RiderTua.com – Buat kamu yang baca RiderTua hari ini, Massimo Rivola (CEO Aprilia) menetapkan 2 target sekaligus untuk musim 2026 yakni mengalahkan Ducati sekaligus pembalapnya yang merupakan juara bertahan Marc Marquez. Sebuah target yang sangat ambisius, mengingat Ducati dan Marquez tentu masih akan sangat kuat tahun ini. “Targetnya jelas yakni mengalahkan Marc,” tegasnya.
Di Mandalika, Marco Bezzecchi menabrak Marc Marquez yang membuat pembalap pabrikan Ducati Lenovo itu menderita cedera bahu dan harus absen di 4 seri terakhir. Yang dirugikan tak hanya Marquez, tapi juga Bezzecchi sendiri karena dia dijatuhi double long lap untuk GP Australia sehingga gagal meraih kemenangan di Phillip Island (kalah tipis dari Raul Fernandez). Crash itu juga menghilangkan peluang MarcoBezz untuk menang di 2 seri tersebut.
Massimo Rivola (Aprilia): Target Ambisius 2026 Mengalahkan Ducati Sekaligus Marc Marquez

Massimo Rivola mengatakan, “Ini sangat mengecewakan. Sekali lagi saya meminta maaf kepada Marc atas apa yang terjadi di Indonesia. Tapi karena kecelakaan itu juga, saya rasa Marco tidak menang di Indonesia dan di Australia. Saya sangat senang Raul menang di Australia. Tapi sebenarnya kita bisa saja berada di posisi itu, di mana Marco memenangkan dua balapan itu.”
Selama absen balapan, Marquez kehilangan potensi mencetak 148 poin. Meski begitu Baby Alien berhasil meraih juara dunia MotoGP 2025 dengan selisih 78 poin dari adiknya Alex Marquez. Dan Ducati merayakan gelar dunia konstruktor MotoGP unggul 350 poin atas Aprilia.
Di sisi lain, Bezzecchi menyelesaikan debutnya dengan RS-GP dengan menempati peringkat 3 dalam klasemen tertinggal 192 poin dari Marc Marquez. BTW, di paruh kedua musim 2025, murid Valentino Rossi itu berhasil mencetak poin lebih banyak daripada pembalap lain. Yang jadi catatan, dia meraih semuanya tatkala Marquez absen balapan.

Meski begitu, Rivola yakin Bezzecchi bisa mengalahkan Marquez secara fair di Indonesia dan Phillip Island. Bukan tanpa alasan, karena sebelum crash di Mandalika, Bezzecchi menjadi pembalap pertama yang mengalahkan Marquez di GP Inggris di Silverstone dalam dry race dan tanpa kesalahan.
Kemudian rider bernomor #72 itu memberikan perlawanan sengit terhadap The Baby Alien hingga garis finis di Assen dan juga di Misano dan mengakhiri musim dengan kemenangan berturut-turut di GP Portimao dan Valencia.
Rivola mengatakan, “Itu sinyal kuat untuk musim 2026. Tapi jelas, saat itu Marc tidak hadir. Namun menurutku, di Indonesia Marco lebih kuat daripada Marc. Dan sepertinya juga di Phillip Island, Marco tampil sangat istimewa. Tapi mungkin Marcβ¦ siapa tahu? Kita tahu bahwa Marc juga istimewa, tetapi targetnya adalah mengalahkan Marc di 2026.”
Untuk Ducati, KTM, dan Aprilia, desain mesin MotoGP yang sudah dibekukan sejak awal musim lalu. Rivola yakin secara teknis tidak ada perubahan besar selama musim terakhir era motor 1000cc. Namun bos asal Italia itu juga memperingatkan bahwa selisih sepersekian detik dapat membuat perbedaan besar.

Rivola menjelaskan, “Kita tidak tahu, sejauh mana pabrikan lain akan mengembangkan motor mereka untuk musim depan. Tetapi harapannya kecuali Yamaha dengan motor V4 yang sama sekali berbeda, berada kurang lebih di posisi yang sama untuk musim 2026.”
“Masalahnya, meskipun kita hanya membuat kemajuan kecil, misalnya 0,2 detik itu bisa membuat kita naik tiga baris di grid start. Dan setiap kali kita bisa berada, katakanlah di barisan depan, kita akan menjalani balapan yang sama sekali berbeda daripada jika kita start di tengah-tengah kerumunan.”

“Marco menunjukkan bahwa dia sangat bagus dalam menyalip dan merebut kembali posisi dalam situasi tersebut. Tetapi tetap saja, ban jadi cepat habis. Jadi balapannya benar-benar berbeda,” pungkas bos Aprilia MotoGP itu.
Marco Bezzecchi dan rekan setimnya Jorge Martin akan hadir dalam acara peluncuran tim pabrikan Aprilia MotoGP untuk 2026 di Milan pada hari Kamis, 15 Januari.






