Kenapa Pecco Bagnaia Bisa Jatuh?

RiderTua.com – Pembalap pabrikan Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia, telah meraih dua kemenangan dan tiga kegagalan dalam lima balapan MotoGP terakhir. Runner-up MotoGP tahun lalu itu tidak memiliki penjelasan kenapa dia jatuh di Sachsenring. Francesco ‘Pecco’ Bagnaia memulai ke GP Jerman sebagai pole sitter dengan harapan tinggi, tapi kemudian tidak bisa melanjutkan balapan lagi setelah crash di lap-4 (tikungan-1) di mana saat itu roda belakangnya kehilangan cengkraman (mengalami spinning) tanpa tahu penyebabnya. Crash ini dikatakan mirip dialami pembalap dengan motor Moto2 saat jatuh dalam kondisi trek basah, apakah kontrol traksinya tidak bekerja?..

Pecco awalnya duduk di aspal dan tidak percaya dengan kejadian itu dan kemudian berjalan dengan susah payah kembali ke garasi dan terlihat frustrasi.¬†Setelah di garasi, kemarahan yang awalnya terlihat jelas tampaknya telah sedikit menguap. Dan terlihat santai di pusat pers Sachsenring, sambil membawa makanan, “Saya juga membakar banyak kalori hari ini.. Beberapa jam telah berlalu (kejadian crash),” kata pembalap berusia 25 tahun itu sambil bercanda.

Kenapa Pecco Jatuh?

Jadi kenapa dia bisa jatuh? “Mari kita mulai dengan dasar-dasarnya: Saya berada di atas motor ketika saya jatuh, itu karena saya melakukan kesalahan.. Tapi dinamikanya tentu sangat aneh. Jarang di MotoGP saat ini melihat pembalap mengalami spinning dengan akselerasi pelan. Saya melakukan sekitar 70 lap setiap hari akhir pekan ini dan hal seperti itu tidak pernah terjadi. Saya tidak menduga sama sekali dan karena itu saya cukup kesal. Bahkan sekarang saya masih sangat marah, terutama karena saya tidak memiliki penjelasan untuk jatuhnya,” kata Bagnaia.

“Saat saya mulai membuka gas, saya mengalami spin. Hal mirip kondisinya saat jatuh dengan motor Moto2 di trek basah. Saya seorang pembalap yang kritis terhadap diri sendiri ketika melakukan kesalahan dan menerima kesalahan saya sendiri. Tapi hari ini sangat sulit bagi saya. Saya melewati momen di kepala saya berulang kali mencoba mencari penjelasan. Sayangnya, saya tidak melihat apa pun yang bisa saya katakan: Itu saja,” kata juara dunia Moto2 2018 itu dengan bingung.

“Jika Anda melihat gambar atau data, maka saya sebenarnya berakselerasi sedikit lebih lembut di lap. Namun demikian saya masih jatuh. Entah kondisinya benar-benar sangat sulit.. Jika saya melihat bagaimana saya melaju di lap pertama, itu tidak membuat saya khawatir (normal), renung pemenang dua kali musim ini.

“Sulit menjelaskan kenapa saya bisa jatuh. Saya mengerem sedikit lebih keras, tetapi masih dalam batas. Saya menghentikan motor dengan baik, bagian depan motor baik-baik saja. Ketika saya melepaskan rem dan mulai buka throttle, saya mengalami spinning. Kontrol traksi bekerja membantu mengatasi spin, jadi (menurut saya) elektronik masih berfungsi. Jelas level grip lebih rendah hari ini, tetapi saya biasanya mendapat peringatan sebelum jatuh seperti itu…”

“Sayang sekali karena kami membuang kesempatan lagi.. Sampai balapan, itu adalah akhir pekan yang sempurna. Sekali lagi kami berada di antara yang terkuat, atau bahkan mungkin yang terkuat. Tapi Fabio semakin menunjukkan bahwa dia yang paling lengkap.”

Setelah nol keempat musim ini, Bagnaia mengalami defisit 91 poin di belakang pemimpin kejuaraan Fabio Quartararo. “Sebelumnya sulit, dengan defisit 66 poin. Jelas jauh lebih sulit sekarang.. Tapi kami masih memiliki sepuluh balapan dan mencoba untuk memaksimalkannya dan mendapatkan poin sebanyak mungkin.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page