Franco Morbidelli: Quartararo Bukan Alien!

Monster Energy Yamaha MotoGP RiderTua.com – Dengan finis di posisi ke-15 Franco Morbidelli hanya mencetak 1 poin di GP Silverstone. Mengenai Yamaha M1, rider asal blasteran Brasil-Italia itu mengatakan, “Fakta bahwa seorang pembalap bisa cepat dengan paket ini, berarti itu mungkin (motor punya potensi dan dia juga bisa menang). Ada kemajuan akhir pekan ini, terutama di balapan. Pembalap berusia 27 tahun itu hanya start dari posisi 19 di grid. “Saya melakukan start yang baik dan kemudian mampu mengatur kecepatan yang layak. Pilihan bannya tidak tepat, tapi saya tidak ingin fokus pada itu. Saya berkonsentrasi pada gaya balap dan set-up saya,” imbuh Morbido.

Mengenai masalah adaptasinya dibanding Fabio dia berujar, “Motornya cukup bagus untuk bisa berada di barisan depan. Dan Fabio bukan alien, tapi manusia biasa yang mengendarai motor (dengan baik). Di mana (saat ini) saya tidak bisa lakukan. Saya akan terus berusaha dan terus bekerja. Saya tidak menyerah (untuk menjinakkan motor Yamaha),” katanya.

Franco Morbidelli: Quartararo Bukan Alien

Franky mengkhawatirkan ban depan soft dan ban belakang medium, yang dianggapnya terlalu lunak untuk balapan 20 lap yang dimulai pukul 1 siang waktu setempat dengan suhu lintasan lebih dari 40 derajat. “Tapi saya ingin menjaga semuanya seperti di sesi latihan, sehingga saya bisa membalap dan mencoba berbagai hal. Saya harus mengatakan bahwa kecepatannya lumayan saat ban masih gres. Tidak ada yang luar biasa tapi cukup untuk balapan. Jadi itu terlihat seperti langkah maju,” ujar Morbidelli.

Morbidelli pikir, dia tahu dimana kekuatan terbesarnya. “Fase pengereman, saya benar-benar harus menjadi lebih baik di sana dan menemukan cara untuk lebih nge-push hingga limit di bagian ini,” ujarnya.

Perbandingan dengan data milik Fabio Quartararo hanya sedikit membantu runner-up 2020 yang sedang kesulitan itu. “Saya hanya bisa melihat bahwa, dia bisa membalap dengan kecepatan menikung yang sama tinggi, bahkan jika dia mengerem lebih lambat dari saya (late braking). Jika kami seketika mengerem, saya tidak bisa mengimbangi kecepatan menikungnya. Saya hanya bisa melihat bahwa dia sangat baik. Bagaimana itu terjadi? Saya harus menemukan cara dengan kru saya,” imbuh murid Valentino Rossi itu.

Morbido menambahkan, “Saya mencoba untuk bekerja pada fase pengereman dan ‘late brake’. Tapi setiap kali saya meningkat di sana, saya langsung kalah di area lain. Untuk bisa cepat di paket ini, kita harus melakukan segalanya dengan sempurna dan mengendalikan motor di bawah kita. Kita harus memacu 200 persen dan bebas merasakannya. Saya masih kehilangan itu. Karena saya bekerja dan mencoba berbagai hal, saya belum bebas.”

Tahun lalu Morbidelli harus istirahat panjang karena operasi lutut. Sejak kembali dia jelas mengalami kesulitan. Apakah dia melewatkan momen (ritme) ketika kompetisi berjalan? “Saya tidak berpikir saya kehilangan kecepatan. Tetapi di banyak kelas, terutama pabrikan Italia telah mengambil langkah maju. Fabio berhasil mengambil langkah ini untuk mengikuti Ducati dan Aprilia, yang sekarang jelas menjadi referensi. Fabio telah mengambil langkah untuk tetap menjadi pesaing, saya tidak dapat melakukannya saat ini. Kami punya kelemahan yang hanya bisa ditutupi Fabio, tetapi saya tidak bisa melakukannya saat ini,” jawab murid VR46 Academy itu.

Kini Morbidelli hanya menempati peringat 19 dengan 26 poin dalam klasemen. Setelah 12 seri, dia kalah 154 poin dari rekan setimnya sekaligus pemimpin klasemen Quartararo. “Motornya cukup bagus untuk bisa berada di barisan depan. Dan dia bukan alien, tapi manusia yang mengendarai motor. Seseorang yang jelas-jelas melakukan sesuatu yang tidak bisa saya lakukan. Saya akan terus berusaha dan terus bekerja. Saya tidak menyerah. Ketika saya berlatih dengan orang-orang di motor lain, saya masih cepat. Itu memberi saya kepercayaan diri,” imbuhnya.

Pada saat yang sama, Franky menekankan hubungan baiknya dengan Yamaha. “Mereka selalu sangat ramah dan mencoba memahami jika ada yang bisa mereka lakukan untuk membantu saya. Tapi kenyataannya, menurut saya dalam situasi saat ini dengan pembalap yang memenangkan balapan dan memperebutkan gelar, tidak ada gunanya menginvestasikan energi untuk mengubah paket dan mencoba berbagai hal. Sekarang bukan saat yang tepat untuk itu.”

“Ini lebih tentang apa yang bisa saya lakukan sekarang. Jika semua pembalap mengalami masalah, itu akan menjadi cerita yang berbeda. Tetapi fakta bahwa seorang pembalap bisa cepat dalam paket ini jelas berarti itu mungkin. Dan saya tidak ingin Yamaha mengalihkan fokus dari itu. Karena sebagai karyawan Yamaha, saya senang ketika Yamaha menang. Saya orang yang percaya pada mereka. Saya percaya itu dan saya akan terus bekerja,” pungkas Franky.

Related Articles

1 COMMENT

  1. Justru fabio quatararo REAL ALIEN knp sy berani bilang demikian karena dengan keterbatasan yg dimiliki motornya dia BISA MENGALAHKAN motor yg lebih kencang jauh diatas motornya. KLO JUARA DUNIA DENGAN MOTOR KENCANG SUDAH BIASA TP JUARA DUNIA DENGAN MOTOR YG TIDAK KENCANG ITU BARU LUAR BIASA….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: