Pecco Bagnaia: Semua Pembalap Pasti Setuju Jika Jumlah Lap Dikurangi

RiderTua.com – Pada hari Sabtu, Pecco Bagnaia mengukir sejarah di Sachsenring dengan membukukan catatan waktu 1:19 menit. Kemudian meningkatkan rekor lap sepanjang masa di FP3 menjadi 1:19.765 menit dan mengamankan dirinya di Q2 yang kondisinya lebih panas di sore hari dengan waktu 1:19.931 menit di pole position. Hanya di FP4, Fabio Quartararo 0,054 detik lebih cepat dari pembalap Ducati itu. Inilah untuk ketiga kalinya musim ini, pembalap murid VR46 Academy itu akan start dari posisi terdepan. Balapan diperkirakan akan berlangsung dalam cuaca panas dan meliuk-liuk selama 30 Lap akan menguji kekuatan punggung bawah pembalap jangan sampai ‘Encok’ dan ‘Boyok-en’..

“Saya pikir semua pembalap akan setuju jika kami mengurangi sedikit lap,” ujar Pecco sambil tertawa. Fabio Quartararo juga mengatakan race di Sachsenring seperti balapan selama 2 jam (padahal cuma 40 menit)..

Pecco Bagnaia: Semua Pembalap Pasti Setuju Jika Jumlah Lap Dikurangi

“Saya sangat senang. Mulai dari FP1, saya merasa luar biasa dengan motor saya. Semuanya baik-baik saja, saya tidak perlu mengubah apa pun di set-up. Jika itu masalahnya, biasanya lebih mudah untuk fokus pada ban dan bagaimana mengelolanya dalam balapan dengan ban bekas. Sangat menyenangkan start seperti itu,” ujar Pecco Bagnaia.

“Kualifikasi dan FP4 hari ini tidak mudah dalam kondisi cuaca seperti ini. Sangat panas dan angin sedikit mengganggu kami. Tapi saya sangat-sangat senang dengan pole ini, di trek di mana saya mengalami lebih banyak masalah tahun lalu,” tambah Bagnaia, yang menyelesaikan GP Jerman 2021 sebagai pembalap Ducati terbaik setelah finis di posisi ke-5.

Apa yang diharapkan oleh Pecco dari balapan 30 lap pada hari Minggu? “Saya pikir semua pembalap akan setuju jika kami mengurangi sedikit lap,” ujar Pecco sambil tertawa.

“Ini tidak akan menjadi balapan yang mudah. ​​Kami harus memilih dari dua kompon ban, satu ban punya potensi lebih tetapi cepat aus. Yang lain punya potensi yang lebih kecil, tetapi dia mampu bertahan hingga akhir balapan. Ini keputusan yang sangat sulit. Secara umum, sulit untuk memacu kecepatan yang sangat kuat dalam kondisi seperti ini karena kita dengan cepat merusak ban belakang,” ujar murid Valentino Rossi itu merujuk pada pilihan ban belakang (medium atau hard).

“Saya pikir Fabio (Quartararo) dan Aleix (Espargaro) memiliki kecepatan yang bagus. Tidak akan mudah untuk membuka celah dan akan sangat penting untuk berada di posisi pertama pada lap pertama, agar tidak membuat ban depan terlalu panas. Itu akan menjadi target utama besok,” pungkas Pecco.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page