RiderTua.com – Buat kamu yang baca RiderTua hari ini, untuk kabar seputar MotoGP masih membahas kubu Ducati di mana bagi Ducati (Mbah Gigi Dall’Igna) ternyata masih skeptis atau masih ragu dengan penyelasaian masalah Pecco…’Sulit dijelaskan’ katanya..
‘Sangat tidak biasa’ itulah kata-kata yang menggambarkan bagaimana Gigi Dall’Igna menjalani musim MotoGP tahun lalu. Di satu sisi, Marc Marquez sangat dominan, mampu meraih kemenangan dan gelar pada debutnya dengan tim merah. Di sisi lain, performa Pecco Bagnaia justru menurun bahkan dikalahkan oleh Alex Marquez, Marco Bezzecchi, dan Pedro Acosta…. Meskipun menyandang gelar dunia MotoGP dua kali, ia seringkali berada di belakang, Pecco terlihat kesulitan memahami Ducati GP25….
Gigi Dall’Igna Angkat Bicara soal Bagnaia, Sementara Marc Marquez Terlalu Kuat
Gigi Dall’Igna – Marc Marquez – Pecco Bagnaia
Dalam film dokumenter yang berjudul “Marc Marquez: All in Red,” yang disiarkan oleh kanal resmi MotoGP, Gigi Dall’Igna mengulas jalannya Kejuaraan Dunia MotoGP 2025. Musim yang awalnya diharapkan akan ada duel antara Pecco dan Marc, tetapi kenyataan tidak sesuai dengan harapan, jaub dari yang dibayangkan…. Hubungan antara kedua pembalap di garasi baik-baik saja, meskipun itu tidak mudah ketika mereka mengincar target yang sama.
Namun, Direktur Umum Ducati Corse itu tahu bahwa di balik ketenangan, tensi selalu ada ketegangan… “Pecco senang memiliki rekan seperti Marc di sisi lain garasi… Tapi bertetangga dengan Marc itu tidak mudah, karena hasil yang diraihnya hampir selalu sangat bagus…”
Seiring berjalannya musim, performa Bagnaia terus merosot, bahkan beberapa kali gagal mencapai podium, sementara Marc menguasai hampir setiap akhir pekan balapan… Para teknisi Ducati mencoba berbagai solusi untuk membantu Pecco, tetapi tidak berhasil.
“Ini sulit untuk dijelaskan, dan jika saya tahu, saya akan sangat senang karena saya bisa melakukan sesuatu untuk memperbaiki situasi ini atau setidaknya mengurangi masalahnya,” kata Dall’Igna.
Bahkan di Misano, sirkuit yang biasanya jadi andalan Pecco, kemenangan tak kunjung datang. Bahkan, murid Valentino Rossi itu harus menelan pil pahit akibat gagal finis.. “Kami di sini untuk meraih hasil bagus, dan jika hasilnya tidak datang, maka halm ini menjadi masalah bagi dia, bagi timnya, dan bagi saya. Itu masalah bagi semua pihak, tetapi satu-satunya hal yang dapat kami lakukan adalah bekerja keras agar bisa bangkit secepat mungkin…”
Marc Marquez membuat musim MotoGP 2025 terasa luar biasa dengan mengunci gelar juara dunia lebih awal di Motegi-Jepang. “Saat ia berada di lintasan dengan motornya, rasanya luar biasa, tapi keinginannya hanya satu: menang, sesederhana itu,…”
Marc Marquez – Pecco Bagnaia – Gigi Dall’Igna
Apakah Pecco akan Bangkit Tahun ini..?
Kalau melihat gambaran besar musim ini, sulit menyederhanakan masalah Pecco cuma soal kalah mental dari kehadiran Marc Marquez. Yaaa memang, tekanan punya rekan setim sekelas Marc jelas berat, apalagi ketika Marc terus menang dan terlihat nyaman di motor.
Tapi dari pengakuan Pecco sendiri, masalah utamanya bukan di pengereman, melainkan di fase masuk tikungan..momen krusial ketika pembalap harus “percaya penuh” pada motor. Di titik itu, Ducati GP25 seolah tidak memberi feeling yang ia butuhkan, membuat Pecco ragu membuka sudut dan memaksakan kecepatan.Marc Marquez – Pecco Bagnaia
Jadi, ini bukan sekadar soal mental yang drop, melainkan kombinasi antara kepercayaan diri yang terkikis dan motor yang karakternya tidak cocok lagi dengan gaya balapnya. Selama masalah di entry corner ini belum beres, Pecco akan terus terlihat seperti itu, meski status juara dunia 2 kali dengan motor Ducati masih melekat di namanya…