RiderTua.com – Bro sekalian pembaca RiderTua, ada cerita menarik hari ini. Saat ini ada 5 juara dunia MotoGP di grid. Dari kelima pembalap tersebut, hanya Pecco Bagnaia dan Joan Mir yang masa depannya masih belum pasti. Seperti yang diketahui, Marc Marquez dipastikan akan tetap bersama tim Ducati Lenovo untuk 2027 meski masih ada detail kesepakatan yang harus diputuskan. Kabarnya Marquez minta kontrak 1+1 (1 tahun dengan opsi perpanjangan 1 tahun) bukan kontrak langsung 2 tahun kepada Ducati. Dan hal inilah yang membuat pengumuman perpanjangan kontraknya tertunda hingga detik ini..
Menurut media Spanyol, Fabio Quartararo telah menyetujui kesepakatan di tim pabrikan Honda. Selang beberapa jam kemudian, Jorge Martin langsung disebut-sebut sebagai penggantinya di tim pabrikan Yamaha. Meski kontrak 3 juara dunia di atas belum dikonfirmasi secara resmi, namun tampaknya kesepakatan mereka mendekati final dan hanya tinggal menunggu pengumuman resmi.
Pecco Bagnaia dan Joan Mir, Dua Juara Dunia Tak Bisa Tidur!

Pecco Bagnaia membawa Ducati kembali meraih gelar dunia MotoGP 2 kali berturut-turut pada 2022 dan 2023. Namun sayangnya dia gagal mempertahankannya meski memenangkan 11 balapan pada 2024. Rider asal Turin Italia itu harus mengaku kalah dari Jorge Martin yang notabene hanyalah pembalap dari tim satelit (Pramac). Dan kedatangan Marc Marquez di garasi tim pabrikan Ducati pada 2025, membuat Pecco kalah ‘pamor’. Performanya merosot tajam dan akhirnya menyelesaikan musim hanya di peringkat 5 dalam klasemen.

Kenapa Ducati Masih Pakai ‘Mesin Lama’ 2024? GP24 Paling Cocok Secara Karakter dengan Pecco Bagnaia!
Pabrikan asal Borgo Panigale itu mengonfirmasi bahwa mereka masih akan mengembangkan prototipe…
Pecco terpaksa ‘gigit jari’, ternyata Ducati justru mendekati Pedro Acosta yang rumornya sudah mencapai kesepakatan dengan rider berusia 21 tahun itu untuk 2027. Yup, Pecco tak punya posisi yang menguntungkan. Kehebatannya meraih 2 gelar dunia untuk Ducati, tidak cukup untuk mengamankan perpanjangan kontrak lebih awal dengan Ducati Corse. Pernyataannya yang sering dia diulang, ‘saya menginginkan Ducati dan Ducati menginginkan saya’, ternyata hanya tidak terwujud.

Meski begitu Pecco menyadari hal itu. Baru-baru ini murid Valentino Rossi itu mengatakan, “Memang begitulah adanya. Kita hidup di dunia yang serba cepat dan kita juga harus selalu cepat. Apa yang dikatakan Jorge Lorenzo, benar. Bahwa yang diingat dari kita hanyalah balapan terakhir yang kita ikuti. Tapi saya rasa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Kami masih dalam pembicaraan, tetapi jelas bahwa musim seperti tahun lalu dapat menempatkan kita dalam posisi tawar yang lemah. Meski begitu, saya memiliki banyak opsi dan kita hanya perlu memutuskan.”
Francesco Bagnaia tetap bungkam terkait opsi yang dimilikinya. Ini juga karena Ducati tetap menjadi pilihan utamanya, sampai Acosta secara resmi menandatangani kontrak dengan mereka.
Di sisi lain, tidak seperti Pecco, Joan Mir tampak kurang santai dalam menghadapi hal ini. Bukan hanya ‘kilau’ juara dunianya yang memudar, namun fakta bahwa selama menjadi pembalap tim pabrikan Honda telah memberikan dampak yang berat terhadapnya dimana Mir sering kali crash dan cedera. Meski dia berhasil meraih 2 podium di Motegi dan Sepang tahun lalu, namun pencapaian tersebut tampaknya akan tetap membuatnya tersingkir.

Joan Mir: Honda Berpotensi Finis di 5 Besar Tidak Lebih Dari Itu
Dari jawabannya, jelas bahwa hasilnya tidak terlalu mengesankan. Namun Mir punya alasannya.…

Mir menjelaskan, “Jujur, setiap kali kita mulai membahas kontrak baru lebih awal, tidak ada batasan. Sekarang sepertinya ada seorang pembalap sudah mulai negosiasi sejak November lalu. Dalam kasus saya, itu artinya tidak ada yang bisa tidur karena tidak ada yang ingin ditinggalkan tanpa motor. Tetapi saya juga ingin mengamati situasi sebelum mengambil keputusan. Jika kita tidak mau menunggu dan terlalu memaksakan proses ini, mungkin kita akan membuat keputusan yang tidak tepat.”
“Tetapi kita juga harus cepat memutuskannya, karena semua orang mengambil keputusan lebih awal. Kami akan mencoba memainkan ‘kartu’ kami. Saya belum tahu apa yang ingin saya lakukan. Itu keputusan saya saat ini. Sebuah kartu yang menguntungkan saya di sirkuit Sepang, terutama mengingat saya baru berusia 28 tahun dan berada di tengah-tengah kelompok usia di MotoGP,” imbuh juara dunia MotoGP 2020 (bersama Suzuki) itu.

Namun Mir tak patah arang. Semangatnya untuk membuat RC213V semakin meningkat, mungkin akan menjadi pertimbangan untuk HRC (Honda Racing Corporation). Mungkin saja dia akan menjadi rekan setim baru Fabio Quartararo pada 2027.
“Apakah saya dapat tidur nyenyak dan bisa menikmati sebagai pembalap pabrikan lagi? Hal tersebut hanya akan diputuskan setelah para pembalap MotoGP papan atas menandatangani kontrak mereka untuk 2027,” pungkas Joan Mir.

Breaking News! Fabio Quartararo Pindah ke Honda?
Sebagai informasi, pada 2019 Yamaha merekrut Quartararo untuk dipromosikan ke MotoGP. Sebuah…






