Fabio Quartararo Harus Bisa Kalahkan Enea Bastianini

RiderTua.com – Fabio Quartararo berhasil tiga kali naik podium MotoGP musim ini. Dia tetap memimpin klasemen dan favorit juara dunia, namun dia punya lawan yang cepat yakni Pecco dan Bastianini, “Pecco adalah salah satu pembalap tercepat, ada satu lagi pembalap yang berhasil memenangkan lebih dari satu balapan yakni Enea. Dia sukses memenangkan 3 balapan, saya harus mengalahkannya. Dia mungkin punya masalah di beberapa trek, tetapi dia adalah pembalap yang paling konsisten saat ini. Ketika dia memiliki kecepatan, dia sangat cepat dan dia berhasil memaksimalkannya,” katanya..

Pembalap Yamaha itu merayakan kemenangan di Portimao dan dua kali finis ke-2 di Mandalika dan Jerez. Untuk itulah dia menjadi salah satu favorit di balapan kandangnya di Le Mans. Selain itu, kecepatannya selama akhir pekan sangat kuat dan sirkuit Bugatti sangat cocok dengan M1. Namun sayang, faktanya pembalap berusia 23 tahun itu kesulitan untuk meraih podium dan hanya finis ke-4.

Fabio Quartararo: Jangan Sampai Membuat Kesalahan

“Saya jauh dari favorit. Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan? Jangan sampai membuat kesalahan! Kecuali di Austin dan Qatar, sejauh ini kami termasuk yang tercepat di setiap balapan. Jika saya tidak membuat kesalahan, kami bisa tetap di depan. Tetapi karena saya membuat kesalahan, semuanya langsung berakhir. Sayangnya, kami tidak bisa menyalip dan saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan untuk itu. Saya selalu berada di limit,” ujar Juara Dunia 2021 itu.

Tapi pembalap asal Nice-Prancis itu tidak membuat start bagus dan tertinggal jauh sejak awal. Hampir tidak mungkin bagi Quartararo untuk menyalip di balapan kandangnya, sehingga dia mendapat keuntungan dari jatuhnya lawan-lawannya di depannya. Pada akhirnya dia finis ke-4. Dia kalah 4 detik dari pemenang Enea Bastianini (Ducati). Tapi dia masih tetap memimpin klasemen, namun selisih dari Aleix Espargaro (Aprilia) kini hanya 4 poin.

Apa strategi El Diablo untuk menjaga kecepatan sepanjang musim? “Pecco adalah salah satu pembalap tercepat. Selain itu, hanya ada satu pembalap yang berhasil memenangkan lebih dari satu balapan yakni Enea. Dia sukses memenangkan 3 balapan, saya harus mengalahkannya. Dia mungkin punya masalah di beberapa trek, tetapi dia adalah pembalap yang paling konsisten saat ini. Ketika dia memiliki kecepatan, dia sangat cepat dan dia berhasil memaksimalkannya,” jawab rider rekan setim Franco Morbidelli itu.

Kemudian dia mengungkapkan masalah utama yang dihadapinya. “Saya bisa mengejar lawan, tetapi kemudian mereka berakselerasi dan membuat saya tertinggal. Itu sebabnya saya tidak bisa menjadi favorit untuk meraih Gelar Dunia,” pungkas Quartararo.

Dalam klasemen pabrikan, berkat Quartararo kini Yamaha berada di peringkat 2. Tetapi Ducati unggul lebih dari 50 poin. Dalam klasemen tim, tim Monster Energy Yamaha menempati peringkat 3 setelah 7 balapan.

Related Articles

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page