RiderTua.com – Usai pulih dari cedera tulang rusuk, Alex Marquez tampil mengesankan pada latihan MotoGP hari pertama di GP Malaysia. Bahkan pembalap Gresini Ducati itu berhasil melampaui waktu terbaik yang ditorehkan Jorge Martin (Pramac) di detik-detik terakhir. Alex membukukan catatan waktu 1:57.823 menit hanya sedikit di atas rekor lap sepanjang masa sekaligus pole time Martin dari tahun sebelumnya yakni 1:57.790 menit.
Pembalap berusia 27 tahun itu hanya sekali naik podium di Malaysia (finis ke-2 sehingga menyegel gelar dunia Moto2 2019), namun mengenai Sirkuit Sepang dia menekankan, “Saya sangat menyukai treknya, dan saya juga memenangkan gelar di sini. Saya selalu sangat cepat di sini.”

Alex Marquez: Saya Punya Kontrak dengan Gresini Bukan Ducati
Namun performa fisiknya belum mendukung. “Akhir-akhir ini saya sangat cepat di Thailand, namun saya belum kembali ke kondisi 100 persen usai cedera. Kami juga cepat di Australia, tapi di sana tulang rusukku masih sangat sakit,” kata Alex yang empat tulang rusuknya patah saat kualifikasi 1 GP India pada 23 September lalu.
Adik Marc Marquez itu melanjutkan, “Itu adalah pekerjaan yang telah kami lakukan di banyak balapan. Di Misano kami sedikit mengubah set-up, jadi saya merasa jauh lebih baik. Ketika kita datang ke trek seperti ini dan merasa kuat sejak lap pertama dan set-upnya berhasil, itu membuatnya jauh lebih mudah.”
“Kemudian kita hanya perlu berkonsentrasi pada gaya balap kita dan mencoba menemukan limit dan referensi ketimbang mengubah hal-hal pada motor yang berdampak besar pada feeling kita. Kami hanya menyesuaikan dua ‘klik’, tidak ada yang besar. Itu membuatnya lebih mudah,” imbuhnya.
Bagi Alex Marquez, catatan waktu tampaknya relatif mudah dicapai. “Ya, sejak hari pertama hari saya sangat bertekad untuk menyelesaikan pekerjaan. Marc berada di belakangku pada lap pertama dan Marini pada lap kedua, namun saya berkata dalam hati, ‘tidak masalah, saya mempunyai kecepatan untuk melakukannya’. Jika pikiran sudah yakin, maka lakukan saja,” ungkap rider asal Spanyol itu.
Juara dunia dua kali (2014 di Moto3 dan 2019 di Moto2) itu merasakan arusnya. “Semuanya tidak terjadi dengan mudah, tetapi dengan cara yang alami. Itu sangat positif,” imbuhnya.
Jika Alex Marquez bisa memastikan performanya dalam dua hari ke depan, besar kemungkinan dia akan menghadapi penantang gelar Pecco Bagnaia dan Jorge Martin di balapan. Apakah ada diskusi dengan manajemen Ducati tentang bagaimana dia harus bersikap terhadap rekan-rekan semereknya dalam kasus seperti itu?
“Tidak, saya punya kontrak dengan Gresini dan bukan dengan Ducati. Tapi toh mereka tidak mengatakan apa pun kepadaku,” pungkas Alex.






