CEO Claudio Domenicali Akui: Motor Ducati Valentino Rossi Dulu Dirancang untuk Stoner

RiderTua.com – Claudio Domenicali mengingat kembali dua tahun karir MotoGP Valentino Rossi di Ducati. CEO of Ducati Motor Holding itu mengatakan bahwa, “Ducati Valentino Rossi dirancang untuk Stoner,” katanya.. Jika pengembangan motor dominan dengan karakter Stoner (gaya balapnya), bisa dibayangkan sulitnya menjinakkan Desmo era Rossi dulu (2011-2012).. Sebagai analogi Stoner memilik gaya balap khusus seperti halnya dengan Marc Marquez di Honda.. Hal yang sama terjadi, siapa yang bisa jinakkan RC213V yang juga dirancang buat Marquez dulu (titik berat bagian depan motor)?

Musim MotoGP untuk Ducati tidak dimulai sesuai rencana berdasarkan hasil terakhir kejuaraan dunia 2022. Awalnya Pecco Bagnaia adalah kandidat nomor 1, Desmosedici GP adalah motor yang harus dikalahkan. Setelah empat seri, runner-up berada di urutan ke-12 dalam klasemen, 38 poin selisihnya dari pemimpin puncak, sementara GP22 tampaknya memiliki beberapa masalah. Di sisi lain, versi tahun lalu (GP21) yang memimpin. Motor yang ditunggangi Enea Bastianini, yang pada fase pertama ini menempatkan semua pembalap ducati di belakangnya dengan dua kemenangan sensasional, yang terakhir di GP Austin.

Orang-orang di Ducati jelas tidak bisa tidur nyenyak di rumah. Pembalap pabrikan memiliki lebih banyak masalah daripada yang diperkirakan, perangkat pengatur ketinggian motor bagian depan versi baru dilarang untuk tahun 2023. Dan masih ada beberapa masalah di pasar pembalap yang harus diselesaikan.

CEO Claudio Domenicali tahu bahwa pabrikan Italia itu menjadi pusat perhatian penggemar Italia sekarang setelah Valentino Rossi meninggalkan MotoGP untuk mengabdikan dirinya pada balap roda empat. Warisan yang tidak mudah dikelola, sulit untuk dijalani oleh juara sembilan kali.. “Saya percaya bahwa Valentino tidak tergantikan, dia adalah orang yang unik yang telah mewujudkan kombinasi bakat, tekad, hasil dan simpati, karir panjang yang luar biasa. Di sisi lain, bagaimanapun, merek kami memiliki sejarahnya sendiri, sangat solid dan merek di mana orang Italia mengidentifikasi diri mereka sendiri. Dan saya tidak hanya berbicara tentang olahraga tetapi juga tentang teknologi. Ini sedikit mirip dengan Ferrari di Formula 1,” katanya kepada media Motorcycles News.

Dulu, Valentino Rossi mencoba membawa merek Ducati ke puncak MotoGP tanpa hasil dan, setelah dua tahun, dia lebih memilih kembali ke Yamaha. Waktunya tidak tepat saat itu, karena kini Ducati berkembang menjadi motor yang ‘lebih mudah’ dikendarai bahakn oleh rookie MotoGP, “Ducati hari ini sangat berbeda dari yang dikendarai Rossi selama dua tahun, saya pikir dia akan kompetitif dengan motor 2021. Kami tidak menyesal telah balapan bersamanya, kami berada di momen di mana kami tidak diciptakan untuk satu sama lain. Itu adalah momen yang sangat berkembang untuk Casey Stoner dan sangat sulit bagi seorang pembalap yang terbiasa dengan perilaku yang lebih seimbang (dari Yamaha)”.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ducati menjadi pelopor perkembangan teknologi dan terutama di bidang aerodinamika. The Reds adalah prototipe pertama yang memasang sayap pada prototipe MotoGP dan motor produksi, yang segera ditiru oleh lawan-lawannya. Temuan baru yang kini bahkan dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti yang terjadi pada Pecco Bagnaia di Losail, ketika dia merasa seperti seorang tes rider daripada seorang pembalap reguler..

Dan Domenicali berujar, “Seringkali Anda membutuhkan fase adaptasi, tetapi jika Anda segera membuang sesuatu yang baru, Anda mungkin membuang sesuatu yang baik karena Anda belum terbiasa,” katanya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: