Andrea Dovizioso: Seperti Microchip Ditanam di Kepala

RiderTua.com – Hanya mengumpulkan 8 poin dari 7 balapan MotoGP musim 2022, jelas sangat jauh dari standart Andrea Dovizioso dan ekspektasi awal tim Withu RNF Yamaha. Berulang kali, Dovi mengeluhkan kurangnya grip roda belakang M1 sehingga hanya dapat digerakkan secara kompetitif dengan satu cara. “Jika kita tidak melakukan itu, maka tidak akan berhasil,” jelasnya. Apakah ini artinya, gaya balap Dovi dan Yamaha M1 tak cocok? “Ini seperti microchip yang ditanam di kepala kita. Jika kita tidak terbiasa melaju cepat dengan membiarkan motor bergerak sesuai perilakunya dan kita lebih banyak waktu untuk beradaptasi, kita akan kesulitan melaju ke arah itu. Pada dasarnya itu sangat-sangat sederhana. Tidak banyak penjelasan atau refleksi mendalam. Kita berbicara tentang dua hal (gaya balap) yang kontradiktif sehingga hal ini terjadi. Setiap pembalap memiliki motor yang kompetitif dan semua pembalap kini jaraknya sangat berdekatan. Itulah mengapa kita tertinggal jauh di belakang,” ujar tiga kali runner-up MotoGP itu.

Andrea Dovizioso: Seperti Microchip Ditanam di Kepala

Pembalap asal Italia itu punya masalah besar dengan hal itu, dan tidak lagi percaya bahwa dia dapat menemukan solusi dengan krunya sendiri. “Menurut saya, tidak ada cara untuk meningkatkan cengkeraman sebanyak yang kami butuhkan hanya dengan ke set-up. Sebaliknya, Yamaha harus mengatasi hal-hal penting ini,” tegasnya.

Apakah saat ini pembalap berusia 36 tahun itu menginginkan seseorang seperti mantan kepala krunya saat masih di Ducati Alberto Giribuola, yang sekarang bersama Enea Bastianini dan berhasil merayakan 3 kemenangan dalam 3 balapan? “Saya tidak akan membahas hal itu sekarang,” tepis Dovi.

Pembalap asal Forli-Italia itu menambahkan, “Jujur, apa yang saya rasakan di motor begitu besar sehingga saya tidak akan terlalu memperhatikan aspek lain. Tentu saja, semuanya selalu dapat ditingkatkan dan dimulai dari pembalap. Tapi bukan itu intinya.”

“Saya mendengar dari Franco (Morbidelli) bahwa dia harus menemukan set-up yang tepat. Dia runner-up MotoGP dan tahu apa yang dia bicarakan. Tapi saya tidak dalam situasi itu. Ini bukan soal set-up, karena dengan itu saya bisa menunggangi motor dengan cara yang benar,” imbuh mantan ‘DesmoDovi‘ itu.

Jadi apakah Dovi bertanggung jawab penuh? “Aku selalu melakukan itu. Saya tidak pernah punya masalah dengan itu. Saya sadar bahwa, pada saat ini dengan motor ini, bisa mendekati pilihan racing line bagi saya benar-benar dapat mengubah kecepatan di trek. Sejak awal itu sudah jelas,” jawab rekan setim Darryn Binder itu.

“Jika kita menggunakan contoh dari pembalap lain, hal yang sama terjadi pada Aleix (Espargaro) dengan Aprilia, yang mirip dengan kisah saya dengan Ducati. Kita start, mulai menderita, menderita dan menderita. Sedikit demi sedikit kita beradaptasi dan motornya disesuaikan dengan gaya balap kita. Dan jika akhirnya motor menjadi lebih kompetitif, kita masuk di dalamnya. Ini sangat sederhana,” pungkas Dovi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page