Setelah 5 Tahun Marquez Baru Bisa Dikalahkan Rekan Setimnya!

RiderTua.com – Untuk pertama kalinya sejak tahun 2017, Marc Marquez bisa dikalahkan oleh rekan setimnya di Repsol Honda dalam pertarungan langsung. Dulu apapun kondisinya Marquez selalu di depan rekan setimnya. Juara dunia MotoGP 6-kali Marc Marquez mengakui bahwa hasil race Qatar adalah masalah keterampilan bukan karena kondisi fisik, setelah finis kelima di Sirkuit Internasional Losail. Marc tertinggal sekitar empat detik dari pemenang balapan Enea Bastianini dan dua tempat di belakang rekan setimnya di Repsol Honda Pol Espargaro. Apa yang dikatakan Marc setelah 5 tahun kemudian baru bisa dikalahkan rekan setimnya itu?

Setelah 5 Tahun Marquez Baru Bisa Dikalahkan Rekan Setimnya!

Meskipun mampu melaju dengan cepat dan percaya diri dalam dua tes pramusim MotoGP di sirkuit Mandalika di Indonesia, tanda tanya terakhir yang tersisa yang diakui pembalap Spanyol itu adalah seputar bagaimana bahu-nya akan bereaksi terhadap benturan, dan kondisi fisiknya selama full-race (balapan penuh).

Namun, pada akhirnya bukan bahunya yang memainkan peran dalam penampilannya yang relatif tenang, melainkan masalah lain yaitu: Honda RC213V yang sangat berbeda yang belum dia adaptasi total. Honda menciptakan motor yang ‘lebih netral’.

Sebagian dirancang untuk menyesuaikan dengan semua pembalap Honda: Espargaro.. Proyek MotoGP Honda di masa depan akan menciptakan mesin yang lebih ramah pembalap dan eksperimen itu berhasil. Tapi sepertinya akan mengorbankan Marquez dan dia sekarang berusaha keras untuk menyesuaikan seluruh gaya balapnya dengan motor ‘konsep baru’.

Setelah menjalani balapan ternyata kondisi fisiknya tidak masalah.. “Tentu saja saya merasa lelah, tetapi seperti orang lain. Saya tidak merasakan sakit, dan ini sangat penting. Hanya saja hari ini ada empat pembalap yang lebih cepat dari kami.

Motor Berbeda

“Kami menemukan hal yang berbeda dengan motor ini, dan memang benar sejak kami memulai tes pertama saya telah meningkat, terutama di Mandalika.

“Di sini, kami tidak banyak menyentuhnya (utak-atik setup) karena ini balapan pertama dan kami tidak ingin kehilangan arah, jadi saya hanya berkonsentrasi pada racing line, pada ban. Di Mandalika kami akan melanjutkan proses itu, mengadaptasi motor dengan gaya balap saya.

“Ini (motor RC213V 2022) adalah perubahan besar, tetapi potensi motor ada di sana. Cara mengendarai motor berbeda tetapi potensinya ada. Juga benar bahwa kami berada di sirkuit yang sangat istimewa di Qatar, jadi sekarang di Mandalika, di Argentina, di Austin kami akan mengerti di mana kami berada.” Kita tunggu saja karena ini masih seri pertama..

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives