Cara Casey Stoner Menghadapi ‘Ejekan’ Selebrasi Rivalnya di MotoGP

RiderTua.com – Valentino Rossi memasuki MotoGP pada tahun 1996, dan tidak mengherankan jika kedatangannya menjadi angin segar bagi dunia balap motor. Pembalap Italia itu, bersama dengan pembalap lain di paddock, menjadi lambang, menarik perhatian dari tribun dengan selebrasinya yang unik. Casey Stoner percaya bahwa selebrasi rivalnya setelah menang itu tidak hanya dimaksudkan untuk menghibur para penggemar. Itu juga tentang menjelaskan kepada lawan bahwa dia telah kalah (bisa dikatakan ejekan bagi yang kalah). “Bagian dari perayaan itu jelas menunjukkan lawan Anda bahwa mereka tidak menang. Itu memengaruhi saya,” katanya..

Selebrasi yang kadang ditanggapi sebagai sebuah ‘ejekan’ ini dalam istilah psikologi disebut bagian dari “Permainan Pikiran” alias “Mind Games” yang jelas bertujuan memengaruhi mental lawan.. Bagaimana Stoner memanfaatkan permainan pikiran para rivalnya di MotoGP.. Selama berada di MotoGP, pembalap Australia itu mengaku dibuat resah oleh lawan-lawannya dengan perilakunya selama selebrasi. Namun menurut Stoner dia punya ‘obatnya’…

Bertahun-tahun kemudian, Casey Stoner bertanya-tanya mengapa ada perilaku seperti ini (selebrasi) dan percaya bahwa perayaan ini sudah dilatih dan direncanakan. “Semuanya harus direncanakan. Itu banyak persiapan untuk perayaan kecil. Tapi masing-masing untuknya sendiri,” kata juara MotoGP dua kali itu.

Menurut Stoner, selebrasi semacam itu tidak hanya dimaksudkan untuk menghibur para penggemar. Hal itu dimaksudkan juga untuk menjelaskan kepada lawan telah kalah. “Bagian dari perayaan itu jelas menunjukkan lawan Anda bahwa mereka tidak menang. Itu memengaruhi saya,” kata Stoner.

“Tapi itu (yang membuat resah) bukan selebrasi seperti itu, tapi bagaimana hal-hal berlanjut di podium… Seolah-olah dia telah memenangkan kejuaraan dunia, bukan hanya satu balapan (menang seri).”

Cara Menghadapinya?

Permainan pikiran (Mind Games) ini mengejutkan pembalap Australia itu, di mana dia mengakui dalam sebuah podcast bahwa dia selalu senang atas kemenangan lawannya, sesuatu yang dia anggap tidak biasa di paddock kejuaraan.

“Saya belajar banyak dari itu.. Saya senang dengan (kemenangan) lawan saya. Mereka tidak bisa mengerti itu. Saya ingat Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa menatap saya dan bertanya-tanya mengapa saya bisa sangat senang dengan kemenangan mereka,” kata Stoner.

Selain Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa, banyak pembalap yang mengira cara Stoner ini (merasa senang dengan kemenangan lawan) adalah strategi yang digunakan pembalap Australia itu untuk menghindari kekalahan. “Mereka menduga itu tidak mungkin dan mereka merenungkan permainan pikiran (Mind Games) apa yang saya rencanakan,” kata Stoner mencoba menganalisa pikiran lawannya..

“Saya tidak ingin tahu apa-apa tentang permainan pikiran pada masa itu dan lebih suka merasa senang untuk lawan saya yang menang di kejuaraan,” pungkas Casey Stoner.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives