Home MotoGP Massimo Bartolini (Yamaha): Membangun Mesin V4 1000cc Hanya 1 Musim Sebelum Diberlakukan...

    Massimo Bartolini (Yamaha): Membangun Mesin V4 1000cc Hanya 1 Musim Sebelum Diberlakukan Mesin 850cc, dari Luar Tampak ‘Gila’ Namun Ada Alasannya!

    Massimo 'Max' Bartolini
    Massimo 'Max' Bartolini

    RiderTua.com – Pembaca setia RiderTua, Massimo Bartolini mengungkapkan alasan mengapa Yamaha memutuskan mempensiunkan M1 inline4 dan beralih ke mesin V4 mulai musim 2026. “Yamaha punya banyak pengalaman dengan mesin 4-silinder inline. Dengan V4, semuanya berbeda seperti suhu motor, konsumsi bahan bakar, dan suhu oli. Banyak sekali aspek yang harus kita awasi dan perhatikan, itulah yang membuatnya sangat sulit. Musim lalu kami 3 kali tampil sebagai wildcard, itu merupakan tantangan besar bagi kami. Kami memang mengambil jalan yang sulit agar musim ini kami tidak menghadapi situasi yang jauh lebih berat,” jelas direktur teknis Yamaha itu.

    Setelah diputuskan bahwa kapasitas mesin MotoGP akan diturunkan dari 1000cc ke 850cc mulai 2027, Yamaha menyimpulkan bahwa dengan regulasi aerodinamika yang baru maka mesin dengan konfigurasi V adalah solusi terbaik. Dan mereka memanfaatkan musim 2026 untuk menambah pengalaman dan pengetahuan terkait mesin V…

    Massimo Bartolini (Yamaha): Membangun Mesin V4 1000cc Hanya 1 Musim Sebelum Diberlakukan Mesin 850cc, dari Luar Tampak ‘Gila’ Namun Ada Alasannya!

    Massimo Bartolini - Ducati
    Massimo Bartolini – Ducati

    Pada musim gugur 2024, mesin V4 Yamaha pertama kali diuji di bangku uji di Jepang. Mesin tersebut secara rutin diuji di lintasan, bahkan tahun lalu sudah dijajal dalam balapan akhir pekan oleh tes rider Augusto Fernandez. Dan saat tes pasca musim di Valencia pada akhir November tahun lalu, keempat pembalap Yamaha menjajal motor baru dengan mesin V4 sebelum digunakan musim ini. Tujuannya, membawa Yamaha kembali ke jalur kemenangan.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Usai menjalani tes pramusim di Sepang dan Buriram, kenyataannya motor baru tersebut masih jauh dari kata kompetitif, M1 V4 masih belum setara dengan para rivalnya. Jack Miller menempati posisi ke-16 sebagai pembalap Yamaha terbaik dalam tes Buriram, sementara Fabio Quartararo, Alex Rins, dan Toprak Razgatlioglu masing-masing berada di posisi ke-17, ke-20, dan ke-21 dari 22 pembalap.

    Quartararo terlihat sangat frustrasi, kesabarannya sudah habis. Kabarnya dia akan meninggalkan Yamaha untuk bergabung di tim pabrikan Honda Castrol pada 2027.  Sebagai gantinya, Jorge Martin akan bergabung dengan Yamaha dan diharapkan mampu mengambil alih sebagai pemimpin proyek.

    Yamaha M1 V4 2026, HASIL TES SHAKEDOWN SEPANG 2026 DAY-3
    Yamaha M1 V4 2026

    Menilik dari hasil tes pramusim, 2026 hanya akan menjadi musim persiapan untuk 2027 dimana kapasitas mesin akan dikurangi sebesar 15 persen, aerodinamika dibatasi, ride height device dilarang, dan ban akan ganti dari Michelin ke Pirelli. MotoGP akan mengalami perubahan teknis, yang akan membuka peluang bagi pabrikan yang tertinggal seperti Yamaha.

    “Mesin 850cc dalam banyak hal merupakan ‘adik’ dari mesin 1000cc kami saat ini. Kami akan mengubah beberapa suku cadang karena selama pengembangan secara bertahap kami menemukan solusi yang lebih baik. Tetapi konsep dasar mesinnya sangat mirip. Dari luar tampak ‘gila’, kami membangun mesin V-twin 1000cc hanya untuk 1 tahun. Tetapi langkah ini memberi kami kesempatan untuk memahami mesin ini dan membangun motor yang tepat di sekitarnya,” jelas Bartolini.

    Bartolini yakin tidak akan ada revolusi besar dari rival lainnya. “Saat mengembangkan mesin baru, sulit untuk melupakan apa yang kita ketahui dari mesin lama. Jika kita cepat, kita memiliki banyak data terkait mesin kita. Jika sebuah pabrikan tidak mengidentifikasi kelemahan besar pada motor mereka, maka mereka tidak akan melakukan perubahan besar,” jelas insinyur asal Italia itu.

    Yamaha M1 V4, Menunggu Versi mesin MotoGP 850cc
    Yamaha M1 V4, Menunggu Versi mesin MotoGP 850cc

    Bartolini melanjutkan, “Kemudian mesin akan diperkecil dan mereka akan melanjutkan dengan teknologi yang sudah ada. Semua pabrikan akan menggunakan V-twin. Mungkin ada yang bereksperimen dengan urutan pengapian (firing order), misalnya. Setiap pabrikan akan mencoba untuk mendapatkan kembali tenaga yang hilang akibat pengurangan kapasitas mesin. Itulah alasan, mengapa saya perkirakan teknologi akan meningkat pesat dalam beberapa tahun mendatang.”

    Tahun lalu, Yamaha mengalokasikan sekitar 90 persen sumber dayanya untuk mengembangkan mesin V4 1000cc dan 10 persen untuk mesin 850cc. “Selama musim 2026, fokus kami akan berubah. Menjelang akhir musim, kami akan mengalokasikan 90 persen sumber daya kami untuk mesin 850cc. Ini akan bergantung pada seberapa baik perkembangan proyek tersebut. Ketika kita memulai proyek paralel, kita hanya menyisakan sedikit sumber daya yang tersedia di awal. Tidak ada satu momen pun di mana kita langsung ‘ujug-ujug’ beralih ke mesin baru. Ini adalah proses bertahap,” pungkas Max Bartolini.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini