Perintah Tim Yamaha Membahayakan Quartararo?

RiderTua.com – Sempat kembali ke garasi Yamaha setelah crash pertama, Quartararo diperintahkan tim untuk kembali ke trek untuk melanjutkan balapan. Fabio Quartararo mengatakan setelah balapan bahwa dia tidak memiliki airbag saat kembali ke trek saat mengalami crash kedua. Bukannya airbag-nya tidak berfungsi, tapi baju balap dengan airbag yang dia gunakan adalah sekali pakai dan itu sudah mengembang pada crash pertama. Jika mengacu pada kelengkapan standart keselamatan pembalap apakah perintah dari tim ini salah satu ‘kecerobohan’ dan membahayakan pembalap? Namun dari beberapa sumber airbag bisa digunakan 2 kali karena dalam baju balap sendiri ada dua cartridge, apakah model airbag milik Quartararo hanya sekali pakai?

Setelah crash pertama awalnya Quartararo melanjutkan balapan, tapi setelah beberapa lap dia masuk kembali ke pit. Lalu kenapa dia kemudian kembali ke trek? “Saya tidak tahu. Pada dasarnya, saya tertinggal satu putaran di balapan.. Tim yang memerintahkan saya keluar lagi, mungkin karena akan turun hujan. Itu bukan keputusan saya.”

Jadi jelas disini tanpa melihat kondisi motor dan pembalap (kelengkapan baju balap jika benar apa yang dikatakan Quartararo hanya sekali pakai) tim memberi perintah. Itu artinya bisa membahayakan pembalap jika jatuh, memang jatuh kedua terlihat mengerikan, sampai jungkir balik dan mungkin dia masih beruntung tidak ada yang patah.. Fabio Quartararo diberikan penalti pasca-balapan atas insiden dengan Espargaro. Fabio harus menyelesaikan hukuman long lap dalam balapan berikutnya di GP Silverstone dengan alasan dia merusak balapan pembalap Aprilia, Aleix Espargaro.

Cara Kerja Airbag

Airbag telah digunakan di MotoGP selama bertahun-tahun tetapi akhirnya menjadi wajib pada 2018. Airbag ini ditempatkan di sekitar punggung, bahu, dan tulang rusuk di dalam baju balap, dan dirancang untuk menyerap gaya yang dialami pembalap saat mereka jatuh dari motor mereka.

Pakaian balap dilengkapi dengan akselerometer, giroskop, dan GPS, dan airbag diaktifkan ketika sensor mendeteksi bahwa telah terjadi jatuh. Perangkat lunak ini sangat pintar dan dapat membedakan antara kejadian asli dan nyaris celaka, sehingga airbag tidak mengembang secara acak.

Dua tabung gas disekresikan di dalam baju, dan ketika sistem mendeteksi jatuh, ruang kantung udara mengembang sepenuhnya hanya dalam 25 milidetik, sekitar seperempat dari waktu yang dibutuhkan untuk berkedip. Mereka tetap meningkat selama sekitar lima detik, pada saat itu pembalap biasanya akan berhenti.

Sistem airbag modern berbeda dengan model awal karena bekerja sepenuhnya secara independen dari motor itu sendiri. Versi awal dari teknologi ini menampilkan kabel yang terpasang pada bodi motor, dengan cara yang hampir sama seperti mekanisme penghentian darurat di treadmill. Ketika pembalap jatuh, kabelnya akan ditarik dan sistem diaktifkan.

Sistem airbag ini memiliki dua kartrid (cartridge) sehingga pembalap ‘bisa jatuh’ dua kali. Jika direktur teknis menilai tidak memiliki masalah dengan kondisi baju balap setelah crash, mereka tidak akan memiliki alasan untuk menarik pembalap dari trek. 30 detik setelah crash, airbag akan cukup dalam kondisi mengempis lagi dan pembalap seharusnya dapat melanjutkan balapan dengan kesempatan sekali lagi airbag berfungsi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page