MotoGP Vs WSBK: Ban Michelin ‘Lambat Panas’ dan Pirelli Butuh 2 Tikungan!

MotoGP Vs WSBK RiderTua.com – Ban merupakan faktor penting dalam sebuah balapan dalam menentukan kemenangan. Salah strategi ban baik pemilihan kompon atau strategi menghemat ban dalan race sangat berpengaruh saat ini. Yang banyak menjadi bahan pembicaraan saat ini adalah Toprak yang akan pindah ke MotoGP dari WSBK. Dan tentunya adaptasi dengan ban Michelin bukan perkara mudah. Salah satu indikasi yang membedakan kedua merek ban tersebut adalah bagaimana mengelola ban di awal balapan. Membuat ban agar mencapa suhu optimal juga penting terlalu gaspol saat ban masih dingin bisa ndlosor.. Salah satu pendapat dari mantan pembalap ini ( James Toseland) sangat menarik, “Saya ingat ketika saya membalap dengan Biaggi ketika dia datang dari MotoGP ke Superbike untuk tahun pertama. Saya membalap di luar jangkauan dia karena Michelin membutuhkan dua lap untuk pemanasan tetapi Pirelli hanya butuh dua tikungan untuk pemanasan ban.

“Detail kecil inilah yang perlu diketahui setiap pembalap. Jonathan Rea mempush motornya hingga ke limit yang sama persis dengan Quartararo di Yamaha. Tapi karena teknologinya sangat bagus di MotoGP sekarang, hampir membantu pembalap untuk bisa memacu sampai limitnya.”

Seperti yang telah kita lihat pada tahun 2021 dan terutama musim ini, sifat kompetitif MotoGP berada pada titik tertinggi sepanjang masa, apakah itu berkaitan dengan mesin atau bakat pembalap. Sementara kesenjangan di Superbike jauh lebih luas, meskipun itu tidak memengaruhi seberapa bagus balapan.

“Semua orang melakukan hal yang sama atau serupa pada motor MotoGP, terutama dengan pengatur ketinggian motor saat keluar tikungan.. Kemampuan pengereman dan kemampuan mesin, sangat sulit untuk melakukan lebih dari orang lain dengan motor itu yang kemudian menciptakan peluang yang lebih kecil bagi pembalap untuk menyalip.

“Di situlah Superbike masih memiliki margin yang lebih besar (untuk bersaing) dan di mana Anda dapat melakukan sedikit lebih banyak daripada orang lain dalam keadaan lain.”

Toprak  Razgatlioglu melakukan debut MotoGP dengan tes satu hari dengan Yamaha bulan lalu, ditambah spekulasi lanjutan tentang dia bergabung dengan MotoGP mungkin pada 2024..

Mengingat Razgatlioglu harus banyak belajar dari sudut pandang memahami mesin MotoGP dan kemudian mendorongnya hingga limitnya, belum lagi beradaptasi dari ban Pirelli ke Michelin dan mempelajari beberapa sirkuit baru, membuat Razgatlioglu berpotensi kesulitan.. disisi lain bisa membuat WorldSBK terlihat seperti sebuah balapan sekunder ketika Toprak gagal di MotoGP.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page