Alvaro Bautista: Jonathan Rea ‘Bukan Juara Sejati’

RiderTua.com – Alvaro Bautista harus tersingkir dari balapan Superbike kedua di Magny-Cours, setelah Jonathan Rea melakukan manuver tidak sportif yang menyebabkan rider Ducati itu mendarat di gravel trap. Rea hanya dikenakan long lap penalti yang dianggap oleh tim Aruba.it Ducati tidak adil, mengingat hukuman tersebut hanya memakan waktu 2,5 detik sehingga pada akhirnya rider Kawasaki itu masih bisa finis ke-5 dan mencetak 11 poin. Tim Aruba.it Ducati telah mengajukan protes ke pengadilan banding FIM di Mies dekat Jenewa-Swiss untuk mengajukan banding terhadap hasil Rea tersebut.

Menurut mereka, Rea telah menyebabkan crash dengan sengaja dan hukuman yang diterimanya tidak proporsional. Meskipun Rea sudah minta maaf namun Alvaro akhirnya tambah marah karena setelah minta maaf, Rea tidak berhenti bersuara dan terlihat seperti tidak menunjukkan penyesalan atas kesalahan membalapnya, Rea malah melontarkan banyak argumen untuk membenarkan aksi manuvernya..

Alvaro Bautista: Jonathan Rea Bukan Juara Sejati

Usai balapan kedua Supersport 300 pada Minggu sore (Dirk Geiger dari Mannheim meraih podium pertamanya di kejuaraan dunia), Rea menemui Bautista untuk meminta maaf. “Bukan rencanaku untuk menyentuhnya. Dan saya tidak berharap atau berpikir, dia crash dan tidak bisa melanjutkan balapan. Saya minta maaf dan sebenarnya tidak ada niat di balik itu,” ujar rider berusia 35 tahun itu.

Hanya sedikit yang menuduh pembalap paling sukses di Superbike itu sengaja melakukannya, karena dalam crash pasti berisiko jatuh. Tapi alih-alih berhenti pada kata-kata ini dan setidaknya secara lahiriah menunjukkan penyesalan atas kesalahan membalapnya, Rea malah melontarkan banyak argumen untuk membenarkan aksi manuvernya yang sembrono dan berbahaya itu. Hal itu membuatnya tidak dihormati di antara sesama pembalap dan penggemar di seluruh dunia.

“Untuk Rea, balapan seharusnya berakhir sama seperti saya akni tanpa nol. Dia seharusnya mendapatkan bendera hitam. Ini bukan hanya tentang poin atau klasemen, ini juga tentang keselamatan. Saya beruntung tidak terjadi apa-apa pada saya. Tapi bagaimana jika kaki saya terkilir atau patah tulang?” tegas Bautista.

Rider berusia 37 tahun itu menambahkan, “Semua orang bisa membuat kesalahan, itu sebuah insiden balap. Tapi apa yang dia lakukan itu disengaja. Itulah masalahnya. Dia tidak membuat kesalahan, dia melakukan persis apa yang ingin dia lakukan. Johnny tahu betul apa yang dia lakukan. Dan dia berhasil mencapai apa yang ingin dia raih.”

“Seorang juara tidak melakukan tindakan seperti itu. Dia telah memenangkan banyak kejuaraan, tidak dapat diterima bagi pembalap seperti dia untuk melakukan manuver seperti itu. Dia sangat cepat, sangat berani, tetapi bukan juara sejati. Seorang juara sejati tidak pernah melakukan itu,” lanjut rider asal Spanyol itu.

Suami dari Grace Borroso itu melanjutkan, “Race Director harus jelas, jika seorang pembalap dengan sengaja menjatuhkan lawan, dia harus dikeluarkan dari balapan. Kekuatan motor meningkat, sehingga gapnya lebih kecil dan semuanya mendekati limit. Kami melihat terjadi banyak duel tahun ini. Saya juga pernah duel melawan Jonathan di balapan Superpole, tapi itu bersih. Ada rasa respect. Apa yang terjadi di tikungan 2 bukanlah pertarungan. Dia masuk ke dalam racing line saya untuk mengalahkan saya.”

Apa kejadian ini berdampak pada hubungan Bautista dan Rea? “Apa yang terjadi di trek tetaplah di trek. Secara pribadi, saya tidak punya masalah dengan Jonathan. Tapi lain kali jika saya berada di trek bersamanya, saya harus lebih berhati-hati. Aku sekarang tahu niatnya. Jika dia sudah pernah melakukannya sekali, mengapa dia tidak mengulanginya lagi di masa depan? Jauh dari lintasan balap, tidak ada yang akan berubah,” pungkas Bautista.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: