Aleix Espargaro: Itulah Mengapa Saya Menyukai MotoGP

RiderTua.com – Aleix Espargaro: Itulah mengapa saya menyukai MotoGP… Pada hari Sabtu, ada beberapa gangguan di kelas MotoGP di Sirkuit Mandalika. Maverick Vinales dalam kontrol yang baik dan dalam perburuan waktu untuk memperebutkan posisi terdepan. Tetapi kemudian crash sebelum akhir kualifikasi, mencegahnya meraih posisi start di lintasan depan MotoGP. Aleix Espargaro adalah salah satu korban dari banyaknya crash pada hari Sabtu di Sirkuit Mandalika sepanjang 4,3 km. Pada akhirnya, itu cukup untuk menempati posisi ke-10 di grid, lebih dari 0,6 detik di belakang pole setter Fabio Quartararo (Yamaha). Pembalap berusia 32 tahun itu juga kehilangan posisi yang lebih baik setelah crash di Q2, meski begitu dia tetap senang.

Aleix Espargaro: Itulah Mengapa Saya Menyukai MotoGP

Usai kualifikasi, Aleix Espargaro menjelaskan tentang crash yang dialaminya, “Sebelum crash, saya melepaskan rem terlalu dini untuk menambah kecepatan menikung. Sayangnya, saya tidak berhasil melewati tikungan. Saya masih sangat senang, itu adalah lap yang sangat-sangat cepat dan itu hampir cukup untuk merbut pole position. Tapi aku menyerang terlalu keras.”

Espargaro melanjutkan, “Pada dasarnya, grip kami sangat sedikit karena saya hampir kehilangan grip ban belakang di beberapa tikungan. Tapi itu sama untuk semua pembalap, karkas ban sangat keras. Tidak akan mudah start dari posisi 10 di grid, tetapi kami memiliki kecepatan yang baik dan kami ingin bertarung untuk posisi 5 besar.”

Setelah terjadi banyak crash pada hari Sabtu, apakah balapan 27 lap pada hari Minggu akan menjadi perjuangan untuk ‘bertahan hidup’? Bagaimana strategi Aprilia menghadapi balapan ini? “Kami harus menemukan kompromi yang baik antara kecepatan dan konsistensi, dan itu tidak pernah mudah. Kondisi tidak akan mudah dan kelangsungan balapan tentu saja dipertaruhkan,” jawab ujung tombak pabrikan asal Noale-Italia itu.

Aleix Espargaro menambahkan, “Aspal akan sangat panas, bahkan mungkin lebih panas ketimbang hari Sabtu, jadi itu juga akan sangat menuntut fisik. MotoGP bukan hanya tentang menjadi cepat, mengerem terlambat dan berakselerasi lebih awal, kitajuga harus pintar mengelola ban dan itulah yang saya sukai dari MotoGP. Ini tantangan besar.”

“Menyalip tidak akan mudah karena di samping racing line sangat licin. Tidak mungkin membalap di sebelah racing line selama tes, sekarang sulit. Manuver seharusnya bisa dilakukan di tikungan terakhir, dan bisa juga di tikungan 10 atau 12. Ini tidak akan mudah, tetapi treknya menjadi lebih baik. Tentu saja tidak akan 100 manuver menyalip seperti di Qatar, tapi tidak akan seburuk itu,” pungkas Aleix Espargaro, ayah dari si kembar Max dan Mia itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives