Marc Marquez Memanfaatkan Slipstreamnya, Fabio Quartararo: Tidak Apa-apa, Dia Belum 100%

RiderTua.com – Di FP3 MotoGP Le Mans, Marc Marquez mengikuti (slipstream) Fabio Quartararo dan pada akhirnya keduanya berhasil masuk ke Q2. El Diablo sepertinya tidak keberatan dengan aksi pembalap Repsol Honda itu, keduanya malah berjabat tangan di akhir sesi. “Tidak apa-apa bagi saya. Karena rencana saya adalah meraih lap terbaik. Jika Marc ada di belakang saya, maka saya tahu dia tidak dalam kondisi 100 persen saat ini. Jika dengan pembalap lain, saya mungkin mengambil jalan pintas,” tegas rider Yamaha berusia 23 tahun itu. Pembalap akamsi (anak kampung sini) itu akhirnya menempati urutan ke-4 di grid start balapan kandangnya dan dia tetap percaya diri.

Marc Marquez Memanfaatkan Slipstreamnya, Fabio Quartararo: Tidak Apa-apa

Pada hari Sabtu, Fabio Quartararo gagal start dari barisan depan untuk balapan kandangnya. Apakah dia kecewa? “Saya kecewa tapi hanya selama 2 menit, lalu saya kembali merasa senang. Kami kehilangan sesuatu di kualifikasi sebenarnya tidak hanya di kualifikasi, tapi selalu ada,” jawab rider asal Nice-Prancis itu.

“Ducati berhasil menunjukkan sesuatu yang sangat gila, juga pembalap lain bukan hanya Ducati. Namun, kami sangat mirip dalam hal kecepatan balapan. Sulit untuk membuat perbedaan. Kita membuat perbedaan ketika kita nge-push hingga limitnya, lebih sedikit bahan bakar di tangki dan memasukkan diri kita ke dalam kisaran itu. Tetapi itu tidak dapat dilakukan lebih dari 20 lap,” imbuh rekan setim Franco Morbidelli itu.

“Saya cukup senang menorehkan waktu 1:30.6 menit dengan motor kami, saya merasa seperti berada di limitnya. Saya tidak bisa memberikan lebih dan saya pikir dibandingkan dengan rider Yamaha lainnya, gapnya cukup besar. Inilah indikasi bagi saya, bahwa kami melakukan pekerjaan dengan baik,” tegas El Diablo.

Faktanya, Morbidelli dan Andrea Dovizioso hanya berada di posisi grid 19 dan 20. Mereka melaju di Q1 dalam waktu 1:31,6 menit, hampir 1 detik lebih lambat dari Quartararo di Q2.

Apakah Quartararo khawatir bahwa balapan Jerez akan terulang kembali saat dia menyelesaikan 25 lap di belakang Ducati? “Tidak, karena di Jerez saya sudah mencapai limit dengan ban depan hard. Di sini kami balapan dengan ban depan soft, yang bagaimanapun tidak terlalu panas dan karenanya tidak meningkatkan tekanan ban. Saya tidak terlalu khawatir. Saya tidak akan mengatakan, ada banyak tempat untuk menyalip karena kami tahu Ducati selalu bermain dengan akselerasi. Tapi balapannya panjang dengan 27 lap dan kita selalu punya kesempatan untuk menyerang,” ujar rider Monster Energy Yamaha itu.

Mengenai ramalan cuaca hari Minggu yang diperkirakan hujan badai, petir dan angin kencang, Quartararo mengatakan, “Saya yakin, apakah itu trek kering atau basah. Tapi saya harap tetap kering. Saya punya feeling bahwa kami dapat bertarung untuk memperebutkan kemenangan dalam hal kecepatan. Kami tidak membuat banyak kesalahan dan konsisten dalam waktu 1:31 menit.”

“Pembalap lain kesulitan untuk berada di sana sepanjang waktu. Kami selalu ada di kisaran waktu itu dengan dengan ban depan medium atau soft. Saya mempunyai ekstra dalam hal race pace. Kepercayaan diri ini membuat saya senang, melebihi rasa kecewa setelah hanya berada di tempat ke-4 di grid ini,” pungkas Quartararo.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: