Fabio Quartararo Kaget Bisa Cepat dalam ‘Wet Race’ di Mandalika, Pengendali Hujan?

RiderTua.com – Fabio Quartararo berujar, “Mengejutkan saya bisa cepat di Mandalika yang full wet race”… Jarang-jarang pembalap MotoGP Monster Energy Yamaha itu begitu senang setelah finis di posisi ke-2 di GP Mandalika dalam lintasan basah. Rider asal Prancis itu juga terkejut dengan penampilannya sendiri. “Saya selalu berharap lebih banyak grip di setiap trek dan di sini gripnya bagus. Butuh beberapa saat bagi saya untuk menyadari bahwa saya bisa membalap secepat itu di lintasan basah. Saya gas pol di beberapa lap terakhir dan saya tidak pernah memperkirakan bisa ‘elbow down’ dan melaju di trek basah. Saya menemukan ekstra di trek dan saya berharap akan seperti itu di banyak trek lainnya. Jujur, saya belum pernah secepat ini di trek basah,” ujar pembalap berusia 22 tahun itu setelah balapan 20 lap di Sirkuit Mandalika. Apa karena meniru gerakan pawang pengendali hujan?

Fabio Quartararo Kaget Bisa Cepat dalam ‘Wet Race’ di Mandalika

Faktanya, catatan waktunya di balapan basah sangat cepat. Pole time dari Fabio Quartararo dalam kondisi kering 1:31.067 menit. Sebagai perbandingan, lap balapan tercepatnya pada hari Minggu di trek basah Mandalika 1:38.749 menit. “Itu cepat,” tegas Quartararo.

“Ini mulai menjadi sangat cepat ketika kita sekitar 10 detik lebih lambat dari lap tercepat di lintasan kering. Kurang dari 8 detik sangat istimewa. Saya pikir kami hanya berhasil dengan aspal baru di Sachsenring. Level gripnya luar biasa saya harap itu akan sama di semua trek tahun ini,” imbuh juara dunia 2021 itu sambil tersenyum.

Apakah Quartararo sangat senang, karena sekarang dia telah membuktikan bahwa dia juga bisa kuat di lintasan basah? “Sejujurnya, saya sudah lama tidak merasakan hal seperti ini dengan motor. Kami tidak melakukan balapan basah di 2019, tapi saya selalu masuk 10 besar di sesi latihan basah. Tapi di 2020 dan 2021. Saya selalu berada di luar 10 besar, saya tidak pernah bisa menunjukkan balapan yang kuat,” jawab pembalap berjuluk El Diablo itu.

“Saya memang naik podium di Le Mans tahun lalu, tapi itu pada dasarnya karena saya berhasil memangkas lebih dari 10 detik dengan ban slick. Itu sebabnya saya berhasil naik podium. Tapi di Mandalika itu ‘full wet race’ dan saya punya grip ban belakang. Itulah yang saya ingin Yamaha lakukan dalam kondisi ini. Dan itu berhasil,” ungkapnya senang.

Kaget

Rekan setim Franco Morbidelli itu menambahkan, “Saya selalu berusaha untuk mendapatkan yang terbaik dari setiap situasi. Ketika saya berada di posisi ke-5, jujur, saya belum pernah secepat ini di trek basah dan butuh beberapa saat untuk menyadari bahwa saya benar-benar melaju secepat itu. Terkadang ketika kita terbiasa berada jauh di belakang (dalam kondisi basah) kita berada di P5 dan kita mungkin berpikir, ‘Itu hasil yang bagus’.”

“Tapi saya merasa ada sedikit lebih dari itu. Saya merasa sangat baik saat mengerem, saya membuat beberapa manuver hebat yang menurut saya tidak buruk. Ketika saya berada di belakang Johann )Zarco) dan Jack (Miller), saya mencoba untuk menyalipnya secepat mungkin karena saya tahu bahwa jarak pandang akan sulit. Dan saya mencapai apa yang saya inginkan,” pungkas Quartararo dengan puas setelah menempati posisi ke-2.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives