Sukses Besar, Kemenangan Pecco di Belanda Disaksikan 104.000 Penonton!

RiderTua.com – Pecco Bagnaia dan Marco Bezzecchi berhasil merayakan kemenangan 1 dan 2 di TT Assen yang legendaris. Dua pembalap Ducati itu membuat para penggemar di tribun bersorak saat meraih kesuksesan yang mengesankan itu. Bahkan pendukung Valentino Rossi yang didominasi warna dan asap kuning ikut merayakan kemenangan Pecco Bagnaia.. TT Belanda ke-91 kembali sukses besar, dengan dihadiri total 104.244 penonton di Sirkuit legendaris TT yang terletak di provinsi Drenthe-Belanda itu. Melihat kapasitas penuh sirkuit 105.000 orang, maka dalam kondisi yang baru pulih dari krisis saat ini, angka tahun ini dinilai sukses..

Balapan di Assen digelar untuk pertama kalinya pada tahun 1925. Saat itu, para pembalap masih balapan di jalan umum melalui kota Borger, Schoonloo dan Rolde yang terletak di sebelah timur lintasan balap saat ini. Saat itu, panjang lintasan mencapai 28,4 km. Pemenang kelas 500cc pertama di trek panjang ini adalah Piet van Wijngaarden (Norton) dengan kecepatan rata-rata 91,4 km/jam pada 11 Juli.

Pada tahun 1926, trek tersebut melewati de Haar, Barteldbocht, Oude Tol, Hooghalen dan Laaghalerveen. Pada tahun 1954, pembalap asal Inggris Geoff Duke (Gilera) mencatat rekor lap pada trek ini dengan kecepatan rata-rata 169,7 km/jam.

Hanya 1 tahun kemudian, GP Belanda menemukan ‘rumah’ baru. Lintasan sepanjang 16,5 km dibangun di lokasi Sirkuit TT hari ini, yang berfungsi sebagai tempat balapan hingga tahun 1954.

Pada tahun 1955 trek balap permanen sepanjang 7,705 km menggantikan sirkuit jalanan lama. Pada tahun 2006, panjang lintasan dikurangi menjadi 4,555 km karena dihilangkannya tikungan utara. Menurut Dorna, trek lurus terpanjang adalah 487 meter, informasi lain mengasumsikan 970 meter. Tikungan di sirkuit TT sebagian besar sedikit miring akibatnya, air hujan mengalir lebih cepat.

Pada tahun-tahun berikutnya, sirkuit itu berulang kali dibangun kembali dan diperpendek. Tahun 1984 sirkuit balap membentang lebih dari 6,1 km, tapi pada tahun 1990 hanya lebih dari 6,0 km. Dan pada bulan Agustus 1989 lintasan dilebarkan dari 7 menjadi 10 meter, dan pada start/finish genap menjadi 14 meter. Perubahan besar terakhir terjadi pada tahun 2006, dan sejak itu panjang lintasan hanya di bawah 4,5 km hingga saat ini.

Assen telah menjadi bagian dari Kejuaraan Dunia Balap Motor tanpa gangguan sejak tahun 1949 (kecuali tahun 2020). Karena keunikan lintasannya, sirkuit TT di Assen sering disebut sebagai ‘Catedral of Speed’ atau kiblatnya balap motor sport.

Akhir pekan lalu TT di Assen sukses total meskipun cuacanya sebagian buruk (di FP1 pada hari Jumat). Karena jaraknya yang dekat dengan Jerman, banyak sekali fans Jerman yang datang ke event besar motorsport di Belanda itu.

Dengan 23.500 penonton pada hari Jumat, 38.500 pada hari Sabtu dan lebih dari 104.000 penggemar pada hari Minggu, penyelenggara menghitung lebih dari 166.000 pengunjung selama akhir pekan MotoGP. Angka tersebut sudah termasuk tiket yang dijual termasuk tiket tamu dan hospitality. Namun, catatan penonton pada gelaran tersebut berasal dari zaman yang berbeda.

Pada tahun 1982, TT Assen disaksikan 203.134 orang selama tiga hari, saat itu treknya sepanjang 8,4 km. 143.431 dari mereka menyaksikan hari balapan saja (masih pada hari Sabtu) hanya penggemar yang telah membayar tiket masuk yang dihitung. Jadi tidak ada tamu dan sebagainya. Saat itu pembalap Suzuki 500cc Franco Uncini menjadi pemenang TT Belanda di depan Kenny Roberts Senior dan Barry Sheene. Rekor penonton pada hari Minggu dipecahkan lagi pada tahun 1990, sebanyak 143.532 orang menyaksikan kemenangan spektakuler bintang Suzuki Kevin Schwantz pada hari balapan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page