem: βBelum Level Juaraβ
Walaupun sudah borong 3 kemenangan Grand Prix pertama musim ini dan memimpin klasemen, Marco Bezzecchi tetap rendah hati atau tepatnya realistis. Jadi meski hasilnya kelihatan mulus, di dalam dirinya masih ada rasa ‘ganjel’ yang belum beres…

Sejauh ini, dia memang telah mengamankan semua skor (75 poin) di balapan utama, tetapi ia hanya mencetak 6 dari total 36 poin yang tersedia di balapan sprint. Poin-poin dari Buriram dan Austin sangat membebani dirinya, karena pembalap Aprilia ini sangat menyadari bahwa ia kehilangan antara 18 dan 24 poin gara-gara crash saat lagi ada di posisi dua besar..
Makanya, saat ditanya setelah menang di Austin apakah ia pikir ia bisa melanjutkan rentetan kemenangannya dan tak terkalahkan dalam balapan utama tahun ini, mata Bezzecchi langsung melotot lucu… “Waduh, sama sekali nggak!!… Itu adalah mimpi bagi setiap pembalap MotoGP, tetapi saya rasa saya belum berada di level itu saat ini,” jawabnya cepat.
“Jelas saya akan berusaha tampil maksimal di setiap akhir pekan dan tetap kompetitif, tetapi juga sangat mudah untuk melakukan kesalahan .. misalnya, kemarin, dalam kasus saya,” katanya, mengenang crash di sprint Texas, yang ia akui sulit untuk diatasi.

“Jadi saya tidak ingin memikirkan hal-hal itu (mendominasi balapan). Saya cuma ingin fokus kerja, tetap konsentrasi, dan ngeluarin performa terbaik…”
Saat ditanya tentang batas kemampuannya, pemimpin klasemen itu tertawa dan menjawab… “Kayaknya kalian sudah lihat batas saya kemarin!… Ketika kita terlalu maksa, limitnya tipis banget, sangat dekat.. Ini selalu sulit karena kita balapan terus di limit. Motor MotoGP selalu sangat ekstrem, jadi kita harus selalu push keras buat bisa cepat. Tidak mudah untuk menemukan limit itu dan tetap berada di atas limit itu.”
Meski begitu. cepat atau lambat Bezzecchi nggak bisa terus ‘bersembunyi’ di balik sikap rendah hatinya sepanjang musim ini. Sebagai pemimpin klasemen, ia sekarang harus memenuhi status barunya sebagai tolok ukur. Tetapi di matanya, yang terpenting adalah kemampuannya untuk menghindari kesalahan mahal seperti yang dia lakukan di sprint Thailand dan Texas, bukan cuma soal cepat….!

“Selama saya belum bisa menghindari kesalahan seperti hari Sabtu itu, saya belum merasa sebagai penantang gelar,” katanya dalam wawancara dengan DAZN Spanyol.
“Tidak diragukan lagi bahwa saya tampil cepat dan kompetitif di awal musim ini, tetapi masih banyak pekerjaan dan kemajuan yang harus dilakukan. Kita harus melewati semua tantangan yang ada dan tetap rendah hati, karena musim ini masih panjang….”
Singkatnya gini bro: Bezzecchi ini lagi di mode ‘menang tapi belum puas’. Di luar kelihatan garang, tapi di dalam dia lagi bongkar diri sendiri habis-habisan (mode mawas diri). Justru mindset kayak gini yang bikin dia bahaya buat rival..karena dia nggak cepat puas. Kalau nanti dia bisa beresin error kecil yang sekarang masih sering muncul, bisa jadiβ¦ musim ini bukan cuma soal menang race, tapi juga ngegas sampai kunci gelar dunia…









